CPNS Kejaksaan : Takut Gugur Administrasi? Baca Ini!

cpns kejaksaan

CPNS Kejaksaan lagi jadi incaran utama banyak pejuang NIP di awal 2026, terutama setelah seleksi CASN 2025 resmi ditutup dan berbagai bocoran formasi baru mulai beredar di kanal resmi.

Di media sosial, grup belajar, sampai forum mahasiswa hukum, topik ini hampir selalu muncul: kapan pendaftaran dibuka, formasi apa saja yang tersedia, sampai berapa tinggi badan minimal untuk lulus seleksi fisik.

Situasinya memang cukup menegangkan. Di satu sisi, Kejaksaan RI sedang gencar memperkuat penegakan hukum dan butuh banyak SDM baru.

Di sisi lain, persaingan ketat, aturan usia dan fisik cukup tegas, serta tahapan seleksi yang panjang membuat banyak calon pelamar ragu, takut telat informasi, atau cemas tidak memenuhi syarat.

Artikel ini disusun agar Anda punya gambaran lengkap, realistis, sekaligus punya strategi persiapan yang matang sejak sekarang.

Dengan memanfaatkan proyeksi formasi, pola rekrutmen tahun-tahun sebelumnya, dan data dari berbagai sumber terpercaya, kita akan membahas apa saja yang perlu Anda siapkan untuk menghadapi seleksi CPNS Kejaksaan 2026, mulai dari jenis formasi, syarat detail, tahapan seleksi, sampai tips mental dan teknis agar peluang lolos semakin besar.

CPNS Kejaksaan : Takut Gugur Administrasi? Baca Ini!
sumber gambar: dailypost.id

Gambaran Besar CPNS Kejaksaan 2026: Formasi, Jadwal, dan Tren Terbaru

Seleksi CPNS Kejaksaan setiap tahun hampir selalu menjadi salah satu yang paling ramai peminat. Ada kombinasi antara prestise institusi, peran strategis dalam penegakan hukum, serta tawaran karier jangka panjang sebagai Aparatur Sipil Negara di Korps Adhyaksa.

Untuk 2026, tren ini diproyeksikan tidak akan berkurang, justru menguat karena kebutuhan SDM hukum yang terus meningkat.

Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya dan informasi dari berbagai portal yang mengulas CASN 2026, pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 kemungkinan besar berlangsung sekitar April sampai Mei 2026. Kanal utamanya tetap melalui:

  • Portal SSCASN BKN (sscasn.bkn.go.id) sebagai gerbang resmi nasional.
  • Portal resmi rekrutmen Kejaksaan RI (rekrutmen.kejaksaan.go.id) untuk informasi teknis, pengumuman formasi, dan petunjuk instansi.

Posisi awal 2026, pengumuman final memang belum dirilis. Artinya, semua bocoran dan proyeksi yang beredar masih berstatus prediksi berbasis pola rekrutmen sebelumnya. Karena itu, walaupun Anda sudah mulai belajar dan menyiapkan berkas, tetap wajib memantau:

  • Situs resmi Kejaksaan RI.
  • Portal SSCASN BKN.
  • Akun resmi seperti @kejaksaan_ri dan kanal informasi BKN.

Mengandalkan info dari grup atau media sosial saja tanpa cek ke sumber resmi berisiko membuat Anda tertinggal perubahan syarat atau jadwal.

Untuk CPNS Kejaksaan 2026, beberapa formasi diproyeksikan menjadi fokus utama, terutama yang berkaitan langsung dengan proses penegakan hukum dan dukungan teknis. Secara garis besar, formasi utama yang diperkirakan muncul antara lain:

