Soal Matematika CPNS adalah salah satu bagian yang paling sering membuat cemas para pejuang NIP, terutama menjelang Seleksi CPNS dan PPPK 2026.
Di tengah persaingan yang ketat dan passing grade yang tidak rendah, banyak peserta merasa takut “jatuh” hanya karena salah hitung di beberapa nomor TIU. Padahal, jika dipahami pola dan jenis soalnya, bagian ini justru bisa menjadi “ladang poin” yang sangat menguntungkan.
Pada rekrutmen CPNS 2026, Tes Intelegensi Umum (TIU) masih menjadi bagian utama dari SKD. Di dalam TIU inilah berbagai soal logika, verbal, serta matematika numerik diujikan. Kabar baiknya, tipe soal matematika CPNS cenderung berulang dari tahun ke tahun.
Artinya, dengan latihan yang terarah, memahami pola, dan menguasai teknik cepat hitung, peluang Anda untuk menembus ambang batas nilai TIU akan jauh lebih besar.
Blog ini akan memandu Anda memahami jenis soal matematika CPNS yang paling sering muncul, sekaligus memberi strategi dan contoh sederhana agar Anda tidak lagi “blank” saat berhadapan dengan angka.
Anggap tulisan ini seperti mentor pribadi yang duduk di sebelah Anda saat latihan, mengarahkan langkah demi langkah sampai Anda merasa, “Oke, ternyata bisa kok!”
Gambaran Umum Soal Matematika CPNS di TIU
Sebelum masuk ke tips teknis, penting untuk memahami konteksnya lebih dulu. Soal matematika dalam TIU bukanlah soal matematika murni tingkat olimpiade. Tujuannya bukan menguji kemampuan menghitung rumus rumit, tetapi mengukur:
- Daya nalar numerik
- Kecepatan memahami pola
- Ketelitian dalam proses berpikir
- Kemampuan mengolah informasi angka secara logis
Dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK, subtes TIU berdampingan dengan TWK dan TKP. Walaupun bentuk dan jumlah soal bisa berubah sesuai regulasi tahun berjalan, pola materi TIU, khususnya matematika, relatif konsisten.
Dari berbagai bahan try out dan modul latihan TIU CPNS 2026, beberapa kelompok soal yang paling sering muncul antara lain:
- Deret angka dan pola bilangan
- Perbandingan senilai dan berbalik nilai
- Aritmetika dasar dan kelipatan / faktor
- Rata-rata dan perubahan nilai rata-rata
Memahami kelompok ini adalah langkah pertama. Langkah berikutnya adalah berlatih dengan pendekatan yang benar, bukan sekadar mengerjakan ratusan soal tanpa konsep.

Deret Angka dan Pola Bilangan: Latihan Kepekaan Pola
Deret angka adalah “langganan tetap” dalam soal matematika CPNS. Sekilas terlihat sederhana, tetapi di sinilah banyak peserta kehilangan waktu karena terlalu lama menebak-nebak pola. Padahal, ada cara sistematis untuk membongkar polanya.
1. Cara Umum Membaca Pola Deret
Biasanya, pola deret bisa berupa:
- Selisih antarangka (pola penjumlahan atau pengurangan)
- Hasil kali (pola perkalian atau pembagian)
- Kombinasi penjumlahan dan perkalian
- Pola bertingkat (selisih dari selisih)
- Pola selang-seling (angka ganjil dan genap posisi berbeda pola)
Kunci utamanya adalah: jangan langsung menebak. Lakukan langkah terstruktur:
- Lihat perubahan dari satu bilangan ke bilangan berikutnya.
- Hitung selisih atau rasio secara cepat.
- Jika selisihnya sendiri berubah secara teratur, cek apakah ada pola kedua (misalnya selisihnya membentuk deret lain).
- Pertimbangkan kemungkinan pola selang-seling.
