Dokumen CPNS Apa Saja Biar Tidak Gugur Berkas?!

dokumen cpns apa saja

Dokumen CPNS Apa Saja – Jika kamu sedang bersiap menghadapi seleksi CASN, pasti pertanyaan pertama yang muncul adalah: “dokumen cpns apa saja yang wajib disiapkan, supaya tidak gugur cuma karena salah berkas?”

Di era seleksi digital lewat portal SSCASN BKN, kelengkapan dan ketepatan dokumen sama krusialnya dengan nilai SKD dan SKB. Banyak pelamar CPNS 2024 yang gagal bukan karena tidak mampu mengerjakan soal, tetapi karena dokumennya blur, ukurannya kebesaran, atau tidak sesuai format instansi.

Mengingat pemerintah juga menyiapkan rekrutmen CPNS 2026, memahami peta berkas dari sekarang akan jadi *“senjata teknis”* kamu untuk mengamankan status *Lolos Administrasi*.

Tulisan ini membahas secara rinci, runut, dan teknis tentang dokumen apa saja yang dibutuhkan, spesifikasi file di SSCASN, perbedaan syarat tiap kategori pelamar, sampai trik praktis agar berkas kamu rapi, terbaca, dan lolos sistem tanpa drama menjelang deadline.

Dokumen CPNS Apa Saja Biar Tidak Gugur Berkas?!

Dokumen CPNS Apa Saja yang Wajib Disiapkan Sejak Awal?

Sebelum membedah detail tiap dokumen, bayangkan proses pendaftaran CPNS seperti dua tahap besar: 1) registrasi akun dan pengisian data di SSCASN, 2) upload berkas sesuai formasi dan instansi.

Kegagalan di tahap administrasi hampir selalu terjadi karena dua hal: berkas tidak lengkap atau berkas tidak sesuai spesifikasi teknis. Di sini kamu perlu memperlakukan setiap file seperti komponen sistem: salah satu tidak sesuai standar, seluruh mekanisme bisa gagal.

“Paket wajib nasional” berikut adalah set berkas dasar yang hampir selalu diminta di berbagai pengumuman seleksi CPNS, baik 2024 maupun proyeksi 2026. Anggap ini sebagai baseline logistik sebelum kamu bicara soal strategi nilai SKD/SKB.

1. KTP Elektronik: Titik Awal Validasi Identitas

KTP elektronik adalah dokumen pertama yang mengikat semua data kamu di SSCASN, mulai dari NIK hingga alamat. Sistem akan menarik dan mencocokkan data dengan basis data Dukcapil, sehingga kesalahan kecil seperti beda huruf nama bisa berujung NIK tidak terdaftar. Secara teknis, inilah “primary key” identitasmu.

Hal teknis yang perlu kamu perhatikan:

– Format file: JPEG atau JPG.
– Ukuran maksimal: umumnya 200 KB.
– Kualitas scan: harus jernih, tidak buram, tidak terpotong sisi mana pun.

Jika KTP kamu belum jadi atau bermasalah, sebagian instansi mengizinkan:

– Surat keterangan dari Disdukcapil yang menyatakan KTP masih dalam proses.
– Pastikan surat ini resmi, bermeterai (jika disyaratkan), serta masih berlaku saat masa pendaftaran.

Tips teknis:

– Gunakan scanner atau aplikasi scan di ponsel dengan mode “document”, bukan foto biasa.
– Cek lagi area NIK, nama, tempat tanggal lahir, dan alamat, pastikan terbaca jelas sebelum dikompres ke 200 KB.

2. Kartu Keluarga (KK): Fondasi Data Kependudukan

KK menjadi rujukan untuk mencocokkan NIK, nomor KK, susunan keluarga, dan kadang juga menjadi pendukung untuk formasi khusus (misalnya putra-putri daerah tertentu).

Pada beberapa pengumuman CPNS, KK tidak selalu diminta sebagai file terpisah, tetapi komponen datanya wajib diisi: nomor KK dan NIK pemilik KK.

