Tes CPNS Polri Seperti Apa – pertanyaan ini kelihatannya sederhana, tapi jawabannya panjang dan penuh detail teknis yang kalau kamu abaikan sedikit saja, bisa bikin gugur bahkan sebelum sempat duduk di depan komputer CAT. Di tengah persaingan seleksi CPNS/CASN yang makin ketat, formasi di lingkungan Polri selalu jadi incaran karena status instansi strategis, penempatan yang jelas, dan jenjang karier yang menarik. Tapi justru karena itu, seleksinya pun berlapis dan banyak “jebakan administrasi” yang sering disepelekan pelamar.
Di artikel ini, kita akan bedah dari sudut pandang “orang dalam” versi edukatif: alur tes CPNS Polri dari awal sampai akhir, tes apa saja yang kamu hadapi, seperti apa materi SKD dan tes psikologi Polri, bagaimana perbedaan CPNS umum vs seleksi anggota Polri (Bintara/Bakomsus), plus celah strategi dan kesalahan kecil yang tiap tahun menggugurkan ribuan peserta. Semua tetap mengacu pada pola resmi dari situs Penerimaan Polri dan rilis media, tapi dijelaskan dengan bahasa yang to the point dan praktis buat pejuang NIP.
Tes CPNS Polri Seperti Apa secara garis besar? (Pahami dulu “peta perangnya”)

Sebelum ngomong strategi, kamu harus paham dulu tes cpns polri seperti apa secara alur umum. Polanya, kalau diringkas, biasanya terdiri dari:
- Pendaftaran online dan verifikasi administrasi (Rikmin awal)
- Seleksi kompetensi berbasis komputer (CAT SKD dan/atau CAT Psikologi, CAT Uji Akademik)
- Tes Kompetensi Bidang (TKB) bila formasi mensyaratkan
- Pemeriksaan kesehatan (Rikkes I dan Rikkes II)
- Tes jasmani dan antropometri
- Psikologi lanjutan / penilaian mental kepribadian (PMK, PSI, TKK)
- Rikmin akhir dan sidang penetapan kelulusan
Detail dan urutannya bisa sedikit berbeda tergantung jenis seleksi:
- Apakah kamu daftar CPNS Polri (formasi ASN di instansi Polri, misalnya analis, pranata, tenaga kesehatan, dan sebagainya), atau
- Ikut penerimaan anggota Polri (Bintara, Bakomsus, dan jalur lain) yang punya porsi tes fisik dan psikologi jauh lebih besar.
Namun, benang merahnya sama: Polri menggabungkan standar seleksi CPNS nasional (SKD model TIU–TWK–TKP) dengan standar profesi kepolisian (psikologi berlapis, kesehatan ketat, dan jasmani).
Di tahap ini, banyak pelamar hanya fokus ke “tes tulis” dan lupa bahwa di Polri, administrasi, kesehatan, dan fisik bisa sama mematikannya dengan SKD. Itu sebabnya, memahami tes cpns polri seperti apa dari awal sampai akhir akan menentukan cara kamu menyusun strategi belajar, olahraga, dan menyiapkan dokumen.
Baca juga: Apa Itu CPNS Polri 2025 Rahasia “Orang Dalam” Resmi di Polri?!
Tahapan Lengkap & Jebakan Fatal di Setiap Fase Seleksi Polri
Tahap 1: Administrasi & Pendaftaran Online – “Jebakan” Paling Sepele tapi Mematikan
Kalau kamu bertanya tes cpns polri seperti apa, jangan langsung lompat ke SKD. Tahap paling awal ini justru yang sering menggugurkan banyak orang secara massal.
1. Pendaftaran online di portal resmi
Semua proses resmi seleksi Polri, baik CPNS maupun penerimaan anggota, berawal dari pendaftaran online di:
- Portal resmi Penerimaan Polri: penerimaan.polri.go.id
- Untuk CPNS nasional, juga terintegrasi dengan portal SSCASN BKN (untuk SKD, data kependudukan, dan sebagainya)
Di sini, kamu mengisi data diri, memilih formasi, mengunggah dokumen, dan mencetak bukti pendaftaran. Kedengarannya simpel, tapi di sinilah jebakan pertama:
- Salah input data (tanggal lahir, nama, NIK, atau gelar)
- Format file tidak sesuai (ukuran foto, jenis file, resolusi)
- Dokumen tidak jelas/blur (ijazah, transkrip, KTP, akta kelahiran)
Kesalahan kecil ini bisa membuat kamu tidak lolos verifikasi administrasi (Rikmin), padahal kemampuan akademikmu mungkin sangat kuat.