Contoh yang sering muncul di bahan latihan TIU 2026:
Deret: 4, 7, 12, 20, 32, …
Jika Anda hanya melihat angka permukaan, mungkin terasa acak. Tapi coba lihat selisih antarangka:
- 7 − 4 = 3
- 12 − 7 = 5
- 20 − 12 = 8
- 32 − 20 = 12
Sekarang, fokus pada deret selisih: 3, 5, 8, 12, … Selisih dari selisih:
- 5 − 3 = 2
- 8 − 5 = 3
- 12 − 8 = 4
Terlihat bahwa selisih kedua membentuk pola kenaikan 2, 3, 4, dan seterusnya. Anda dapat meneruskan pola ini: setelah 4, selanjutnya akan 5.
Artinya, selisih berikutnya = 12 + 5 = 17. Maka bilangan berikutnya: 32 + 17 = 49.
Dengan cara ini, Anda tidak menebak, tetapi membongkar struktur di balik deret.
2. Pola Selang-seling
CPNS sering menggunakan deret yang tampak sulit karena sebenarnya terdiri dari dua deret yang disatukan secara selang-seling. Misalnya:
2, 5, 4, 9, 8, 17, 16, …
Perhatikan posisi ganjil dan genap:
- Posisi ganjil: 2, 4, 8, 16, … (ini deret perkalian 2)
- Posisi genap: 5, 9, 17, … (ini deret dengan pola +4, +8, …, bisa jadi pola berlipat)
Teknik praktis yang bisa Anda lakukan saat latihan:
- Tandai deret ganjil dan genap di kertas coret-coret.
- Pecah deret menjadi dua, lalu cari pola masing-masing.
Dengan membiasakan diri mengurai pola seperti ini, deret yang awalnya “menakutkan” akan terasa jauh lebih masuk akal.
3. Manajemen Waktu di Soal Deret
Salah satu kesalahan umum: menghabiskan waktu hingga lebih dari 2 menit di satu nomor deret karena “penasaran”. Dalam ujian real-time, itu sangat berisiko.
Aturan praktis yang bijak:
- Jika dalam 40–60 detik pola belum juga ketemu, tandai, lewati dulu, dan lanjut ke soal lain.
- Kembali lagi jika waktu masih tersisa di akhir sesi.
Ingat, tujuan Anda bukan menyelesaikan semua soal dengan sempurna, tetapi mengoptimalkan skor dalam waktu yang terbatas. Mengikhlaskan 1 soal yang terlalu memakan waktu sering kali justru menyelamatkan banyak poin lainnya.
Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai: Inti Logika Proporsi
Perbandingan adalah materi yang hampir pasti muncul di matematika TIU, karena menggambarkan kemampuan Anda dalam memahami hubungan “jika ini naik, itu bagaimana”. Ada dua jenis utama:
- Perbandingan senilai (direct proportion)
- Perbandingan berbalik nilai (inverse proportion)
Menguasai konsep ini akan sangat membantu untuk berbagai soal seperti kecepatan kerja, waktu, persentase, dan proporsi lainnya.
1. Perbandingan Senilai: Sama-sama Naik, Sama-sama Turun
Di perbandingan senilai, jika satu besaran naik, besaran lain juga naik dengan rasio yang sama, dan sebaliknya. Polanya sederhana, tetapi sering dibungkus dengan kalimat cerita.
Contoh yang sejalan dengan materi latihan TIU:
“Lima belas persen dari 50 sama dengan tiga puluh persen dari suatu bilangan. Berapakah bilangan tersebut?”
Kita terjemahkan ke bentuk matematis:
15% × 50 = 30% × x
Hitung bagian kiri: 15% dari 50 = 0,15 × 50 = 7,5
Maka: 7,5 = 0,30 × x
Sehingga: x = 7,5 ÷ 0,30 = 25
Dengan kata lain, 30 persen dari 25 hasilnya sama dengan 15 persen dari 50.
Tips praktis:
- Biasakan mengubah persen ke bentuk pecahan sederhana. Misalnya, 15% = 15/100 = 3/20, 30% = 3/10.