Hal yang perlu dijaga:

– Scan seluruh lembar KK, tidak terpotong.
– Pastikan KK yang digunakan adalah yang terbaru (jika pernah ada perubahan anggota keluarga, alamat, atau status).

Jika kamu baru pindah domisili dan KK belum diperbarui, segera urus lebih awal di Disdukcapil agar tidak tergesa-gesa ketika pendaftaran dibuka. Secara taktis, ini menghindari konflik data antara KTP, KK, dan input SSCASN.

Baca Juga: Materi TWK CPNS 2026: Nilai Mentok Terus? Ini Solusinya!

3. Ijazah Terakhir: Bukti Kualifikasi Pendidikan

Ijazah adalah basis utama untuk menentukan apakah kamu memenuhi kualifikasi pendidikan formasi yang dilamar. Instansi akan menilai jenjang pendidikan, program studi, kesesuaian dengan rumpun jabatan, dan kadang melihat juga akreditasi prodi dan perguruan tinggi.

Spesifikasi dokumen:

– Format file: PDF.
– Ukuran maksimal: sekitar 800 KB.
– Harus jelas, tidak terpotong, seluruh teks terbaca.

Pada beberapa jabatan profesi (misalnya tenaga kesehatan, guru, atau jabatan fungsional tertentu), ijazah saja tidak cukup. Kamu bisa diminta melampirkan:

– STR (Surat Tanda Registrasi) untuk tenaga kesehatan,
– Serdik (Sertifikat Pendidik) untuk guru,
– Sertifikat keahlian tertentu yang dipersyaratkan formasi.

Perhatikan pula soal legalisir:

– Sejumlah instansi masih mensyaratkan ijazah yang telah dilegalisir dan discan.
– Legalisir sebaiknya yang terbaru dan masih dalam masa berlaku jika diatur oleh instansi.
– Jangan menunggu pengumuman resmi baru mengurus legalisir, karena antrean kampus bisa panjang mendekati seleksi nasional.

4. Transkrip Nilai: Menguatkan Profil Akademik

Transkrip nilai sering menjadi penentu saat ada minimal IPK yang disyaratkan, instansi melakukan rangking administratif, atau untuk membandingkan pelamar yang kualifikasinya hampir sama. Di sini, detail angka IPK dan distribusi nilai semester bisa menjadi faktor pembeda.

Spesifikasi:

– Format file: PDF.
– Ukuran maksimal: sekitar 500 KB.
– Semua semester harus terbaca, termasuk IPK akhir.

Jika kamu pernah mengurus transkrip pengganti, dokumen itu yang di-scan dan diunggah, selama diterbitkan resmi oleh kampus. Legalisir yang masih berlaku sering kali diminta, jadi pastikan kamu memilikinya lebih dari satu lembar untuk antisipasi.

5. Pas Foto Latar Merah: Identitas Visual Resmi

Pas foto menjadi identitas visual yang akan muncul di kartu peserta dan dokumen internal instansi. Ketentuannya biasanya: latar belakang merah, pakaian rapi dan formal, serta wajah terlihat jelas dan proporsional. Di tahap ini, kamu sedang membangun citra profesional di atas kertas.

Spesifikasi digital:

– Format file: JPEG atau JPG.
– Ukuran maksimal: sekitar 200 KB.

Pastikan:

– Wajah menghadap depan, tidak miring, tidak terhalang rambut atau aksesoris berlebihan.
– Pencahayaan merata, tidak terlalu gelap atau over-exposure.

Foto yang baik memberi kesan profesional dan serius, yang secara psikologis juga berpengaruh ketika panitia melihat berkas kamu.

6. Swafoto / Selfie: Verifikasi Ganda Identitas

Swafoto biasanya diminta dengan aturan spesifik, misalnya kamu memegang KTP atau Kartu Informasi Akun SSCASN. Fungsinya adalah verifikasi ganda bahwa wajah, identitas tertulis, dan akun SSCASN benar-benar milik orang yang sama.