  1. Calon Jaksa (Ahli Pertama Jaksa)
    Latar belakang pendidikan: S1 Hukum.
    IPK minimal: 3,00.
    Usia maksimal: 27 tahun.
    Perkiraan jumlah formasi: 500 sampai 800 kursi.
    Formasi ini adalah primadona. Persaingan sangat ketat, karena ini jalur strategis menjadi penuntut umum dan berkarier langsung di lini penegakan hukum.
  2. Penjaga Tahanan
    Latar belakang pendidikan: SMA atau SMK.
    Usia maksimal: 35 tahun.
    Perkiraan jumlah formasi: ratusan bentuknya bisa tersebar di berbagai wilayah.
    Formasi ini sering diserbu karena membuka peluang bagi lulusan pendidikan menengah yang ingin menjadi ASN.
  3. Analis Hukum
    Latar belakang pendidikan: S1 Hukum.
    IPK minimal: 3,00.
    Usia maksimal: 35 tahun.
    Perkiraan jumlah formasi: sekitar 100 sampai 200.
    Biasanya bertugas pada aspek kajian, telaah, dan penyusunan bahan hukum.
  4. Pranata Komputer
    Latar belakang pendidikan: S1 Teknologi Informasi, Sistem Informasi, atau jurusan sejenis.
    Usia maksimal: 35 tahun.
    Perkiraan jumlah formasi: puluhan kursi.
    Mendukung transformasi digital dan sistem informasi penegakan hukum.
  5. Analis Keuangan
    Latar belakang pendidikan: S1 Ekonomi, Akuntansi, atau rumpun keuangan.
    Usia maksimal: 35 tahun.
    Perkiraan jumlah formasi: puluhan kursi.
    Mendukung tata kelola anggaran, analisis keuangan, dan pengelolaan sumber daya.

Angka proyeksi tersebut bisa saja mengalami penyesuaian saat pengumuman resmi dirilis. Namun, gambaran ini cukup untuk membantu Anda menentukan strategi: memilih formasi sesuai latar belakang, memahami standar minimal yang harus dipenuhi, dan menakar seberapa ketat persaingan yang akan dihadapi.

Syarat CPNS Kejaksaan 2026: Jangan Sampai Gugur Sebelum Tes

Satu hal yang sering terjadi pada pejuang CPNS Kejaksaan: gugur di tahap verifikasi berkas karena tidak teliti membaca syarat. Padahal, jika bicara usaha belajar, banyak yang sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk latihan soal. Karena itu, memahami syarat sejak awal adalah langkah fundamental.

Secara umum, calon pelamar CPNS Kejaksaan 2026 diperkirakan akan tetap mengacu pada beberapa syarat standar berikut:

  1. Kewarganegaraan dan Integritas
    Warga Negara Indonesia.
    Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
    Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau dengan tidak hormat sebagai PNS, anggota TNI/Polri, maupun pegawai swasta.
    Tidak berstatus sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri pada saat mendaftar.
  2. Batas Usia Umum
    Minimal 18 tahun.
    Maksimal 35 tahun pada tanggal yang biasanya ditetapkan dalam pengumuman (proyeksi: sekitar 1 Desember 2026).
    Khusus untuk jabatan tertentu seperti Calon Jaksa, batas usia lebih ketat, yaitu maksimal 27 tahun.
  3. Pendidikan dan Akreditasi
    Untuk jabatan profesional (seperti Jaksa, Analis Hukum, Pranata Komputer, Analis Keuangan), umumnya disyaratkan:
    – Minimal S1.
    – Program studi dan perguruan tinggi terakreditasi A atau B (mengacu ke BAN-PT atau lembaga akreditasi yang diakui).
    Untuk formasi Penjaga Tahanan:
    – Minimal lulusan SMA atau SMK, sesuai ketentuan dalam pengumuman resmi nanti.
  4. Kondisi Kesehatan dan Rekam Jejak
    Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dari fasilitas kesehatan yang diakui.
    Bebas narkoba.
    Tidak memiliki riwayat penyakit berat tertentu yang dinyatakan tidak layak untuk tugas jabatan.
    Rekam jejak bersih, termasuk tidak terlibat dalam organisasi terlarang, tindak pidana, atau pelanggaran etik berat.

Semua persyaratan umum ini biasanya akan diperkuat dengan bukti: SKCK, surat bebas narkoba, hasil tes kesehatan, dan dokumen lain yang diminta saat tahap verifikasi.