2. Verifikasi administrasi (Rikmin awal)
Setelah daftar online, kamu akan dipanggil untuk verifikasi berkas di panitia daerah (Polda/Polres atau instansi Polri terkait). Di sinilah panitia mencocokkan:
- Ijazah asli dan/atau legalisir
- KTP, KK, akta kelahiran
- Pas foto sesuai ketentuan
- Surat keterangan sehat/bebas narkoba (bila diminta)
- Dokumen lain sesuai pengumuman (misalnya SKCK, surat pernyataan, pakta integritas)
Selain itu, untuk jalur tertentu (misalnya Bakomsus atau Bintara), mulai dicek juga persyaratan fisik dasar seperti:
- Tinggi badan minimal (contoh: di salah satu pengumuman Bakomsus 2025 disebutkan tinggi minimal pelamar umum 163 cm)
- Rentang usia sesuai jenjang pendidikan (SMK/D3/D4/S1) dan status OAP/non-OAP
Banyak pelamar gugur di sini karena:
- Tidak membaca pengumuman dengan teliti (salah tahun, salah jalur, salah syarat)
- Mengira “kurang 1 cm” masih bisa ditoleransi
- Ijazah belum dilegalisir atau legalisir kadaluarsa
- Nama di ijazah dan KTP berbeda ejaan, tapi tidak disertai surat keterangan
Kalau kamu ingin aman, sebelum bertanya tes cpns polri seperti apa di tahap SKD, pastikan dulu: semua dokumen dan syarat fisikmu sudah clear jauh sebelum pendaftaran dibuka.
Tahap 2: SKD & CAT Polri – “Jantung” Seleksi Akademik yang Menyaring Besar-besaran
Setelah lolos administrasi, barulah kamu masuk ke tahap yang paling familiar buat pejuang CPNS: Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT, plus modul CAT lain yang khusus Polri.
1. SKD model nasional: TIU, TWK, TKP
Untuk formasi CPNS di lingkungan Polri, SKD mengikuti model nasional SSCASN, yaitu:
- Tes Intelegensi Umum (TIU)
Mengukur kemampuan logika, numerik, dan verbal. Contoh materi:- Deret angka dan huruf
- Aritmetika dasar dan perbandingan
- Silogisme dan logika pernyataan
- Analogi kata dan padanan kata
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Menguji pemahaman kamu tentang:- Pancasila
- UUD 1945
- NKRI dan sistem pemerintahan
- Bhinneka Tunggal Ika
- Sejarah nasional dan kebijakan dasar negara
- Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Berisi soal situasional yang menilai:- Integritas dan kejujuran
- Orientasi pelayanan publik
- Kerja sama tim
- Disiplin dan tanggung jawab
- Manajemen emosi dan stres
Di sinilah banyak pelamar CPNS Polri tumbang karena:
- Tidak paham bahwa TKP bobotnya besar dan tidak ada nilai minus, sehingga strategi menjawabnya berbeda dengan TIU/TWK
- Menganggap TWK hanya hafalan, padahal banyak soal berbasis kasus dan interpretasi
- Tidak terbiasa dengan tekanan waktu CAT
2. CAT Psikologi & CAT Uji Akademik khusus Polri
Selain SKD, Polri juga menjadwalkan:
- CAT Psikologi I
Biasanya berisi tes psikologi tertulis (misalnya kepribadian, minat, kecerdasan umum) untuk memetakan profil mental dan kecocokan dengan tugas kepolisian. - CAT Uji Akademik
Terutama untuk jalur penerimaan anggota (misalnya Bintara/Bakomsus), berisi materi akademik umum dan/atau sesuai jurusan. Contohnya:- Matematika dasar
- Bahasa Indonesia
- Pengetahuan umum
- Materi teknis sesuai bidang (misalnya kesehatan, teknik, forensik, pertanian, dan sebagainya) tergantung formasi
Jadi, ketika kamu bertanya tes cpns polri seperti apa, jangan bayangkan hanya SKD standar. Di Polri, CAT bisa muncul dalam beberapa sesi: SKD, psikologi, dan uji akademik.