Spesifikasi:

– Format file: JPEG atau JPG.
– Ukuran maksimal: sekitar 200 KB.

Fungsinya adalah mencegah pemalsuan identitas dan membantu panitia memastikan bahwa orang yang mendaftar adalah pemilik KTP, serta mengurangi risiko praktik pinjam identitas atau joki.

Tips teknis:

– Minta bantuan orang lain untuk mengambil foto agar sudut dan jarak tepat.
– Pastikan teks di KTP masih dapat terbaca ketika diperbesar.
– Jangan gunakan filter atau editing berlebihan yang mengubah warna wajah atau latar.

7. Data Diri Lengkap: Harus Konsisten dengan KTP

Selain berkas visual dan PDF, ada “dokumen tak terlihat” yang justru sangat penting, yaitu data yang kamu input di SSCASN: NIK, nomor KK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kabupaten/kota sesuai KTP, nomor HP aktif, dan email aktif. Inilah “layer data” yang menjadi basis semua verifikasi.

Kesalahan satu karakter pun bisa memicu gagal sinkron dengan Dukcapil atau penolakan administrasi oleh instansi. Gunakan selalu KTP sebagai rujukan satu-satunya saat mengisi data. Jangan mengandalkan ingatan, karena typo sering kali terjadi justru pada nama atau tanggal lahir.

Poin kunci: untuk tahap awal, kamu ingin semua dokumen ini bukan hanya lengkap, tetapi juga *standar dan konsisten*. Di sinilah kamu membangun “baseline administrasi” yang solid sebelum masuk ke persyaratan tambahan masing-masing instansi.

Dokumen CPNS Apa Saja yang Wajib Disiapkan Sejak Awal?

Dokumen Tambahan dan Taktik Teknis di SSCASN

Setelah paket dasar aman, kamu masuk lapisan kedua: dokumen tambahan yang bergantung pada latar belakang pendidikan, jenis jabatan, jalur formasi, dan kebijakan instansi.

Inilah area dengan variabel paling banyak, tempat banyak pelamar tergelincir hanya karena tidak membaca pengumuman sampai tuntas.

Secara taktis, kamu perlu mengelompokkan kebutuhan dokumen tambahan sesuai profilmu: lulusan SMA/SMK, sarjana, guru THK-2, tenaga kesehatan, pelamar disabilitas, diaspora, atau formasi khusus lain. Berikut peta dokumen yang paling sering muncul.

1. Untuk Lulusan SMA/SMK/Sederajat

Formasi untuk lulusan SMA/SMK masih cukup banyak di beberapa instansi, terutama di CPNS 2024 dan diproyeksikan tetap ada di 2026. Selain dokumen umum, biasanya diminta:

1) Fotokopi akta kelahiran
– Untuk menguatkan data tempat dan tanggal lahir.
– Menjadi rujukan jika ada perbedaan di KTP atau KK.
– Scan harus jelas, seluruh isi akta terbaca.

2) Surat keterangan (jika ada kondisi khusus)
– Misalnya surat keterangan belum menikah, atau surat keterangan domisili, tergantung ketentuan instansi.
– Fungsi utamanya adalah membuktikan status atau kondisi khusus yang berkaitan dengan formasi.

3) CV atau daftar riwayat hidup
– Di beberapa instansi diminta dalam format tertentu.
– Berisi riwayat pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja jika ada.
– Susun dengan rapi dan sistematis agar mudah dibaca panitia.

4) Surat pernyataan siap ditempatkan di seluruh wilayah kerja
– Biasanya mengikuti format yang diberikan instansi.
– Ditandatangani di atas materai yang berlaku.
– Menjadi bukti bahwa kamu bersedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan organisasi.