Untuk Kejaksaan, ada beberapa syarat khusus yang sangat krusial, terutama bagi formasi yang menuntut ketahanan fisik dan penampilan tertentu. Tabel di bawah ini menggambarkan gambaran cepat untuk mengecek kelayakan:

JabatanPendidikanIPK Min.Usia Maks.Tinggi Badan Min. (Pria/Wanita)Lainnya
Calon JaksaS1 Hukum3,0027 tahun160 cm / 155 cmTidak buta warna
Penjaga TahananSMA/SMK35 tahun160 cm / 155 cmTidak buta warna
Analis HukumS1 Hukum3,0035 tahunStandar umum
Pranata KomputerS1 TI/SI35 tahunStandar umum
Analis KeuanganS1 Ekonomi/Akuntansi35 tahunStandar umum

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  1. Batas Usia Jaksa Sangat Ketat
    Untuk Calon Jaksa, batas 27 tahun sering menjadi faktor penentu. Banyak pelamar yang akhirnya tidak bisa ikut seleksi hanya karena terlambat 1 atau 2 tahun. Jika Anda saat ini mendekati usia tersebut, 2026 mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk formasi Jaksa.
  2. Tinggi Badan Penjaga Tahanan dan Jaksa
    Syarat tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita cukup konsisten muncul dalam pengumuman sebelumnya.
    Jika tinggi badan masih di bawah itu, hampir mustahil lolos seleksi administratif untuk formasi yang mensyaratkan tinggi tertentu.
    Ukur tinggi badan di fasilitas kesehatan atau tempat terpercaya, jangan sekadar memperkirakan.
  3. Tidak Buta Warna
    Untuk Jaksa dan Penjaga Tahanan, tidak buta warna menjadi syarat yang juga cukup sering muncul.
    Jika ragu, lakukan tes buta warna sederhana di klinik atau rumah sakit.
    Jangan menunggu sampai tahap tes kesehatan ketika semua sudah terlambat.
  4. IPK Minimal 3,00 untuk Jabatan Hukum
    Jabatan seperti Calon Jaksa dan Analis Hukum umumnya mensyaratkan IPK minimal 3,00.
    IPK lebih tinggi dari batas minimal akan menjadi nilai plus pada saat persaingan ketat.
    Untuk Anda dengan IPK pas-pasan di batas bawah, kompensasi dengan prestasi lain, misalnya sertifikat pelatihan hukum, pengalaman magang, atau lomba karya tulis hukum.

Alih-alih menunggu pengumuman, ada beberapa dokumen standar yang hampir pasti selalu diminta saat pendaftaran CPNS Kejaksaan. Menyiapkannya lebih awal akan mengurangi stres mendekati penutupan pendaftaran:

  • KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku.
  • Ijazah dan transkrip nilai asli serta hasil scan yang jelas.
  • Pas foto formal dengan latar belakang yang disyaratkan (biasanya merah atau biru).
  • Surat Keterangan Akreditasi Program Studi jika diperlukan.
  • SKCK dari kepolisian setempat.
  • Surat keterangan sehat dan bebas narkoba dari fasilitas kesehatan yang diakui.

Penting untuk diperhatikan: selalu baca petunjuk teknis di pengumuman resmi, terutama terkait format file, ukuran maksimal, dan ketentuan penamaan berkas digital. Banyak pelamar yang gugur hanya karena berkas tidak sesuai format yang diminta.

Baca Juga: Latsar CPNS : Banyak Gugur di Sini, Siap?

Tahapan Seleksi CPNS Kejaksaan: Strategi Bertahan Sampai Pengumuman Akhir

Setelah lolos seleksi administrasi, perjuangan sebenarnya baru dimulai. Tahapan seleksi CPNS Kejaksaan umumnya terdiri dari dua gerbang utama: SKD dan SKB. Keduanya menuntut persiapan yang berbeda, baik mental, fisik, maupun materi.

SKD (Seleksi Kompetensi Dasar): Pondasi Wajib Semua Formasi

SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN. Tes ini berlaku untuk hampir semua instansi dan menjadi filter awal yang sangat ketat.

Komponen utama SKD:

  1. TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
    Menguji pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, sejarah nasional, serta nilai-nilai kebangsaan dan bela negara.
  2. TIU (Tes Intelegensi Umum)
    Berisi soal logika, penalaran, numerik, verbal, dan kemampuan analitis. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci di sini.
  3. TKP (Tes Karakteristik Pribadi)
    Menguji integritas, etika pelayanan publik, kemampuan bekerja dalam tim, orientasi pada hasil, dan kematangan emosional. Nilai TKP umumnya memiliki rentang skor yang bervariasi per opsi jawaban, bukan sekadar benar atau salah.

