Silogisme CPNS Rahasia Nilai TIU Tinggi yang Jarang Dibongkar!

Silogisme CPNS

Silogisme CPNS – adalah salah satu tipe soal logika yang diam-diam sering muncul di Tes Intelegensi Umum (TIU), dan tanpa disadari jadi penyebab banyak pejuang NIP gagal menyentuh passing grade, padahal mereka sudah belajar mati-matian.

Di tengah persaingan seleksi CPNS/CASN yang makin ketat, kemampuan memahami pola silogisme bukan lagi “bonus”, tetapi kebutuhan dasar kalau kamu ingin aman di perangkingan dan tidak tumbang hanya karena salah membaca hubungan premis dan kesimpulan.

Apalagi di era sekarang, ketika formasi terbatas, nilai SKD jadi filter besar-besaran, dan satu soal logika yang salah bisa menggesermu keluar dari 3 besar peringkat.

Kabar baiknya, silogisme bukan ilmu sihir. Ini “hanya” pola berpikir yang bisa dilatih. Kalau kamu pernah merasa: “Kok soal logika TIU kayak jebakan ya?” kemungkinan besar kamu belum benar-benar paham struktur silogisme.

Artikel ini akan membedah silogisme cpns secara pelan-pelan, dengan bahasa santai, contoh konkret, plus tips belajar yang manusiawi (tanpa bikin burnout), khusus buat kamu yang mungkin sudah beberapa kali gagal dan mulai ragu: “Aku ini memang nggak pinter logika, atau cuma belum ketemu cara belajarnya?”

Tenang. Kamu tidak sendirian, dan kemampuan logika itu bisa dilatih, bukan bawaan lahir.

Apa Itu Silogisme dalam Konteks CPNS?

Silogisme CPNS

Sebelum masuk ke trik, kita perlu sepakat dulu: apa sebenarnya silogisme cpns itu?

Secara sederhana, silogisme adalah bentuk penalaran deduktif yang terdiri dari tiga bagian: premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Bentuk klasiknya kira-kira seperti ini:

  • Premis mayor: Semua A adalah B.
  • Premis minor: C adalah A.
  • Kesimpulan: Maka, C adalah B.
Baca juga: Tidak Lulus Latsar CPNS Bisa Batal Jadi PNS? Simak Faktanya

Contoh klasik yang sering dipakai di logika:

  • Semua manusia pasti mati.
  • Socrates adalah manusia.
  • Jadi, Socrates pasti mati.

Dalam konteks silogisme cpns, pola ini diterjemahkan menjadi soal-soal TIU yang meminta kamu menentukan apakah suatu kesimpulan “pasti benar”, “mungkin benar”, atau “salah” berdasarkan dua atau lebih pernyataan (premis) yang diberikan. Di sini, yang diuji bukan hafalan, tetapi:

  • Seberapa teliti kamu membaca premis.
  • Seberapa konsisten kamu menarik kesimpulan tanpa menambah-nambahi informasi.
  • Seberapa kuat fokusmu di bawah tekanan waktu.

Silogisme sendiri punya beberapa jenis, di antaranya:

  • Silogisme kategoris: berbicara tentang kelompok/kelas (semua, sebagian, tidak ada).
  • Silogisme hipotetis: menggunakan “jika…, maka…”.
  • Silogisme disjungtif: menggunakan “atau”.

Di soal silogisme cpns, biasanya yang muncul adalah kombinasi dari ketiganya, tapi dibungkus dengan kalimat sehari-hari sehingga kelihatan “cerita biasa”, padahal isinya jebakan logika.

Kenapa Silogisme Penting di TIU?

TIU bukan sekadar tes “cerdas atau tidak”. Di balik soal-soalnya, BKN ingin mengukur:

  • Kemampuan berpikir runtut dan sistematis.
  • Kemampuan menganalisis informasi yang saling berkaitan.
  • Kemampuan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan perasaan.

Dan silogisme cpns adalah salah satu alat paling efektif untuk menguji itu. Artinya, kalau kamu menguasai silogisme:

  • Kamu bisa mengamankan beberapa poin penting di TIU.
  • Kamu mengurangi risiko “salah logika” yang bikin nilai jatuh.
  • Kamu melatih otak untuk berpikir seperti “mesin analisis” sangat berguna juga nanti saat sudah jadi ASN yang harus membaca aturan dan mengambil keputusan.

Jadi, belajar silogisme bukan cuma demi lulus tes, tapi juga investasi cara berpikir jangka panjang.