- Sering kali, menggunakan pecahan justru lebih cepat daripada desimal, terutama jika angka bulat.
2. Perbandingan Berbalik Nilai: Satu Naik, Lain Turun
Perbandingan berbalik nilai muncul di soal-soal seperti: jumlah pekerja vs waktu kerja, jumlah mesin vs lama produksi, dan sejenisnya. Konsep utamanya:
Jika A bertambah, B justru berkurang, tetapi hasil kali A × B tetap.
Contoh pola klasik:
“Jika 6 orang pekerja dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam 10 hari, berapa hari yang dibutuhkan 12 orang pekerja dengan kemampuan sama untuk menyelesaikan pekerjaan itu?”
Di sini, jumlah pekerja dan waktu berbanding terbalik. Gunakan rumus sederhana:
Jumlah pekerja 1 × waktu 1 = jumlah pekerja 2 × waktu 2
6 × 10 = 12 × t
60 = 12t
t = 60 ÷ 12 = 5 hari
Tanpa rumus formal pun, Anda bisa sadar bahwa pekerjanya jadi dua kali lipat (6 menjadi 12), sehingga waktunya jadi setengahnya (10 jadi 5).
Latihan terbaik adalah membiasakan diri mengidentifikasi dulu: “Hubungan di soal ini senilai atau berbalik nilai?” Begitu jenisnya jelas, barulah Anda gunakan pendekatan yang sesuai. Banyak peserta salah bukan karena rumus, tetapi karena keliru menafsirkan jenis hubungan.
3. Menghadapi Soal Cerita Dengan Tenang
Perbandingan sering dibungkus dalam soal cerita panjang sehingga membuat panik. Agar tetap tenang:
- Garisi kata kunci angka dan besaran yang dibandingkan.
- Tuliskan dalam bentuk “tabel mini” di kertas: kolom sebelum dan sesudah, atau kolom kelompok A dan B.
- Tentukan dulu, ini senilai atau berbalik nilai.
- Baru selesaikan langkah per langkah.
Dengan pola ini, kepala Anda tidak akan “penuh teks”, melainkan melihat struktur soal dengan lebih sederhana.

Aritmetika, Kelipatan, dan Faktor: Soal Cepat yang Penuh Jebakan
Bagian aritmetika dasar di TIU kadang terlihat sepele, tetapi di sinilah jebakan kecepatan versus ketelitian bekerja. Banyak peserta keliru bukan karena tidak bisa, tetapi karena tergesa-gesa.
1. Soal Kelipatan dan Faktor Persekutuan
Salah satu bentuk yang sering muncul adalah mencari bilangan yang habis dibagi oleh beberapa angka tertentu, misalnya “bilangan yang habis dibagi 18 dan 24”. Ini sebenarnya mengarah ke konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) atau sekadar pemahaman faktor.
Untuk tahu bilangan yang habis dibagi 18 dan 24 sekaligus, Anda bisa:
- Mengurai ke faktor prima.
18 = 2 × 3²
24 = 2³ × 3
Untuk mencari bilangan yang habis dibagi keduanya, kita butuh semua faktor dengan pangkat terbesar: 2³ × 3² = 8 × 9 = 72
Berarti, bilangan 72, 144, 216, dan seterusnya adalah bilangan yang habis dibagi baik oleh 18 maupun 24.
Namun, di soal CPNS, sering kali bentuknya pilihan ganda, misalnya:
“Manakah di antara bilangan berikut yang habis dibagi 18 dan 24?”
- A. 48
- B. 72
- C. 84
- D. 96
- E. 108
Alih-alih menghitung faktor prima semua, Anda cukup cek secara efisien:
- 18 × 4 = 72
- 24 × 3 = 72
Karena 72 adalah kelipatan dari keduanya, maka jawaban B.
Tips praktis:
- Hafalkan kelipatan dasar angka umum seperti 6, 8, 9, 12, 18, 24 hingga kelipatan ke beberapa langkah ke depan.