Beberapa strategi persiapan SKD:

  1. Mulai latihan dari sekarang
    Jangan menunggu pengumuman keluar. Soal-soal SKD punya pola yang relatif konsisten dari tahun ke tahun. Memahami pola ini butuh jam terbang latihan.
  2. Gunakan sumber soal resmi atau terpercaya
    Banyak contoh soal yang berseliweran di internet, tetapi tidak semuanya mendekati standar BKN. Prioritaskan:
    – Bank soal yang merujuk ke standar BKN.
    – Simulasi CAT yang sudah teruji.
  3. Pasang target skor di atas passing grade
    Dengan persaingan ketat di Kejaksaan, sekadar lulus passing grade tidak cukup.
    Misalnya, jika passing grade nasional sekitar angka tertentu, Anda idealnya menargetkan jauh di atas itu, karena ranking akhir akan memperhitungkan skor keseluruhan.
  4. Latih manajemen waktu
    Banyak peserta SKD mengeluh waktu habis sebelum semua soal dikerjakan. Kuncinya:
    – Jangan terlalu lama berkutat di satu soal yang sulit.
    – Pindah ke soal berikutnya, kemudian kembali lagi jika masih ada waktu.

SKB (Seleksi Kompetensi Bidang): Uji Kompetensi Hukum, Fisik, dan Mental

Setelah dinyatakan lulus SKD dan dinyatakan lolos peringkat untuk lanjut ke tahap berikutnya, Anda akan masuk ke SKB. Di Kejaksaan, SKB biasanya sangat menentukan dan lebih spesifik terhadap jabatan yang dilamar.

Beberapa komponen SKB yang perlu diantisipasi:

  1. Tes Fisik
    Umumnya bagi formasi yang menuntut ketahanan fisik, seperti Penjaga Tahanan, dan dalam beberapa kasus juga relevan untuk Calon Jaksa.
    Bisa mencakup lari, push up, sit up, dan tes kebugaran lain.
    Tinggi badan dan berat badan ideal sering dicek ulang di tahap ini.
  2. Psikotes
    Menguji stabilitas emosi, kepribadian, kemampuan berpikir logis, serta kecocokan karakter dengan tugas penegakan hukum.
    Ini bukan tes akademis, tetapi tes konsistensi dan kematangan pribadi.
    Jawab dengan jujur dan konsisten antara satu bagian tes dengan bagian lain.
  3. Wawancara
    Sering kali menjadi momen paling mendebarkan. Dalam wawancara untuk formasi hukum seperti Jaksa atau Analis Hukum:
    Anda bisa diuji pengetahuan tentang KUHP, KUHAP, dan undang-undang terkait.
    Ditanya motivasi, integritas, dan kesiapan menghadapi tekanan kerja.
    Bisa juga ditanya sikap Anda terhadap kasus-kasus hipotetik atau dilema etika.
  4. Tes Kesehatan Lanjutan
    Membuktikan bahwa Anda benar-benar memenuhi kriteria sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, dan tidak memiliki penyakit yang bisa menghambat tugas.

Untuk formasi Calon Jaksa, SKB biasanya sangat menonjol di aspek:

  • Pemahaman mendalam tentang hukum pidana, hukum acara pidana, dan hukum pembuktian.
  • Kemampuan menganalisis kasus secara runtut dan logis.
  • Integritas pribadi, sikap terhadap godaan gratifikasi atau intervensi, serta komitmen pada prinsip keadilan.

Untuk setiap formasi utama seperti Jaksa dan Penjaga Tahanan, jumlah pelamar bisa menembus ribuan untuk hanya ratusan kursi. Ini membuat:

  • Skor SKD dan SKB harus di atas rata-rata, tidak cukup sekadar lulus.
  • Syarat fisik dan administrasi menjadi filter awal. Tinggi badan, usia, dan kelengkapan dokumen langsung menentukan apakah Anda masih boleh bertarung di tahap berikutnya.