Bedah Struktur Silogisme CPNS: Dari Teori ke Soal Nyata

Sekarang kita masuk ke dapurnya. Bagaimana cara kerja silogisme cpns secara teknis, dan di mana biasanya jebakan muncul?

1. Silogisme Kategoris: “Semua”, “Sebagian”, “Tidak Ada”

Ini tipe yang paling sering muncul. Ciri-cirinya: ada kata-kata seperti “semua”, “setiap”, “seluruh”, “sebagian”, “tidak satu pun”, “tidak ada”.

Contoh pola dasar:

  • Premis 1: Semua pegawai negeri adalah abdi negara.
  • Premis 2: Semua abdi negara adalah pelayan publik.
  • Kesimpulan: Semua pegawai negeri adalah pelayan publik.

Di sini, “pegawai negeri” adalah A, “abdi negara” adalah B, dan “pelayan publik” adalah C. Hubungan A–B–C membentuk rantai yang logis.

Sekarang, bayangkan versi soal silogisme cpns:

Premis:
1) Semua peserta CPNS adalah warga negara Indonesia.
2) Sebagian warga negara Indonesia adalah lulusan S1.

Manakah kesimpulan yang pasti benar?

  • A. Semua peserta CPNS adalah lulusan S1.
  • B. Sebagian peserta CPNS adalah lulusan S1.
  • C. Tidak ada peserta CPNS yang lulusan S1.
  • D. Sebagian warga negara Indonesia adalah peserta CPNS.

Analisis pelan-pelan:

  • Dari premis 1: semua peserta CPNS ⊂ WNI.
  • Dari premis 2: sebagian WNI ⊂ lulusan S1.

Yang pasti benar?

  • A: “Semua peserta CPNS lulusan S1” → tidak bisa dipastikan, karena premis hanya bilang “sebagian WNI lulusan S1”, bukan semua.
  • B: “Sebagian peserta CPNS lulusan S1” → ini mungkin benar, tapi tidak pasti, karena bisa saja peserta CPNS justru berasal dari bagian WNI yang bukan lulusan S1 (premis tidak memberi info cukup).
  • C: “Tidak ada peserta CPNS lulusan S1” → jelas tidak bisa dipastikan, bertentangan dengan kemungkinan dari premis.
  • D: “Sebagian WNI adalah peserta CPNS” → premis tidak pernah menyatakan bahwa ada WNI yang pasti menjadi peserta CPNS, hanya bahwa peserta CPNS itu WNI.

Kesimpulan: tidak ada yang pasti benar. Di beberapa tipe soal, jawabannya bisa berupa “kesimpulan tidak dapat ditentukan” atau “tidak ada kesimpulan yang benar”.

Jebakan utamanya: otak kita sering mengisi celah informasi dengan “logika dunia nyata”. Kita tahu di dunia nyata, banyak peserta CPNS lulusan S1, sehingga kita tergoda memilih B. Padahal, dalam silogisme cpns, kamu hanya boleh menggunakan informasi yang tertulis di premis, bukan pengetahuan umum.

2. Silogisme Hipotetis: “Jika…, Maka…”

Jenis ini menggunakan pola sebab–akibat atau kondisi:

  • Jika A, maka B.
  • Jika B, maka C.
  • Maka, jika A, maka C.

Contoh sederhana:

  • Jika seseorang lulus SKD, maka ia berhak ikut SKB.
  • Jika seseorang berhak ikut SKB, maka ia harus menyiapkan berkas administrasi.
  • Jadi, jika seseorang lulus SKD, ia harus menyiapkan berkas administrasi.

Dalam silogisme cpns, bentuknya bisa seperti ini:

1) Jika nilai TIU di bawah passing grade, maka peserta tidak lulus SKD.
2) Jika peserta tidak lulus SKD, maka ia tidak dapat mengikuti SKB.

Manakah pernyataan yang benar?

  • A. Jika nilai TIU di atas passing grade, maka peserta pasti ikut SKB.
  • B. Jika peserta ikut SKB, maka nilai TIU-nya di atas passing grade.
  • C. Jika peserta tidak ikut SKB, maka nilai TIU-nya di bawah passing grade.
  • D. Jika nilai TIU di bawah passing grade, maka peserta tidak dapat mengikuti SKB.

Analisis:

  • Dari premis, rantai logikanya: TIU < PG → tidak lulus SKD → tidak ikut SKB.
  • A: “TIU di atas PG → pasti ikut SKB” → salah, karena masih ada komponen TKP dan TWK.
  • B: “Ikut SKB → TIU di atas PG” → ini tampak masuk akal, tapi premis tidak menyatakan bahwa TIU adalah satu-satunya faktor.
  • C: “Tidak ikut SKB → TIU di bawah PG” → lagi-lagi, premis tidak menyatakan bahwa TIU adalah satu-satunya penyebab.
  • D: “TIU di bawah PG → tidak dapat mengikuti SKB” → ini langsung mengikuti rantai premis, jadi benar.