- Saat latihan, biasakan melihat pola kelipatan, bukan hanya menghitung manual satu per satu.
2. Menjaga Ketelitian Operasi Dasar
Operasi tambah, kurang, kali, bagi terlihat mudah, tetapi dalam kondisi tertekan, salah satu digit mudah terlewat. Untuk meminimalkan kesalahan:
- Jika operasi panjang, pecah ke beberapa langkah kecil di kertas.
- Gunakan pendekatan “cek kasar” di akhir. Misalnya, jika Anda menghitung 48 × 27 dan hasilnya di bawah 100, berarti ada yang jelas salah, karena 50 × 20 saja sudah 1000.
“Perkiraan kasar” seperti ini membantu Anda menghindari jawaban yang secara logika tidak masuk akal, bahkan sebelum melihat pilihan ganda.
Rata-rata dan Perubahan Nilai Rata-rata: Mengolah Data Secara Cerdas
Soal rata-rata (mean) menjadi salah satu tipe yang sering muncul di latihan TIU 2026. Terkadang bentuknya sederhana, tetapi bisa juga dibungkus dengan skenario masuknya data baru, atau perubahan nilai rata-rata setelah ada tambahan atau pengurangan anggota.
1. Konsep Dasar Rata-rata yang Wajib Dikuasai
Rata-rata (mean) adalah:
Rata-rata = jumlah seluruh data ÷ banyak data
Contoh sederhana:
“Nilai rata-rata 5 siswa adalah 80. Berapa jumlah total nilai kelima siswa itu?”
Jumlah total = rata-rata × banyak data
Jumlah = 80 × 5 = 400
Kelihatannya sederhana, tetapi konsep ini menjadi dasar untuk soal yang lebih rumit.
2. Soal Rata-rata Dengan Penambahan Data
Salah satu pola favorit di soal matematika CPNS adalah:
- Diberikan rata-rata awal sekelompok orang.
- Lalu, satu orang baru bergabung, sehingga rata-rata berubah.
- Ditanya berapa nilai orang yang baru bergabung tersebut.
Contoh mirip yang sering ada di modul latihan:
“Rata-rata nilai ujian 9 siswa adalah 70. Setelah ditambahkan nilai seorang siswa baru, rata-rata menjadi 72. Berapa nilai siswa baru tersebut?”
Langkah:
- Cari jumlah nilai 9 siswa pertama: 70 × 9 = 630
- Setelah ada siswa ke-10, rata-rata baru 72: jumlah baru = 72 × 10 = 720
- Nilai siswa baru = jumlah baru − jumlah lama = 720 − 630 = 90
Jadi, nilai siswa baru adalah 90.
Jika Anda memahami pola ini, banyak soal rata-rata yang tampak rumit akan terasa lebih gampang, karena umumnya hanya permainan jumlah total sebelum dan sesudah.
3. Menghemat Waktu Dengan Menyusun Persamaan
Untuk beberapa soal, menyusun persamaan singkat akan lebih cepat daripada mencoba hitung manual panjang di kepala.
Misalnya, jika rata-rata 4 bilangan adalah 50, lalu satu bilangan yang nilainya x ditambahkan sehingga rata-rata menjadi 52, Anda bisa:
Jumlah awal = 4 × 50 = 200
Jumlah baru = 5 × 52 = 260
Nilai x = 260 − 200 = 60
Pendekatan ini konsisten dan bisa diulang berkali-kali dalam berbagai bentuk soal.
Baca Juga: Soal Latihan CPNS : Skor Mentok Terus? Coba Ini!
Mengerti konsep saja tidak cukup. Anda perlu mengubah pemahaman ini menjadi refleks yang cepat dan akurat dalam waktu ujian yang terbatas. Untuk itu, penting menerapkan strategi latihan yang terstruktur.
1. Latihan Tersegmentasi per Tipe Soal
Alih-alih langsung mengerjakan campuran 100 soal, cobalah:
- Hari ini fokus deret angka dan pola bilangan.
