Syarat CPNS Dosen – adalah salah satu topik yang paling banyak dicari menjelang seleksi CPNS/CASN, apalagi untuk kamu yang bercita-cita jadi dosen tetap di kampus negeri. Di tengah rencana pemerintah membuka ratusan ribu formasi ASN 2026-01-05T00:00:00.000+07:00 dengan fokus besar ke sektor pendidikan, formasi dosen diprediksi jadi salah satu yang paling seksi sekaligus paling ketat. Masalahnya, banyak pelamar yang gugur bukan karena tidak pintar, tetapi karena salah baca syarat, salah pilih formasi, atau teledor di administrasi. Di artikel ini, kita bedah tuntas syarat cpns dosen dari sudut pandang “orang dalam” yang paham di mana saja jebakan-jebakan kecil yang sering menjatuhkan ribuan pelamar di tahap awal.
Mengapa Formasi Dosen CPNS 2026 Jadi Incaran, tapi Juga Penuh Jebakan?

Sebelum masuk ke detail teknis syarat cpns dosen, kamu perlu paham dulu konteks besarnya. Pemerintah lewat berbagai pernyataan resmi memproyeksikan kebutuhan ASN 2026 di angka sekitar 300.000–400.000 formasi, dengan fokus besar pada sektor pendidikan dan kesehatan. Walaupun banyak formasi guru dialihkan ke skema PPPK, formasi dosen justru tetap jadi prioritas, terutama untuk:
- Perguruan tinggi negeri baru
- Kampus di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)
- Program studi strategis (teknologi, kesehatan, sains, dan bidang vokasi)
Artinya apa? Peluang terbuka lebar, tapi persaingan juga brutal. Banyak pelamar datang dari lulusan S2/S3 terbaik, punya publikasi, bahkan pengalaman mengajar. Di level ini, yang bikin gugur bukan lagi sekadar nilai IPK, tapi:
- Salah memahami batas usia khusus dosen
- Tidak teliti soal linearitas ijazah
- Mengabaikan syarat akreditasi prodi
- Lupa atau salah unggah dokumen pendukung
Baca juga: Contoh Soal TIU CPNS Bikin Gagal Terus Ini Bedah Pola Rahasianya!
Padahal semua ini sudah tersirat di syarat cpns dosen yang diumumkan instansi. Jadi, kalau kamu bisa menghindari jebakan-jebakan ini, kamu sudah “menyalip” ribuan pesaing hanya dari tahap administrasi.
Bedah Syarat CPNS Dosen 2026: Umum vs Khusus (dan di Mana Jebakannya)
Mari kita pecah syarat cpns dosen menjadi dua kelompok besar: persyaratan umum (berlaku untuk semua pelamar CPNS) dan persyaratan khusus (spesifik untuk formasi dosen). Di sinilah banyak pelamar lengah, karena merasa “ah, syarat umum mah standar”, padahal detail kecil bisa menjatuhkan.
1. Persyaratan Umum CPNS 2026 untuk Formasi Dosen
Secara garis besar, persyaratan umum CPNS 2026 mengacu pada UU ASN No. 5/2014 dan ketentuan BKN/KemenPAN-RB. Untuk formasi dosen, kamu tetap wajib memenuhi semua poin berikut:
a. Kewarganegaraan: WNI
Hanya Warga Negara Indonesia yang boleh mendaftar. Ini jelas, tapi hati-hati untuk yang baru saja pindah kewarganegaraan atau punya masalah administrasi kependudukan. Data di KTP, KK, dan akun SSCASN harus konsisten. Banyak yang gagal verifikasi hanya karena:
- Nama di KTP beda dengan ijazah (beda huruf, gelar, atau tanda baca)
- Tanggal lahir tidak sama antara KTP dan ijazah
Ini bukan sekadar “bisa dijelaskan”, karena sistem verifikasi administrasi sering kaku. Kalau tidak cocok, bisa langsung TMS (Tidak Memenuhi Syarat).
b. Usia: 18–35 Tahun, dengan Pengecualian Penting untuk Dosen
Secara umum, syarat usia CPNS 2026 adalah:
- Minimal 18 tahun
- Maksimal 35 tahun pada saat penutupan pendaftaran
Namun, untuk jabatan tertentu termasuk dosen, ada pengecualian penting:
- Batas usia bisa sampai 40 tahun untuk jabatan dosen, dokter spesialis, peneliti, atau perekayasa, khusus yang kualifikasinya S3.