Pelamar SMA/SMK seringkali bersaing di formasi dengan kualifikasi tinggi, sehingga kualitas penyusunan dokumen bisa menjadi sinyal kedisiplinan dan keseriusan di mata panitia.

2. Untuk Guru Kategori THK-2

Bagi guru honorer yang masuk kategori THK-2, ada syarat dokumen yang sangat spesifik, salah satunya:

Scan Surat Penugasan Guru
– Format: PDF.
– Ukuran maksimal: sekitar 500 KB.
– Diterbitkan oleh pejabat berwenang, sesuai masa kerja yang diakui.

Surat ini menjadi dasar pengakuan status dan masa pengabdian kamu. Jika ada ketidaksesuaian tanggal, unit kerja, atau pejabat penandatangan, bisa berujung masalah saat verifikasi berkas.

Simpan versi asli dengan baik dan pastikan scan dilakukan dengan kualitas tinggi, karena ini “dokumen kunci” bagi jalur THK-2.

3. Surat Lamaran dan Surat Pernyataan: “Bahasa Hukum” Komitmen Kamu

Hampir semua instansi mewajibkan:

Surat lamaran
– Ditujukan kepada pimpinan instansi (Menteri, Kepala Lembaga, Gubernur, Bupati/Walikota).
– Mengikuti format resmi yang diberikan pada pengumuman.
– Ditandatangani di atas materai 10.000 jika disyaratkan.
– Di-scan dalam format PDF.

Surat pernyataan
– Sering berupa “Surat Pernyataan 7 Poin” atau lebih yang memuat: tidak pernah dihukum penjara, tidak pernah diberhentikan tidak hormat, tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/TNI/Polri, tidak terlibat organisasi terlarang, sanggup ditempatkan di seluruh wilayah NKRI, dan sebagainya.
– Biasanya wajib diketik dengan jenis dan ukuran font tertentu (misalnya Tahoma 12, kertas F4).
– Ditandatangani bermaterai sesuai ketentuan.
– Discan dalam format PDF.

Meskipun terlihat “formalitas”, surat ini sering menjadi alasan diskualifikasi jika salah format, tidak bermaterai padahal diwajibkan, tanda tangan tidak jelas, atau tidak sama dengan contoh resmi dari instansi.

Secara taktis, kamu harus memperlakukan setiap kalimat di format resmi sebagai “spesifikasi sistem” yang wajib dipatuhi.

Baca Juga: CPNS Perawat 2026: Saingan Gila, Siap Tembus Formasi?

4. SKCK, Surat Keterangan Sehat, dan Bebas Narkoba

Dokumen ini sering menimbulkan pertanyaan: disiapkan sekarang atau nanti? Polanya umumnya seperti ini:

SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
– Umumnya tidak wajib diupload saat pendaftaran awal.
– Hampir pasti diminta saat pemberkasan NIP setelah dinyatakan lulus seleksi.
– Tanggal penerbitan biasanya dibatasi, misalnya maksimal 6 bulan sebelum pemberkasan.

Saran taktis:

Pantau pengumuman instansi. Jika dipastikan akan diminta, urus SKCK tidak terlalu awal, tetapi juga jangan mepet, agar masa berlakunya cukup sampai proses NIP.

Surat keterangan sehat jasmani dan rohani
– Diterbitkan oleh rumah sakit pemerintah atau puskesmas.
– Bisa diminta pada tahap seleksi lanjutan atau pemberkasan.
– Sering dilengkapi dengan keterangan bebas narkoba.

Surat keterangan bebas narkoba
– Diterbitkan oleh laboratorium yang diakui, rumah sakit, atau BNN.
– Kadang menjadi syarat akhir sebelum pengangkatan CPNS.

Meski tidak selalu diupload di awal, kamu perlu menyiapkan waktu, biaya, dan rencana logistik untuk pengurusan dokumen ini jika nanti dinyatakan lulus.