3. Contoh pola soal singkat (gambaran, bukan soal resmi)
- TIU – Deret angka
2, 4, 8, 16, …
Pola: dikali 2 → jawaban: 32 - TWK – Pancasila
“Nilai yang menjadi dasar sikap saling menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya dalam masyarakat Indonesia termasuk pengamalan sila ke berapa?”
Jawaban: Sila ke-3 (Persatuan Indonesia), namun konteks bisa juga menyentuh sila ke-1 dan ke-2 tergantung redaksi. - TKP – Situasional
“Anda melihat rekan kerja sering datang terlambat dan mempengaruhi pelayanan publik. Sikap Anda?”
Pilihan jawaban biasanya semua tampak “baik”, tapi bobotnya berbeda. Di sinilah pemahaman nilai ASN dan integritas diuji.
Untuk menguasai bagian ini, latihan soal intensif dan simulasi CAT sangat krusial. Di titik ini, banyak peserta mulai sadar bahwa belajar sendirian tanpa struktur sering membuat mereka stuck di skor yang sama; di sinilah bimbingan belajar online dan tryout CAT bisa jadi “senjata rahasia” yang membedakan kamu dari pesaing lain.
Tahap 3: Tes Kompetensi Bidang (TKB) – Filter Khusus Formasi Strategis
tes cpns polri seperti apa tidak lengkap kalau tidak membahas Tes Kompetensi Bidang (TKB). TKB biasanya muncul bila:
- Formasi yang kamu lamar membutuhkan keahlian teknis tertentu
- Misalnya: tenaga kesehatan, analis forensik, IT, teknik, intelijen, dan lain-lain
1. Bentuk TKB
TKB bisa berupa:
- Ujian tertulis teknis (teori sesuai jurusan)
- Ujian praktik (misalnya praktik laboratorium, praktik keperawatan, atau tes komputer)
- Wawancara teknis dengan panel yang memahami bidang tersebut
Materinya merujuk pada:
- Ilmu dasar dan terapan sesuai jurusan pendidikanmu
- Peraturan perundang-undangan terkait jabatan (misalnya peraturan Menpan, peraturan internal Polri, SOP teknis)
Contoh:
Jika kamu melamar formasi tenaga kesehatan di Polri, TKB bisa menguji:
- Dasar-dasar anatomi dan fisiologi
- Prosedur penanganan gawat darurat
- Etika profesi kesehatan
- Pengetahuan tentang pelayanan kesehatan di lingkungan instansi pemerintah
Di sini, jebakan umumnya adalah pelamar terlalu fokus ke SKD dan lupa bahwa TKB bisa jadi penentu akhir di antara kandidat yang sama-sama lulus SKD.
Tahap 4: Psikologi Lanjutan & Penilaian Mental – Bukan Sekadar “Lulus Psikotes”
Banyak yang mengira psikologi hanya satu kali tes tertulis. Padahal, kalau kamu bedah tes cpns polri seperti apa di Polri, komponen psikologi bisa berlapis:
- CAT Psikologi I (tahap awal)
- TKK Aspek Pengetahuan dan Keterampilan
- PMK & PSI II (penilaian mental kepribadian lanjutan)
- Wawancara psikolog, tes proyektif, atau simulasi kelompok (assessment center) tergantung jalur
1. Apa yang dinilai?
Secara garis besar, psikologi Polri ingin memastikan:
- Stabilitas emosi dan ketahanan stres
- Kematangan kepribadian
- Kecocokan dengan nilai-nilai kepolisian dan ASN
- Kemampuan kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi
- Potensi masalah kepribadian yang bisa mengganggu tugas
Jadi, bukan sekadar “bisa mengerjakan soal gambar dan logika”, tapi juga:
- Konsistensi jawaban di berbagai tes
- Cara kamu merespons tekanan dan konflik
- Sikap saat wawancara (jujur, tidak dibuat-buat, tapi tetap profesional)
2. Cara mempersiapkan diri
- Latih diri dengan soal psikotes standar (logika, kepribadian, gambar, dan sebagainya) untuk membiasakan pola
- Jaga kondisi fisik dan mental menjelang tes (tidur cukup, makan teratur) karena kelelahan bisa mempengaruhi performa
- Latih kemampuan komunikasi dan refleksi diri untuk menghadapi wawancara psikolog
Banyak peserta yang sebenarnya “baik” secara kepribadian, tapi gugup dan tidak siap, sehingga kesannya tidak stabil atau tidak yakin. Ingat, di Polri, mental dan karakter sama pentingnya dengan nilai akademik.