Ini sering jadi “celah emas” sekaligus jebakan. Banyak calon dosen S3 yang sebenarnya masih eligible sampai 40 tahun, tapi:
- Tidak membaca detail pengumuman instansi (apakah formasi dosen di instansi itu memang membuka sampai 40 tahun atau tetap 35 tahun)
- Salah hitung tanggal lahir vs tanggal penutupan pendaftaran
Ingat: yang dipakai adalah usia pada tanggal penutupan pendaftaran, bukan saat pengumuman, bukan saat SKD.
c. Kesehatan: Jasmani, Rohani, dan Bebas Narkoba
Syarat cpns dosen juga mewajibkan kamu:
- Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan yang berwenang
- Bebas narkoba (biasanya dibuktikan dengan surat keterangan bebas narkoba di tahap akhir sebelum pengangkatan CPNS)
Jebakan di sini biasanya:
- Menggunakan surat keterangan sehat dari klinik yang tidak diakui (misalnya bukan puskesmas/RS pemerintah/RS yang diakui instansi)
- Surat kedaluwarsa (masa berlaku lewat saat diverifikasi)
Selalu cek di pengumuman: instansi sering menuliskan secara spesifik jenis fasilitas kesehatan yang diterima.
d. Rekam Hukum: Bersih dari Catatan Pidana Berat
Kamu tidak boleh:
- Pernah dipidana penjara 2 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
Ini biasanya dibuktikan dengan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Lagi-lagi, jebakannya:
- SKCK belum diperbarui (masa berlaku habis)
- SKCK tidak sesuai keperluan (harus untuk keperluan “CPNS/ASN” atau “Melamar Pekerjaan di Instansi Pemerintah”, cek detail di pengumuman)
e. Riwayat Pekerjaan dan Status Kepegawaian
Syarat cpns dosen juga mengatur bahwa pelamar:
- Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS, TNI/Polri, atau pegawai swasta
- Tidak sedang berstatus sebagai CPNS/PNS/TNI/Polri atau aparatur negara lainnya
- Bukan anggota atau pengurus partai politik
Banyak yang menganggap ini formalitas, padahal instansi bisa melakukan cross-check data ke BKN dan instansi lain. Kalau kamu pernah punya riwayat kepegawaian yang “bermasalah” dan tidak jujur di formulir, risikonya bukan hanya gugur, tapi bisa masuk ranah hukum.
f. Kesediaan Ditempatkan di Seluruh Wilayah NKRI
Kamu harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau bahkan luar negeri (misalnya untuk perguruan tinggi yang punya cabang atau kerja sama luar negeri). Untuk formasi dosen, ini sangat relevan karena:
- Banyak formasi dosen dibuka di kampus-kampus daerah 3T
- Penempatan bisa jauh dari kota besar
Jangan anggap remeh. Banyak pelamar asal centang “bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI”, tapi saat lulus dan ditempatkan di daerah yang jauh, malah mundur. Ini merugikan diri sendiri dan orang lain yang sebenarnya ingin formasi itu.