5. Sertifikat TOEFL, Sertifikat Keahlian, dan Akreditasi

Untuk formasi tertentu, terutama di kementerian atau lembaga teknis, sering ada keharusan melampirkan:

Sertifikat TOEFL / kemampuan bahasa asing
– Biasanya mencantumkan minimal skor (misalnya TOEFL PBT 450, TOEFL ITP 500, dan seterusnya).
– Hanya sertifikat dari lembaga yang diakui yang akan diterima.
– Masa berlakunya harus diperhatikan jika ada batasan dari instansi.

Sertifikat keahlian
– Misalnya sertifikasi IT, keuangan, project management, atau keahlian teknis lain.
– Dapat memperkuat profil kamu di hadapan panitia seleksi.

Bukti akreditasi program studi dan perguruan tinggi
– Dalam beberapa seleksi, hanya lulusan prodi dengan akreditasi tertentu yang diterima.
– Bukti akreditasi bisa berupa screenshot halaman resmi BAN-PT/LAM yang menunjukkan akreditasi prodi, atau salinan sertifikat akreditasi dari kampus.
– Biasanya digabung ke dalam satu file PDF sesuai petunjuk.

Jika formasi yang kamu incar mensyaratkan hal ini, siapkan dari jauh hari. Proses meminta dokumen dari kampus atau lembaga sertifikasi bisa memakan waktu, dan ini bukan jenis berkas yang nyaman diurus saat H-1 penutupan.

6. Dokumen Khusus Formasi Tertentu

Untuk formasi-formasi khusus seperti disabilitas, diaspora, putra/putri Papua atau putra daerah tertentu, serta eks tenaga honorer dengan kategori tertentu, biasanya ada tambahan dokumen, misalnya:

– Surat keterangan disabilitas dari rumah sakit pemerintah.
– Surat keterangan domisili atau silsilah keluarga.
– Dokumen yang menguatkan status diaspora (misalnya paspor, bukti tinggal di luar negeri, dan sebagainya).
– SK pengangkatan honorer, daftar hadir, atau dokumen riwayat kerja lainnya.

Karena variasinya sangat luas dan spesifik, satu-satunya cara aman adalah: membaca pengumuman instansi sampai selesai, mengikuti kanal resmi instansi dan BKN, serta menggunakan checklist pribadi untuk memastikan semua berkas terbaca, lengkap, dan sesuai format.

7. Cara Menyiapkan Dokumen Secara Teknis agar Aman di SSCASN

Setelah memahami jenis-jenis berkas, langkah berikutnya adalah memastikan semua dokumen lolos secara teknis di sistem SSCASN. Di sini kamu bermain di level “engineering”: ukuran file, format, kualitas, dan konsistensi data.

Beberapa prinsip praktis:

1) Pahami batas ukuran file sebelum scan
– Untuk foto, KTP, dan swafoto: target maksimal 200 KB.
– Untuk ijazah dan STR/Serdik: target maksimal 800 KB.
– Untuk transkrip dan surat penugasan guru: sekitar 500 KB.

2) Gunakan aplikasi kompres PDF dan foto yang menjaga kualitas
– Hindari kompres berlebihan yang membuat huruf jadi pecah atau blur.
– Lakukan tahapannya: scan → cek kualitas → kompres → cek kualitas lagi.

3) Gunakan penamaan file yang rapi dan konsisten
– Misalnya: “KTP_NamaLengkap.jpg”, “Ijazah_S1_NamaLengkap.pdf”, “Transkrip_S1_NamaLengkap.pdf”.
– Ini membantu saat kamu harus upload ulang atau memeriksa berkas satu per satu.

4) Simpan backup di beberapa tempat
– Simpan di laptop, cloud storage, dan flashdisk.
– Jika suatu saat file korup atau hilang, kamu tidak perlu scan ulang di waktu mepet.

5) Cek kembali kesesuaian isi dokumen dengan data di SSCASN
– Nama di ijazah dan KTP: apakah sama persis?
– Jika ada perbedaan (misalnya penulisan nama, gelar, atau tanggal lahir), segera urus surat keterangan dari Disdukcapil atau kampus sesuai kebutuhan.