Untuk meningkatkan daya saing:

  • Jika Anda lulusan S1 Hukum dengan IPK tinggi, gunakan keunggulan ini dalam pemilihan formasi (misalnya Calon Jaksa atau Analis Hukum).
  • Sertifikat tambahan seperti TOEFL, pelatihan hukum tertentu, atau pengalaman organisasi dapat menjadi nilai tambah saat wawancara, meskipun tidak selalu tercantum sebagai syarat wajib.
  • Bergabung dengan komunitas atau grup belajar khusus CPNS Kejaksaan untuk bertukar informasi materi dan tips, namun tetap selektif terhadap sumber informasi yang tidak resmi.
Tahapan Seleksi CPNS Kejaksaan: Strategi Bertahan Sampai Pengumuman Akhir

Strategi Menang CPNS Kejaksaan: Dari Persiapan Akademis Sampai Mental

Di titik ini, mungkin Anda sudah melihat bahwa lolos CPNS Kejaksaan tidak hanya soal pintar atau kuat fisik. Dibutuhkan kombinasi antara persiapan teknis, mental yang tahan banting, dan kedisiplinan mengelola waktu.

1. Menyusun Timeline Persiapan Pribadi

Menghadapi kemungkinan pendaftaran pada April sampai Mei 2026, Anda bisa membagi persiapan dalam beberapa fase:

  • Februari – Maret 2026
    Fokus pada latihan intensif SKD (TWK, TIU, TKP).
    Mulai cek dan lengkapi dokumen: akta lahir jika diperlukan, KK, KTP, ijazah, SKCK, surat sehat.
    Cek tinggi badan dan kondisi fisik saat ini.
  • Menjelang Pengumuman Resmi
    Pastikan akun SSCASN siap, foto dan dokumen sudah dipindai dalam kualitas baik.
    Pantau terus situs resmi Kejaksaan dan SSCASN.
    Sesuaikan strategi berdasarkan rincian formasi dan syarat final yang diumumkan.
  • Setelah Pendaftaran Dibuka
    Daftar seawal mungkin agar punya waktu jika ada kesalahan upload atau butuh revisi data.
    Tetap lanjutkan latihan SKD sekaligus mulai mengintip materi SKB, terutama untuk formasi hukum.

2. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Banyak pelamar fokus pada latihan soal, tetapi lupa bahwa seleksi Kejaksaan juga sangat menuntut fisik dan mental. Untuk itu:

  • Biasakan olahraga ringan dan rutin, misalnya lari 3 sampai 5 kali per minggu, latihan push up dan sit up gradatif.
  • Jaga pola tidur yang teratur, jangan terbiasa begadang setiap hari karena akan memengaruhi konsentrasi saat ujian.
  • Latih manajemen stres: meditasi singkat, teknik pernapasan, atau aktivitas penyaluran hobi.

Khusus bagi calon Penjaga Tahanan dan Jaksa, kebugaran tubuh dan ketahanan mental sangat penting karena tugas sehari-hari nanti akan berhadapan dengan situasi penuh tekanan.

3. Pendalaman Materi Hukum untuk Formasi Hukum

Jika Anda menargetkan formasi seperti Calon Jaksa atau Analis Hukum, persiapan materi hukum tidak bisa dilakukan instan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Review kembali materi dasar:
    – KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).
    – KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana).
    – Undang-undang terkait Kejaksaan dan tindak pidana khusus.
  • Latihan menganalisis kasus:
    – Ambil contoh kasus pidana dari berita atau buku kasus.
    – Coba uraikan unsur-unsur delik, alat bukti, dan langkah hukum yang mungkin dilakukan.
    – Biasakan menyusun argumen secara runtut, logis, dan sistematis.
  • Ikut diskusi atau kelas daring hukum jika memungkinkan, terutama yang berfokus pada praktik penuntutan dan penyidikan.

4. Mengantisipasi Risiko Gugur dan Cara Menguranginya

Beberapa penyebab kegagalan yang sering terjadi sebenarnya bisa diantisipasi:

  • Usia lewat batas
    Jika Anda sudah mendekati batas usia untuk Jaksa, jangan menunda. Segera manfaatkan seleksi 2026 ini dengan persiapan maksimal.
  • Tinggi badan kurang
    Jika tinggi badan memang di bawah syarat minimal, lebih realistis memilih formasi lain yang tidak mensyaratkan tinggi badan spesifik, asalkan tersedia dan sesuai latar belakang pendidikan.
  • Berkas tidak lengkap atau salah format
    Baca pengumuman resmi berkali-kali. Jangan hanya mengandalkan rangkuman dari orang lain. Cek:
    – Format file (JPG, PNG, atau PDF).
    – Ukuran maksimal file.
    – Nama file jika diwajibkan menggunakan format tertentu.
  • Kurang informasi resmi
    Biasakan double-check informasi dari grup atau media sosial ke:
    – Situs Kejaksaan RI.
    – Portal SSCASN BKN.
    – Akun resmi instansi.