2. Persyaratan Khusus: Di Sini “Permainan” Sebenarnya
Kalau persyaratan umum adalah “gerbang depan”, maka persyaratan khusus adalah “filter halus” yang menyeleksi siapa yang benar-benar layak jadi dosen ASN. Di sinilah syarat cpns dosen jadi sangat teknis dan sering disalahpahami.
a. Pendidikan: Ijazah, Linearitas, dan Akreditasi
Untuk formasi dosen, syarat pendidikan biasanya:
- Minimal S2 untuk sebagian besar formasi dosen
- S3 untuk formasi tertentu atau kampus tertentu
- Ijazah harus linier dengan formasi yang dilamar
- IPK minimal ditentukan instansi (misalnya 3,00 atau 3,25)
- Akreditasi program studi atau perguruan tinggi minimal tertentu (misalnya minimal B atau Baik Sekali)
Di sinilah jebakan paling besar:
1) Linearitas Ijazah
Banyak pelamar merasa “masih nyambung kok”, padahal instansi punya definisi sendiri tentang linearitas. Contoh:
Formasi: Dosen Pendidikan Matematika
- Lulusan S2 Pendidikan Matematika: biasanya diterima
- Lulusan S2 Matematika murni: bisa diterima atau tidak, tergantung pengumuman
Formasi: Dosen Sistem Informasi
- Lulusan S2 Sistem Informasi: aman
- Lulusan S2 Teknik Informatika: tergantung kebijakan instansi
Karena itu, wajib baca pengumuman resmi instansi. Di sana biasanya tertulis jelas: “Kualifikasi pendidikan: S2 Pendidikan Matematika / S2 Matematika / S2 Statistika” dan seterusnya. Jangan nebak-nebak.
2) Akreditasi Prodi atau Kampus
Banyak instansi mensyaratkan:
- Prodi minimal akreditasi B/Baik Sekali
- Atau kampus minimal akreditasi tertentu
Jebakan klasik:
- Pelamar tidak menyimpan bukti akreditasi saat lulus (sertifikat BAN-PT/LAM)
- Akreditasi yang dipakai bukan akreditasi pada saat lulus, tapi akreditasi terbaru (padahal instansi minta yang berlaku saat lulus)
Jadi, sebelum daftar, pastikan:
- Kamu tahu akreditasi prodi/kampus saat kamu lulus
- Kamu punya bukti (sertifikat atau tangkapan layar resmi)
3) IPK Minimal
syarat cpns dosen hampir selalu mencantumkan IPK minimal. Misalnya:
- S1 minimal 3,00
- S2 minimal 3,25
Banyak yang gugur hanya karena:
- Salah input IPK (titik jadi koma, atau sebaliknya)
- IPK dibulatkan sendiri (3,24 dibulatkan jadi 3,25 padahal tidak boleh)
Ingat: IPK yang dipakai adalah yang tertulis di transkrip, bukan hasil “kreativitas pribadi”.
b. Kompetensi Tambahan: Sertifikat, Bahasa Inggris, dan Pengalaman
Untuk formasi dosen, kompetensi tambahan bisa jadi pembeda besar. Beberapa instansi mensyaratkan atau memprioritaskan:
- Sertifikat kompetensi relevan (misalnya sertifikasi keahlian IT, sertifikat profesi, pelatihan pedagogik)
- Skor TOEFL/IELTS, terutama untuk instansi pusat atau kampus yang banyak kerja sama internasional
- Pengalaman kerja atau mengajar di perguruan tinggi
- Portofolio penelitian atau publikasi (meski tidak selalu tertulis, ini bisa jadi nilai plus besar saat wawancara)
Jebakan di sini:
- Sertifikat tidak valid (bukan dari lembaga yang diakui)
- Masa berlaku TOEFL/IELTS sudah habis
- Dokumen tidak diunggah sesuai format yang diminta (ukuran file, jenis file, atau penamaan file)
Kalau kamu sudah punya sertifikat kompetensi atau skor bahasa Inggris yang bagus, jangan tunggu pengumuman keluar. Rapikan dari sekarang: scan rapi, beri nama file jelas, dan simpan di folder khusus.
c. Prioritas Formasi Dosen: Pusat vs Daerah, dan Daerah 3T
Satu hal penting dalam syarat cpns dosen 2026 adalah bahwa formasi dosen termasuk kebutuhan prioritas, terutama:
- Perguruan tinggi di daerah 3T
- Kampus baru atau yang sedang berkembang
- Program studi strategis (IT, kesehatan, vokasi, dan sains)
Di sinilah “info ordal”-nya:
- Banyak pelamar hanya fokus ke kampus besar di kota besar (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya), sehingga rasio pelamar per formasi bisa sangat tinggi.