Kuncinya: fokus pada apa yang pasti mengikuti dari premis, bukan pada apa yang “sepertinya benar di dunia nyata”.

3. Silogisme Disjungtif: “Atau”

Silogisme disjungtif menggunakan “atau” (dan kadang “tetapi tidak keduanya”). Misalnya:

  • A atau B.
  • B salah.
  • Maka, A benar.

Dalam soal silogisme cpns, bentuknya bisa seperti:

1) Seorang peserta CPNS hanya bisa memilih instansi pusat atau instansi daerah.
2) Andi tidak memilih instansi daerah.

Kesimpulan yang tepat adalah…

Kesimpulan: Andi memilih instansi pusat.

Namun, jika kalimatnya:

1) Seorang peserta CPNS bisa memilih instansi pusat atau instansi daerah.

Tanpa kata “hanya”, “salah satu”, atau “tetapi tidak keduanya”, maka “atau” di sini bisa berarti: salah satu atau keduanya. Ini sering jadi jebakan di silogisme cpns. Kamu harus peka pada kata-kata pembatas.

Langkah Praktis Menyelesaikan Soal Silogisme CPNS Tanpa Pusing

Silogisme CPNS

Sekarang, bagaimana cara mengerjakan soal silogisme cpns dengan lebih tenang dan terstruktur, terutama kalau kamu sudah beberapa kali gagal dan mulai trauma sama kata “logika”?

1. Tulis Simbol, Jangan Andalkan Ingatan

Saat membaca premis, jangan hanya “mendengar” di kepala. Tuliskan dalam bentuk simbol atau singkatan:

  • “Semua pegawai negeri adalah abdi negara” → PN ⊂ AN
  • “Sebagian WNI adalah lulusan S1” → WNI ∩ S1 (ada irisan)

Dengan menulis, kamu:

  • Mengurangi beban memori kerja (working memory).
  • Mengurangi risiko tertukar antara “semua” dan “sebagian”.
  • Bisa melihat pola hubungan dengan lebih jelas.

Ini sangat membantu, terutama ketika kamu sudah lelah di tengah tes.

2. Pisahkan Dulu Emosi dari Logika

Banyak pejuang CPNS yang sebenarnya mampu, tapi panik duluan. Saat melihat soal silogisme cpns, otak langsung berkata: “Aku nggak bisa logika.” Padahal, sering kali yang bikin salah bukan ketidakmampuan, melainkan:

  • Terburu-buru.
  • Terpengaruh pengetahuan dunia nyata.
  • Tidak membaca kata kunci dengan teliti.

Coba biasakan ritual kecil: sebelum mengerjakan soal logika, tarik napas dalam 3 detik, hembuskan 3 detik, lalu katakan ke diri sendiri: “Tugas aku cuma membaca apa yang tertulis, bukan menebak dunia nyata.”

Kedengarannya sepele, tapi ini membantu menurunkan kecemasan dan membuat otak lebih jernih.

3. Fokus pada Kata Kunci: “Semua”, “Sebagian”, “Tidak Ada”

Dalam silogisme cpns, tiga kata ini adalah “rambu lalu lintas”:

  • Semua → hubungan pasti, tanpa pengecualian.
  • Sebagian → hanya sebagian, tidak boleh kamu ubah jadi “semua”.
  • Tidak ada / tidak satu pun → hubungan penolakan total.

Latih dirimu untuk otomatis menandai kata-kata ini saat membaca soal. Misalnya, garis bawahi atau lingkari di kertas buram. Ini membantu otakmu mengunci tipe hubungan yang sedang dibicarakan.

4. Jangan Menambah Informasi

Ini kesalahan paling umum. Misalnya:

  • Premis: “Semua peserta CPNS adalah WNI.”
  • Kamu menambah di kepala: “Berarti semua WNI adalah peserta CPNS.” → ini salah total.

Ingat:
“Semua A adalah B” tidak sama dengan “Semua B adalah A”.

Contoh:

  • “Semua kucing adalah hewan” → benar.
  • “Semua hewan adalah kucing” → jelas salah.

Di silogisme cpns, kesalahan kecil seperti ini bisa membuatmu memilih opsi yang tampak logis, tapi sebenarnya keliru.