Tahap 5: Tes Jasmani & Antropometri – Filter Fisik yang Sering Diremehkan
Kalau kamu ikut jalur penerimaan anggota Polri (Bintara, Bakomsus, dan sejenisnya), maka ketika membahas tes cpns polri seperti apa, kamu wajib memasukkan tes jasmani dan antropometri sebagai fokus utama.
1. Komponen tes jasmani
Umumnya meliputi:
- Lari (misalnya 12 menit)
- Push-up
- Sit-up
- Pull-up atau chinning
- Shuttle run atau tes kelincahan lain
Setiap komponen punya nilai, dan total nilai jasmani akan mempengaruhi peringkat kamu.
2. Antropometri dan syarat fisik
Selain kebugaran, akan diukur:
- Tinggi badan
- Berat badan (sering dikaitkan dengan indeks massa tubuh/proporsionalitas)
- Kadang lingkar kepala atau pengukuran lain sesuai standar
Contoh dari salah satu pengumuman Bakomsus 2025:
- Tinggi badan minimal pelamar umum 163 cm (angka ini bisa berbeda tergantung jalur, jenis kelamin, dan status OAP/non-OAP)
Banyak pelamar yang:
- Baru latihan fisik serius mendekati hari tes, sehingga hasilnya jauh di bawah standar
- Mengabaikan berat badan (terlalu kurus atau terlalu gemuk)
- Tidak pernah simulasi tes lari 12 menit dengan stopwatch
Padahal, kalau kamu sudah tahu tes cpns polri seperti apa dari jauh hari, kamu bisa:
- Menyusun program latihan fisik minimal 3–6 bulan sebelum tes
- Mengukur tinggi dan berat badan lebih awal untuk tahu apakah perlu mengatur pola makan/olahraga
- Latihan spesifik sesuai komponen tes (bukan hanya “jogging santai”)
Tahap 6: Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes I & II) – “Screening” Kesehatan Menyeluruh
Tahap ini sering dianggap “nasib-nasiban”, padahal banyak hal yang sebenarnya bisa kamu siapkan. Dalam rangkaian tes cpns polri seperti apa, Rikkes I dan Rikkes II adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dilakukan di fasilitas yang ditunjuk Polri.
1. Apa saja yang diperiksa?
Secara umum meliputi:
- Pemeriksaan fisik umum (tekanan darah, nadi, kondisi organ luar)
- Pemeriksaan laboratorium (darah dan urin)
- Pemeriksaan mata (ketajaman penglihatan, buta warna)
- Pemeriksaan pendengaran
- Rontgen toraks (paru-paru dan jantung)
- Pemeriksaan tambahan lain sesuai standar Polri
Ada:
- Rikkes I: pemeriksaan awal
- Rikkes II: pemeriksaan lanjutan/pendalaman
- Ditambah Rikmin akhir sebelum penetapan kelulusan
2. Hal-hal yang sering menggugurkan
- Penyakit yang mengganggu fungsi tugas (misalnya gangguan jantung, paru-paru berat, gangguan penglihatan berat)
- Buta warna (total/parsial, tergantung ketentuan formasi)
- Riwayat penggunaan narkoba (terdeteksi di tes urin)
- Kondisi fisik yang tidak sesuai standar kesehatan Polri
Kamu memang tidak bisa mengubah semua faktor kesehatan, tapi kamu bisa:
- Melakukan medical check up mandiri jauh hari sebelum mendaftar
- Menghentikan kebiasaan merokok/minum alkohol
- Menjaga pola makan dan olahraga
- Mengobati masalah kesehatan yang masih bisa ditangani (misalnya gigi, infeksi, dan sebagainya)
Tahap 7: Rikmin Akhir & Sidang Penetapan – “Final Cut” Sebelum Dinyatakan Lulus
Setelah semua tahap (administrasi, SKD/CAT, psikologi, jasmani, kesehatan, TKB) selesai, panitia akan:
- Melakukan Rikmin akhir (pemeriksaan administrasi dan kelengkapan akhir)
- Menggelar sidang akhir untuk menetapkan siapa saja yang memenuhi semua syarat dan berhak lanjut ke pendidikan/pelatihan atau diangkat sebagai CPNS
Di sinilah semua nilai dan hasil tes kamu dikompilasi. Detail bobot dan cara penghitungan bisa berbeda tiap tahun dan tiap jalur, dan diumumkan di:
- Situs resmi Penerimaan Polri (penerimaan.polri.go.id)
- Pengumuman daerah (Polda/Polres atau instansi Polri terkait)
Banyak peserta yang sudah merasa “aman” setelah SKD tinggi, tapi lupa bahwa:
- Tes kesehatan, jasmani, dan psikologi bisa mengubah peta peringkat
- Kesalahan administrasi kecil di akhir (misalnya tidak hadir saat Rikmin akhir, dokumen kurang) bisa tetap menggugurkan
Jadi, memahami tes cpns polri seperti apa berarti juga siap mengawal proses sampai pengumuman final, bukan hanya fokus di satu tahap.