- Sementara itu, kampus di daerah 3T kadang punya pelamar jauh lebih sedikit, padahal syarat cpns dosen-nya tidak jauh berbeda.
Kalau kamu benar-benar serius ingin jadi dosen ASN, bukan sekadar “cari nama kampus”, mempertimbangkan formasi di daerah 3T bisa jadi strategi cerdas. Tantangannya jelas (akses, fasilitas, jarak dari keluarga), tapi peluang lolos bisa jauh lebih besar.
Dokumen Wajib & Strategi Memilih Formasi Dosen

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering menggugurkan pelamar: dokumen. Di atas kertas, syarat cpns dosen soal dokumen terlihat sederhana. Tapi di lapangan, ribuan orang gugur hanya karena:
- Salah format
- Salah isi
- Salah waktu
Padahal semua ini bisa dihindari kalau kamu siap lebih awal.
1. Dokumen Identitas: KTP dan KK
Kamu wajib menyiapkan:
- KTP elektronik yang masih berlaku
- Kartu Keluarga (KK)
Pastikan:
- Nama, tanggal lahir, dan NIK di KTP dan KK sama persis
- Data ini juga sama dengan yang kamu input di akun SSCASN
Kalau ada perbedaan nama antara KTP dan ijazah (misalnya ada tambahan gelar, atau beda ejaan), siapkan:
- Surat keterangan dari kampus atau instansi terkait (kalau diminta)
- Atau ikuti petunjuk khusus di pengumuman instansi (beberapa instansi memberikan format surat pernyataan khusus)
2. Dokumen Pendidikan: Ijazah dan Transkrip Nilai
Ini jantungnya syarat cpns dosen. Kamu harus mengunggah:
- Ijazah terakhir yang sesuai dengan kualifikasi formasi
- Transkrip nilai lengkap
Perhatikan:
- Ijazah harus sudah sah (bukan surat keterangan lulus sementara, kecuali instansi secara eksplisit mengizinkan)
- Nama prodi dan gelar di ijazah harus jelas
- IPK di transkrip harus terbaca dengan jelas
Kalau kamu lulusan luar negeri, biasanya:
- Harus melampirkan surat penyetaraan ijazah dari Kementerian terkait
Ini sering jadi proses panjang, jadi jangan menunggu pengumuman baru mengurus.
3. Foto dan Swafoto: Terlihat Sepele, tapi Sering Menjebak
Biasanya diminta:
- Pas foto terbaru dengan latar merah
- Swafoto memegang KTP (dan kadang kartu informasi akun SSCASN)
Jebakan klasik:
- Latar belakang warna salah (misalnya biru, bukan merah)
- Ukuran file terlalu besar atau terlalu kecil
- Swafoto tidak jelas, KTP tidak terbaca
Ikuti betul-betul panduan di portal SSCASN. Jangan asal unggah foto yang “kira-kira mirip”.
4. Surat Lamaran, SKCK, dan Surat Keterangan Sehat
Instansi biasanya meminta:
- Surat lamaran yang ditujukan kepada pejabat tertentu (nama dan jabatannya tertulis di pengumuman)
- SKCK dari kepolisian
- Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari fasilitas kesehatan yang berwenang
Jebakan:
- Surat lamaran tidak sesuai format (salah alamat, salah jabatan tujuan, atau tidak ditandatangani)
- SKCK dan surat sehat kedaluwarsa saat diverifikasi
- Tanda tangan tidak sesuai (misalnya di-scan dari tanda tangan lama yang tidak mirip dengan tanda tangan di KTP)
Biasanya, instansi memberikan contoh format surat lamaran. Jangan dimodifikasi seenaknya.