Mindset & Jadwal Belajar Silogisme: Biar Nggak Burnout tapi Tetap Nanjak

Buat kamu yang sudah berkali-kali ikut seleksi dan gagal, wajar kalau ada rasa lelah, malu, bahkan minder. Mungkin kamu berpikir: “Udah umur segini, masih aja gagal CPNS. Apa aku memang nggak cocok jadi ASN?”

Perasaan itu valid. Kamu berhak merasa sedih. Tapi, di saat yang sama, kamu juga berhak memberi dirimu kesempatan kedua, ketiga, bahkan kesekian — dengan cara belajar yang lebih sehat dan terarah, bukan sekadar “belajar lebih keras”.

Silogisme cpns bisa jadi titik awal yang bagus untuk memperbaiki cara belajar TIU, karena:

  • Materinya jelas dan terstruktur.
  • Progresnya bisa diukur (misalnya dari 10 soal benar 3, naik jadi 6, lalu 8).
  • Latihannya bisa dilakukan dalam sesi pendek, cocok untuk jadwal padat.

1. Atur Target Kecil, Bukan Langsung Sempurna

Alih-alih menargetkan “harus bisa semua tipe soal logika dalam seminggu”, coba pecah:

  • Minggu 1: fokus hanya pada silogisme kategoris (semua, sebagian, tidak ada).
  • Minggu 2: tambah silogisme hipotetis (jika…, maka…).
  • Minggu 3: tambah silogisme disjungtif (atau).

Setiap hari, cukup:

  • 20–30 menit khusus latihan silogisme cpns.
  • 10–15 soal per sesi, dengan evaluasi setelahnya.

Dengan target kecil yang konsisten, otakmu akan membangun “otot logika” pelan-pelan tanpa merasa kewalahan.

2. Jadwal Belajar yang Manusiawi

Kalau kamu bekerja sambil persiapan CPNS, jadwal belajar yang terlalu ambisius justru bisa berbalik jadi sumber burnout. Coba pola seperti ini (bisa kamu sesuaikan):

  • Senin–Jumat
    – 20–30 menit: latihan silogisme cpns / logika TIU.
    – 20–30 menit: materi lain (misalnya TWK atau TKP).
  • Sabtu
    – 1 sesi simulasi mini: 30–45 menit, campuran soal TIU (termasuk silogisme).
    – Review kesalahan, catat pola jebakan yang sering kamu kena.
  • Minggu
    – Istirahat relatif, boleh hanya 15–20 menit baca ulang catatan atau latihan ringan.

Ingat: istirahat juga bagian dari strategi. Otak yang terlalu lelah sulit berpikir jernih, apalagi untuk soal logika.

3. Belajar dari Kesalahan, Bukan Cuma Menghitung Skor

Setiap kali kamu salah menjawab soal silogisme cpns, jangan cuma catat: “Salah, nilai turun.” Lebih penting dari itu:

  • Tanya: “Aku salah di mana? Salah baca kata kunci? Salah menambah informasi? Salah menggambar hubungan?”
  • Tulis di buku khusus “log kesalahan”. Misalnya:
    – 18/12 – Salah karena menganggap ‘sebagian’ = ‘semua’.
    – 19/12 – Salah karena menambah info di luar premis.

Semakin kamu mengenali pola kesalahanmu sendiri, semakin cepat kamu bisa memperbaikinya. Ini jauh lebih efektif daripada mengerjakan 100 soal tanpa evaluasi.

Dan kalau kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur, di titik ini biasanya banyak pejuang CPNS mulai mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online atau kelas live khusus CPNS, supaya ada mentor yang bisa mengoreksi cara berpikir dan bukan hanya memberi kunci jawaban.

Contoh Soal Silogisme CPNS dan Pembahasan Lengkap

Agar pemahamanmu makin mantap, mari kita lihat beberapa contoh soal silogisme cpns yang mirip dengan pola di tes resmi, lalu kita bedah pelan-pelan.

Contoh 1: Kategoris

1) Semua ASN wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.
2) Sebagian pegawai pemerintah adalah ASN.

Kesimpulan yang tepat adalah…

  • A. Semua pegawai pemerintah wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.
  • B. Sebagian pegawai pemerintah wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.
  • C. Semua ASN adalah pegawai pemerintah.
  • D. Sebagian ASN adalah pegawai pemerintah.

Analisis:

  • Premis 1: ASN ⊂ orang yang wajib mematuhi peraturan.
  • Premis 2: Sebagian pegawai pemerintah ⊂ ASN.

Dari sini, kita bisa tarik:

  • Sebagian pegawai pemerintah (yang termasuk ASN) → wajib mematuhi peraturan.