Perbedaan Penting: CPNS Polri vs Penerimaan Anggota (Bintara/Bakomsus)
Biar tidak bingung, mari kita luruskan perbedaan ini, karena banyak yang bertanya tes cpns polri seperti apa tapi sebenarnya yang dimaksud adalah seleksi anggota Polri.
1. CPNS Polri (ASN di instansi Polri)
- Fokus pada jabatan struktural/fungsional ASN (analis, pranata, tenaga kesehatan, dan sebagainya)
- Wajib mengikuti SKD model nasional (TIU, TWK, TKP)
- Bisa ada TKB sesuai formasi
- Tes fisik biasanya tidak seketat jalur anggota, tapi tetap ada pemeriksaan kesehatan dan psikologi
2. Penerimaan anggota Polri (Bintara, Bakomsus, dsb.)
- Fokus pada profesi kepolisian (anggota yang akan bertugas di lapangan atau bidang khusus)
- Menggunakan kombinasi:
- CAT Psikologi
- CAT Uji Akademik
- Tes jasmani dan antropometri
- Rikkes I & II
- Psikologi lanjutan (PMK, PSI, TKK)
- Persyaratan fisik (tinggi badan, usia, kebugaran) jauh lebih ketat
- Untuk Bakomsus, ada syarat khusus sesuai bidang (misalnya pertanian, kesehatan, dan sebagainya) dengan contoh tinggi minimal 163 cm untuk pelamar umum di salah satu pengumuman 2025
Jadi, ketika kamu mencari tes cpns polri seperti apa, pastikan dulu:
- Kamu bicara tentang CPNS ASN Polri,
- Atau penerimaan anggota Polri.
Karena strategi belajarnya, fokus persiapan fisik, dan dokumen yang harus kamu siapkan bisa berbeda.
Strategi “Ordal” (Tapi Legal): Cara Cerdas Menghadapi Rangkaian Tes Polri

Sekarang kamu sudah punya gambaran lengkap tes cpns polri seperti apa. Tinggal pertanyaannya: bagaimana memaksimalkan peluang lolos di setiap tahap?
1. Baca pengumuman resmi sampai tuntas, jangan hanya poster Instagram
Semua detail penting ada di:
- Situs resmi Penerimaan Polri (penerimaan.polri.go.id)
- Pengumuman resmi Polda/Polres atau instansi Polri terkait
- Liputan media hanya membantu merangkum, bukan menggantikan pengumuman resmi
Jebakan umum:
- Mengandalkan info dari grup WhatsApp/Telegram tanpa cek ke sumber resmi
- Salah baca jadwal (misalnya jadwal 2024 dipakai untuk 2025)
- Tidak sadar ada perubahan syarat (tinggi badan, usia, dokumen)
2. Kunci SKD/CAT sejak awal: jangan berharap “keajaiban” di hari H
Karena SKD dan CAT Psikologi/Uji Akademik adalah filter besar-besaran, kamu perlu:
- Latihan soal TIU, TWK, TKP secara rutin dengan simulasi waktu
- Menggunakan tryout online berbasis CAT untuk membiasakan diri dengan tampilan dan tekanan waktu
- Menganalisis hasil tryout: bagian mana yang paling lemah (TIU? TWK? TKP?) dan fokus memperbaikinya
Di sinilah bimbingan belajar online dan paket tryout bisa jadi “ordal legal” kamu: bukan karena kenalan orang dalam, tapi karena kamu punya akses ke bank soal, pembahasan, dan simulasi yang tidak dimiliki semua orang.