5. Dokumen Pendukung Khusus Dosen
Untuk syarat cpns dosen, instansi bisa meminta:
- Sertifikat kompetensi (misalnya sertifikasi keahlian IT, sertifikat pelatihan pedagogik, sertifikat profesi)
- Sertifikat TOEFL/IELTS
- Surat pengalaman kerja/mengajar
- Portofolio penelitian atau publikasi (kalau diminta)
Ini bukan sekadar “bonus”, tapi bisa jadi penentu saat seleksi administrasi dan wawancara. Banyak pelamar yang sebenarnya punya prestasi bagus, tapi:
- Tidak mengunggah karena merasa “tidak wajib”
- Mengunggah tapi tidak rapi (file bercampur, nama file tidak jelas)
Kalau kamu serius, rapikan semua dari sekarang. Anggap folder dokumenmu sebagai “CV digital” untuk syarat cpns dosen.
6. Strategi “Ordal” Memilih Instansi dan Formasi Dosen
Di tengah semua syarat cpns dosen yang teknis, ada satu area yang sering diabaikan: strategi memilih instansi dan formasi. Banyak pelamar hanya mengejar “nama besar” kampus, tanpa menghitung:
- Rasio pelamar per formasi
- Lokasi penempatan
- Syarat tambahan yang bisa jadi penghalang atau justru peluang
Instansi Pusat vs Daerah
Secara umum:
- Instansi pusat (misalnya kementerian, PTN besar di kota besar)
- Kelebihan: nama besar, fasilitas lebih lengkap, akses jaringan luas
- Kekurangan: persaingan sangat ketat, syarat tambahan sering lebih berat (TOEFL, publikasi, dsb.)
- Instansi daerah (PTN/Politeknik di daerah, terutama 3T)
- Kelebihan: persaingan relatif lebih longgar, peluang lolos lebih besar
- Kekurangan: lokasi jauh, fasilitas mungkin belum semapan kampus besar
Kalau kamu:
- Punya kompetensi sangat kuat (S3, publikasi internasional, TOEFL tinggi), instansi pusat bisa jadi target utama.
- Lebih fokus pada peluang lolos dan siap ditempatkan di mana saja, instansi daerah bisa jadi “jalur emas” yang banyak diabaikan pelamar lain.
Baca Pengumuman Instansi Sampai Detail
Walaupun syarat cpns dosen secara umum mirip, tiap instansi bisa punya:
- IPK minimal berbeda
- Akreditasi minimal berbeda
- Syarat TOEFL/IELTS berbeda
- Tambahan dokumen berbeda
Banyak pelamar yang:
- Hanya baca pengumuman nasional (BKN/KemenPAN-RB)
- Tapi tidak mendalami pengumuman instansi yang sebenarnya jadi “aturan main” utama
Padahal, pengumuman instansi adalah “kitab suci” kamu. Di sana sering ada:
- Contoh format surat lamaran
- Detail linearitas prodi
- Penjelasan apakah batas usia dosen sampai 40 tahun benar-benar diterapkan atau tidak
Satu kalimat yang sering diabaikan tapi sangat penting adalah: “Syarat khusus dosen hanya pasti via pengumuman resmi instansi.” Artinya, jangan pernah mengandalkan info dari media sosial, grup chat, atau cerita teman tanpa mengonfirmasi ke pengumuman resmi.
Di titik ini, kalau kamu merasa butuh panduan lebih terstruktur untuk belajar materi SKD dan SKB sambil menyiapkan semua syarat cpns dosen, kamu bisa mulai mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout terarah agar persiapanmu tidak lagi trial and error.