- Besok khusus perbandingan senilai dan berbalik nilai.
- Lusa aritmetika dan KPK/FPB.
- Berikutnya rata-rata dan data sederhana.
Pendekatan ini seperti “menguatkan otot” satu per satu. Setelah masing-masing cukup kuat, barulah Anda gabungkan dalam simulasi lengkap.
2. Waktu Adalah Kunci: Gunakan Timer
Karena tes CPNS berbasis CAT membatasi waktu ketat, biasakan diri berlatih dengan timer. Misalnya:
- Untuk 20 soal matematika campuran, beri batas waktu 25–30 menit.
- Evaluasi, soal tipe apa yang paling banyak menyedot waktu Anda.
Dengan cara ini, Anda bisa mengatur strategi pribadi. Misalnya, Anda sadar bahwa soal deret tertentu selalu memakan waktu, maka di hari ujian Anda sudah tahu: jika pola tidak ketemu cepat, segera lewati dulu.
3. Belajar dari Pembahasan, Bukan Hanya Kunci Jawaban
Berbagai sumber latihan TIU CPNS 2026 baik dalam bentuk dokumen maupun video menyediakan pembahasan langkah demi langkah. Manfaatkan hal ini:
- Setelah mengerjakan, jangan langsung lihat angka jawabannya saja.
- Baca atau tonton penjelasan mengapa langkah tertentu dipakai, bukan hanya “bagaimana” menghitungnya.
- Catat trik atau shortcut yang membuat pengerjaan lebih cepat.
Belajar seperti ini akan menghemat banyak energi di kemudian hari, karena Anda tidak perlu “mengulang” kesalahan cara berpikir yang sama berkali-kali.
Pada akhirnya, soal matematika cpns bukanlah momok yang tidak mungkin ditaklukkan. Semua jenis soal yang kita bahas: deret angka, perbandingan, aritmetika, dan rata-rata, adalah pola yang berulang dari tahun ke tahun. Perbedaannya hanya di angka, konteks cerita, dan cara pengemasan, bukan di konsep dasarnya.
Jika selama ini Anda merasa “payah” di matematika, lihatlah ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa kemampuan bisa dilatih.
Dengan pemahaman konsep yang benar, latihan bertahap, dan strategi manajemen waktu yang realistis, bagian TIU matematika justru bisa menjadi penyumbang skor terbesar Anda.
Teruslah berlatih, jangan takut membuat kesalahan saat latihan, karena justru di situlah Anda belajar memperbaiki cara berpikir.
Bayangkan setiap soal yang berhasil Anda pecahkan sebagai langkah kecil yang mengantarkan Anda lebih dekat ke kursi CPNS atau PPPK yang Anda impikan.
Anda tidak harus sempurna, yang penting terus maju dan tidak berhenti. Satu per satu, angka-angka itu akan mulai berpihak pada Anda.
Sumber Referensi
- SCRIBD.COM – CPNS TIU 2026
- SCRIBD.COM – Mini Try Out TIU CPNS 2026
- YOUTUBE.COM – CPNS TIU 2026
- YOUTUBE.COM – Strategi Lolos TIU CPNS 2026
Program Value Jadi ASN 2026
“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026
- Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi CPNS terupdate
- Ratusan Latsol CPNS terupdate
- Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
- dan masih banyak lagi yang lainnya
Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya
📋 Keuntungan Buku CPNS 2026
- ✅Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
- ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
- ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya
Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan
1. Program Premium Gratis selama 7 Hari
Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.
2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS
Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class
3. 5 Paket simulasi CPNS
Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
✅Terdapat Analisis salah dan benar
✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
✅Grafik perkembangan skor simulasi
✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
✅Skor keluar real time
✅Soal bisa didownload dan diprint
✅Video pembahasan dan teks pembahasan
✅Zoom out/ in tampilan soal
4. 20 Paket Latihan soal CPNS
Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS
✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024
Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN
>