6) Baca pengumuman instansi minimal dua kali
– Pengumuman nasional CPNS hanya memberi kerangka umum, sedangkan tiap instansi punya “aturan rumah” sendiri.
– Jangan mengandalkan pengalaman teman di instansi lain, karena persyaratan bisa berbeda.

7) Manfaatkan checklist pribadi
– Buat daftar dokumen umum dan dokumen khusus instansi.
– Centang satu per satu begitu selesai disiapkan.
– Cara sederhana ini mengurangi risiko ada satu dokumen yang kelupaan di menit terakhir.

Dengan menyiapkan semua berkas dari jauh hari, kamu mengurangi beban stres menjelang pendaftaran. Saat peserta lain sibuk cari tempat scan dan kompres file di hari terakhir, kamu sudah bisa fokus ke hal yang lebih penting: belajar soal SKD dan SKB.

Pada akhirnya, seleksi CPNS bukan hanya tentang seberapa pintar kamu mengerjakan soal, tetapi juga seberapa disiplin dan teliti kamu memenuhi persyaratan administratif.

Pertanyaan “dokumen cpns apa saja” tidak boleh baru muncul ketika portal SSCASN sudah hampir ditutup. Semakin awal kamu memetakan kebutuhan berkas, semakin kecil kemungkinan terkena “diskualifikasi teknis” yang sebenarnya bisa dihindari.

Mulailah dari sekarang: susun berkas, cek kembali data kependudukan, urus legalisir, dan siapkan semua kemungkinan dokumen tambahan untuk formasi yang kamu incar.

Semua ini mungkin terasa teknis dan melelahkan, tetapi justru di sinilah kamu sedang melatih karakter yang dibutuhkan seorang ASN: teliti, taat prosedur, dan tidak menganggap remeh detail kecil.

Begitu fondasi administrasi sudah aman, jalur kamu untuk fokus belajar materi SKD dan SKB akan jauh lebih lapang. Pelan-pelan, rapi, dan konsisten, kamu sedang membangun pondasi kuat untuk menyambut seleksi CPNS 2024 maupun 2026 dengan jauh lebih percaya diri.

Sumber Referensi
  • GLINTS.COM – Berkas CPNS 2024, Ini Daftar Dokumen yang Wajib Disiapkan
  • NEWSSETUP.KONTAN.CO.ID – Catat 7 Dokumen Persyaratan CPNS 2024, Jenis File dan Ukurannya
  • ANTARANEWS.COM – Ingin Daftar CPNS 2026, Ini Daftar Berkas yang Harus Disiapkan
  • FAHUM.UMSU.AC.ID – Daftar CPNS 2026, Siapkan Berkas Ini
  • PAPUAPEGUNUNGAN.KPU.GO.ID – Informasi Lengkap Seleksi CPNS 2026, Jadwal, Formasi, dan Persyaratan Resmi
  • GEMASI.ID – CPNS 2026, Daftar Lengkap Formasi untuk Lulusan SMA/SMK
  • BUKITMAKMUR.ID – Update Syarat CPNS 2026 Lengkap Terbaru Resmi dari BKN
  • SKILLACADEMY.COM – Apa Saja Syarat Pendaftaran CASN
  • EDUTHAMA.COM – Berkas Persyaratan Pendaftaran Tes CAT SKD SKB CPNS SSCASN BKN
  • SCRIBD.COM – Checklist Kelengkapan Dokumen SSCASN CPNS

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover Slider
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Yuk, Susun Strategi Belajarmu

Dapatkan arahan belajar sesuai target CPNS yang ingin kamu tuju.

Journey JadiASN - Gratis!

Coba gratis Journey JadiASN untuk strategi lolos SKD CPNS 2026 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang CPNS

Mulai Perjalanan Belajar CPNS-mu Sekarang