3. Latihan fisik dan cek kesehatan jauh sebelum pengumuman
Untuk jalur anggota Polri (Bintara/Bakomsus):
- Mulai latihan lari, push-up, sit-up, dan kelincahan minimal 3–6 bulan sebelum tes
- Ukur tinggi dan berat badan sekarang, bukan nanti
- Lakukan medical check up sederhana untuk tahu kondisi dasar kesehatanmu
Untuk jalur CPNS Polri:
- Tetap jaga kesehatan karena Rikkes tetap ada
- Jangan menyepelekan pola tidur dan makan selama masa belajar intensif
4. Siapkan mental dan psikologi
- Latih soal psikotes standar
- Biasakan diri dengan situasi wawancara (bisa dengan roleplay bersama teman atau mentor)
- Jujur tapi tetap profesional saat menjawab pertanyaan psikolog
Ingat, psikologi bukan soal “menjawab apa yang dianggap benar oleh panitia”, tapi menunjukkan diri kamu yang stabil, dewasa, dan siap mengemban tugas publik.
Baca juga: Belajar CPNS 2026 Strategi Ordal Rahasia Biar Lolos Administrasi dan SKD!
Pada akhirnya, tes cpns polri seperti apa bisa diringkas sebagai rangkaian seleksi yang komprehensif: administrasi, akademik, psikologi, fisik, dan kesehatan semuanya diuji. Kalau kamu hanya kuat di satu sisi dan mengabaikan yang lain, peluangmu akan turun drastis. Sebaliknya, kalau kamu mempersiapkan diri secara menyeluruh—belajar SKD dengan strategi, latihan fisik terukur, cek kesehatan, dan menata mental—kamu sudah selangkah lebih maju dibanding ribuan pesaing yang hanya “ikut arus”.
Kalau kamu merasa butuh struktur belajar yang jelas, pembahasan soal yang rapi, dan simulasi CAT yang mirip aslinya, ini saatnya kamu mulai mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout khusus CPNS/Polri, supaya perjuanganmu tahun ini tidak lagi sekadar “coba-coba”, tapi benar-benar terarah dan terukur.
Perjalanan menjadi ASN di lingkungan Polri memang bukan sprint pendek, melainkan maraton yang menuntut konsistensi. Namun, setiap tahap yang kamu lewati—dari mengurus berkas, belajar SKD, latihan fisik, sampai tes psikologi—adalah investasi untuk masa depanmu sendiri. Jangan biarkan ketidaktahuan tentang tes cpns polri seperti apa menjadi alasan gugurnya mimpimu. Mulai susun strategi dari sekarang, belajar dengan cerdas, jaga fisik dan mental, dan jadikan seleksi berikutnya sebagai momen pembuktian bahwa kamu benar-benar siap mengabdi pada negara.
Sumber Referensi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Jadwal Seleksi
- PENERIMAAN.POLRI.GO.ID – Penerimaan Anggota Polri
- DETIK.COM – Penerimaan Polri 2025: Jadwal, Syarat, Link, Lengkap Cara Daftarnya
- POLRES.LAMONGANKAB.GO.ID – Penerimaan Polri
- IDEZIA.COM – CPNS Kepolisian Negara Republik Indonesia
- FAPERTA.UNSRAT.AC.ID – Penerimaan Bakomsus Polri 2025
Program Value Jadi ASN 2026
“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”





📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026!!!
- Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi CPNS terupdate
- Ratusan Latsol CPNS terupdate
- Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
- dan masih banyak lagi yang lainnya
Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026
- ✅Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
- ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
- ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya
Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan
1. Program Premium Gratis selama 7 Hari
Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.
2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS
Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class
3. 5 Paket simulasi CPNS
Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
✅Terdapat Analisis salah dan benar
✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
✅Grafik perkembangan skor simulasi
✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
✅Skor keluar real time
✅Soal bisa didownload dan diprint
✅Video pembahasan dan teks pembahasan
✅Zoom out/ in tampilan soal
4. 20 Paket Latihan soal CPNS
Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS
✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024
Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