5. Menguatkan Motivasi: Kenapa Memilih Kejaksaan?

Di tengah persaingan yang berat dan proses panjang, motivasi yang jernih akan menolong Anda bertahan. Beberapa hal yang sering menjadi alasan kuat pelamar memilih CPNS Kejaksaan:

  • Keinginan berkontribusi langsung pada penegakan hukum dan keadilan.
  • Peluang karier yang jelas, terutama bagi Jaksa yang bisa berkembang menjadi penuntut umum dengan peran strategis.
  • Gaji awal yang kompetitif untuk Jaksa, berkisar sekitar 8 sampai 10 juta rupiah ditambah berbagai tunjangan.
  • Stabilitas sebagai ASN dengan jenjang karier dan perlindungan yang relatif terstruktur.

Jika Anda merasa cemas atau meragukan kemampuan sendiri, ingat bahwa setiap tahun selalu ada pelamar yang awalnya merasa biasa saja, tetapi berhasil lolos karena:

  • Konsisten belajar.
  • Disiplin mengelola waktu.
  • Jujur pada diri sendiri dan mau memperbaiki kelemahan.

Tidak semua orang yang lebih pintar atau lebih kuat fisik otomatis lolos. Yang sering bertahan sampai akhir adalah mereka yang paling serius menyiapkan diri dan paling tekun menjaga ritme persiapan.

Pada akhirnya, perjalanan menuju CPNS Kejaksaan bukan hanya soal mendapatkan NIP dan seragam Korps Adhyaksa. Ini juga proses membentuk diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, tangguh, dan berintegritas tinggi.

Mulailah dari hal-hal yang bisa Anda kontrol hari ini: belajar rutin SKD, menyiapkan dokumen, menjaga fisik, dan memantau informasi resmi.

Peluang 2026 terbuka lebar, namun tidak menunggu orang yang ragu terlalu lama. Jika Kejaksaan adalah jalan yang Anda pilih, gunakan waktu tersisa sebelum pendaftaran sebaik mungkin.

Jadikan setiap hari sebagai investasi kecil menuju satu hari pengumuman ketika nama Anda tercantum sebagai salah satu yang lulus seleksi CPNS Kejaksaan. Terus berproses, tetap waras, dan jangan lupa istirahat. Perjalanan ini panjang, tetapi sangat layak untuk diperjuangkan.

Sumber Referensi
  • BUKITMAKMUR.ID – CPNS Kejaksaan 2026: Formasi, Syarat, Cara Daftar Lengkap
  • IPIDIKLAT.ID – Syarat dan Formasi CPNS Kejaksaan 2026
  • SMARTCASN.COM – CPNS Kejaksaan 2026: Informasi Formasi dan Seleksi
  • BUNGKUSELATAN.ID – Pendaftaran CPNS 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Formasi dan Syarat Lulus di SSCASN BKN
  • REKRUTMEN.KEJAKSAAN.GO.ID – Portal Rekrutmen Kejaksaan Republik Indonesia

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover Slider
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. ✅Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 âœ…Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 âœ…Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 âœ…Terdapat Analisis salah dan benar
 âœ…Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 âœ…Grafik perkembangan skor simulasi
 âœ…Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 âœ…Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 âœ…Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 âœ…Skor keluar real time
 âœ…Soal bisa didownload dan diprint
 âœ…Video pembahasan dan teks pembahasan
 âœ…Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Yuk, Susun Strategi Belajarmu

Dapatkan arahan belajar sesuai target CPNS yang ingin kamu tuju.

Journey JadiASN - Gratis!

Coba gratis Journey JadiASN untuk strategi lolos SKD CPNS 2026 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang CPNS

Mulai Perjalanan Belajar CPNS-mu Sekarang