Setelah semua syarat cpns dosen kamu pahami, ada satu hal yang sering terlupakan: menjadi dosen ASN adalah komitmen jangka panjang. Kamu bukan hanya mengejar NIP, tapi juga:
- Tanggung jawab mengajar dan membimbing mahasiswa
- Kewajiban penelitian dan publikasi
- Pengabdian kepada masyarakat
- Kesiapan ditempatkan di mana pun negara membutuhkan
Karena itu, persiapanmu sebaiknya tidak berhenti di:
- Mengumpulkan dokumen
- Menghafal syarat cpns dosen
- Mengikuti SKD dan SKB
Tapi juga:
- Mengasah kemampuan mengajar (public speaking, penyusunan RPS, evaluasi pembelajaran)
- Mengembangkan minat riset (membaca jurnal, menulis artikel ilmiah)
- Membangun karakter sebagai ASN: integritas, disiplin, dan komitmen pelayanan publik
Kalau kamu sudah punya mindset ini, syarat cpns dosen bukan lagi terasa sebagai “beban administrasi”, tapi sebagai filter wajar untuk memastikan hanya orang-orang yang benar-benar siap yang lolos.
Baca juga: Tes CPNS 2026 Strategi Ordal Pintar Biar Tak Tumbang di Administrasi!
Pada akhirnya, syarat cpns dosen 2026-01-05T00:00:00.000+07:00 bukan dibuat untuk mempersulitmu, tapi untuk memastikan bahwa yang berdiri di depan kelas sebagai dosen ASN adalah orang-orang yang layak secara akademik, administratif, dan moral. Tugasmu sekarang adalah memastikan tidak gugur di hal-hal sepele: salah unggah dokumen, salah baca batas usia, salah pilih formasi, atau mengabaikan detail pengumuman instansi. Kalau kamu bisa melewati “jebakan-jebakan kecil” ini, kamu sudah selangkah lebih dekat ke kursi dosen ASN yang kamu impikan. Mulai rapikan dokumen, pantau sscasn.bkn.go.id dan pengumuman resmi instansi, susun strategi memilih formasi, dan siapkan diri untuk bersaing secara sehat. Jangan tunggu pengumuman keluar baru panik; yang siap dari sekaranglah yang biasanya sampai garis akhir.
Sumber Referensi
- FAHUM.UMSU.AC.ID – Cara Daftar CPNS 2026: Syarat Lengkap, Alur Seleksi, dan Sumber Informasi Resmi
- IUWASHTANGGUH.OR.ID – CPNS 2026 Kapan Dibuka? Jadwal Resmi, Formasi Fresh Graduate, dan Syarat Lengkap dari BKN
- PAPUAPEGUNUNGAN.KPU.GO.ID – Informasi Lengkap Seleksi CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Persyaratan Resmi
- SMARTCASN.COM – Umur 40 Masih Bisa Daftar? Cek Syarat Batas Usia dan Tahapan Lengkap CPNS 2026 di Sini
- BLOG.AMIKOM.AC.ID – CPNS 2026 Dibuka, Ini Update Terbaru dan Persiapan yang Bisa Dilakukan
Program Value Jadi ASN 2026
“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”





📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026!!!
- Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi CPNS terupdate
- Ratusan Latsol CPNS terupdate
- Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
- dan masih banyak lagi yang lainnya
Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026
- ✅Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
- ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
- ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya
Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan
1. Program Premium Gratis selama 7 Hari
Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.
2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS
Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class
3. 5 Paket simulasi CPNS
Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
✅Terdapat Analisis salah dan benar
✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
✅Grafik perkembangan skor simulasi
✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
✅Skor keluar real time
✅Soal bisa didownload dan diprint
✅Video pembahasan dan teks pembahasan
✅Zoom out/ in tampilan soal
4. 20 Paket Latihan soal CPNS
Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS
✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024
Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