Jadi, B benar: Sebagian pegawai pemerintah wajib mematuhi peraturan perundang-undangan.

A salah, karena tidak semua pegawai pemerintah pasti ASN.
C dan D tidak bisa dipastikan dari premis.

Contoh 2: Hipotetis

1) Jika seseorang lulus SKD, maka ia berhak mengikuti SKB.
2) Jika seseorang berhak mengikuti SKB, maka ia harus menyiapkan dokumen pendukung.

Kesimpulan yang tepat adalah…

  • A. Jika seseorang menyiapkan dokumen pendukung, maka ia lulus SKD.
  • B. Jika seseorang tidak menyiapkan dokumen pendukung, maka ia tidak lulus SKD.
  • C. Jika seseorang lulus SKD, maka ia harus menyiapkan dokumen pendukung.
  • D. Jika seseorang tidak lulus SKD, maka ia tidak menyiapkan dokumen pendukung.

Rantai logika:
Lulus SKD → Berhak ikut SKB → Harus menyiapkan dokumen.

Jadi, C benar: Jika seseorang lulus SKD, maka ia harus menyiapkan dokumen pendukung.

A salah (kebalik: menyiapkan dokumen belum tentu lulus SKD).
B dan D tidak bisa dipastikan karena ada kemungkinan orang tidak lulus SKD tapi tetap menyiapkan dokumen untuk hal lain (premis tidak melarang itu).

Contoh 3: Disjungtif

1) Seorang peserta seleksi hanya dapat memilih formasi umum atau formasi khusus.
2) Budi tidak memilih formasi khusus.

Kesimpulan yang tepat adalah…

Karena ada kata “hanya”, berarti pilihan eksklusif: salah satu saja.

Baca juga: SPPI 2025 Informasi Resmi dari Pemerintah, Simak Detailnya!

Maka, kesimpulan: Budi memilih formasi umum.

Kalau kamu membaca sampai sejauh ini, itu tanda bahwa kamu masih punya harapan dan kemauan untuk berjuang. Mungkin kamu sudah:

  • Gagal 1–2 kali, bahkan lebih.
  • Merasa malu tiap kali pengumuman keluar.
  • Membandingkan diri dengan teman yang sudah duluan jadi ASN.

Semua perasaan itu manusiawi. Tapi ingat, seleksi CPNS itu maraton, bukan sprint. Banyak orang yang akhirnya lolos justru bukan karena mereka “paling jenius”, tapi karena mereka:

  • Mau mengevaluasi cara belajarnya.
  • Mau memperbaiki pola pikirnya.
  • Mau konsisten di hal-hal kecil, seperti latihan silogisme cpns 20–30 menit per hari.

Silogisme mengajarkan kita satu hal penting: kesimpulan yang benar hanya bisa lahir dari premis yang jelas dan cara berpikir yang runtut. Dalam hidupmu sebagai pejuang CPNS, “premis” itu adalah:

  • Niatmu untuk mengabdi.
  • Kesediaanmu untuk belajar ulang dari nol.
  • Keberanianmu untuk mengakui kelemahan, lalu memperbaikinya.

Kalau premis-premis itu kuat, kesimpulannya juga akan mengarah ke satu titik: kamu yang lebih siap, lebih tenang, dan lebih dekat dengan NIP yang kamu impikan. Mulailah dari satu langkah kecil hari ini: ambil beberapa soal silogisme cpns, kerjakan pelan-pelan, catat kesalahanmu, dan izinkan dirimu berkembang — bukan dalam sehari, tapi dari hari ke hari.

Kamu mungkin belum lulus hari ini, tapi dengan cara belajar yang tepat, kamu sedang bergerak menuju versi dirimu yang suatu hari nanti akan duduk di depan pengumuman kelulusan, tersenyum, dan berkata: “Ternyata semua latihan logika dan semua kegagalan kemarin memang bagian dari jalanku.”

Sumber Referensi

  • FR.WIKIPEDIA.ORG – Syllogisme
  • PHILOMAG.COM – Syllogisme
  • UNIGE.CH – Le syllogisme naturel : arguments logiques et pragmatiques
  • QUILLBOT.COM – Syllogisme : définition, exemples et conseils pour l’utiliser
  • CNRTL.FR – SYLLOGISME
  • AIDEAUXTD.COM – Le syllogisme en droit : définition et exemples
  • DICTIONNAIRE.LEROBERT.COM – syllogisme
  • FR.WIKISOURCE.ORG – L’Encyclopédie/1re édition/SYLLOGISME
  • BIBMATH.NET – Syllogisme

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Salinan dari Slider_JadiASN
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026!!!

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

More To Explore