Tes TKP CPNS Bikin Gugup? Kuasai Pola Skornya!

tes tkp cpns

Tes TKP CPNS sekarang jadi salah satu penentu utama kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam rekrutmen CASN, baik CPNS maupun sebagian formasi PPPK dan sekolah kedinasan.

Banyak pejuang NIP mengaku justru paling gugup di bagian TKP, karena tidak ada jawaban yang secara eksplisit “benar” atau “salah”.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat dan formasi yang terbatas, memahami logika penilaian TKP bukan lagi sekadar “plus”, tetapi keharusan jika Anda ingin melewati passing grade dengan aman dan bersaing sampai tahap akhir.

Saat ini pemerintah menempatkan karakter, integritas, dan sikap pelayanan publik sebagai fondasi utama aparatur sipil negara. Artinya, nilai TKP bukan hanya mengukur apakah Anda bisa menghafal teori, tetapi apakah cara Anda merespons masalah kerja sehari-hari sudah selaras dengan nilai ideal ASN.

Di sinilah banyak peserta terjebak: secara logis merasa sudah memilih jawaban “baik”, tetapi ternyata belum tentu itu yang paling merefleksikan standar perilaku PNS yang diinginkan negara.

Apa Itu Tes TKP CPNS dan Mengapa Begitu Menentukan?

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah bagian dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dirancang untuk menilai kepribadian, sikap, dan perilaku calon ASN, bukan kecerdasan logika atau hafalan materi.

Jika TWK menguji wawasan kebangsaan dan TIU menguji intelegensi umum, maka TKP fokus pada “siapa diri Anda ketika bekerja sebagai pelayan publik”.

Secara resmi, TKP digunakan untuk melihat apakah Anda memiliki:

  • potensi kepribadian yang sehat dan matang
  • integritas tinggi
  • kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja pemerintahan
  • orientasi kuat pada pelayanan masyarakat
  • profesionalisme dan tanggung jawab
  • kemampuan bekerja sama dalam tim
  • sikap anti-radikalisme dan menjunjung nilai kebangsaan

Berbeda dengan tes pengetahuan, TKP memakai studi kasus yang menggambarkan situasi nyata di lingkungan kerja instansi pemerintah. Misalnya konflik dengan rekan kerja, tekanan dari atasan, tuntutan masyarakat, atau perbedaan sosial budaya di tempat kerja.

Tujuannya jelas, pemerintah ingin memastikan bahwa yang lolos bukan hanya orang yang pintar, tetapi juga orang yang bisa dipercaya untuk memegang amanah publik.

Menariknya, tes tkp cpns tidak hanya dipakai dalam seleksi CPNS, tetapi juga diadaptasi dalam seleksi sekolah kedinasan. Artinya, standar karakter yang dinilai di sini adalah standar minimal yang diharapkan dari calon aparatur negara secara umum.

Apa Itu Tes TKP CPNS dan Mengapa Begitu Menentukan?

Posisi TKP dalam SKD dan Kenapa Proporsinya Terbesar

Dalam SKD CPNS, terdapat tiga komponen utama:

  • Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
  • Tes Intelegensia Umum (TIU)
  • Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Pada seleksi CPNS 2024, TKP berisi 45 soal dari total 110 soal SKD. Ini adalah porsi terbesar dibandingkan TWK dan TIU. Sinyalnya jelas: pemerintah sangat serius menyeleksi karakter dan kepribadian calon aparatur.

Dari sudut pandang strategi, kondisi ini memiliki dua implikasi penting:

  1. TKP bisa jadi penentu kelulusan meski nilai TWK dan TIU Anda bagus.
  2. Jika Anda mampu menguasai pola TKP dan konsisten mendapat skor tinggi (4 atau 5 per soal), Anda punya peluang besar mengamankan total nilai SKD.

Banyak peserta yang terjebak pada pola belajar “matematika dan hafalan” untuk TIU dan TWK saja, lalu menganggap TKP sebagai tes “mengalir saja”.

Hasilnya, nilai TKP sering menjadi titik lemah yang menjatuhkan total skor. Padahal, dengan memahami logika penilaian TKP, Anda bisa menyusun strategi menjawab yang jauh lebih terarah dan konsisten.

Struktur Soal, Sistem Skor, dan Cara Berpikir yang Tepat

Untuk bisa menguasai tes tkp cpns, Anda perlu memahami “mekanisme dalamnya”: bentuk soal, pola pilihan jawaban, serta cara penilaian.

Format Soal TKP: Studi Kasus Harian di Dunia ASN

Hampir seluruh soal TKP berbentuk vignette atau studi kasus singkat yang menggambarkan:

  • situasi konflik di kantor
  • tuntutan pelayanan masyarakat
  • tekanan pekerjaan yang menumpuk
  • perbedaan karakter rekan kerja
  • dilema antara kepentingan pribadi dan kepentingan organisasi
  • situasi yang menguji integritas dan sikap kebangsaan

Setiap soal akan diikuti 5 pilihan jawaban yang biasanya semuanya tampak “masuk akal”, hanya kualitasnya berbeda. Misalnya:

  • sama-sama membantu, tetapi berbeda inisiatifnya
  • sama-sama menolak perilaku salah, tetapi berbeda ketegasannya
  • sama-sama bekerja, tetapi berbeda prioritas dan manajemen waktunya

Anda tidak diminta mencari sebuah jawaban mutlak yang benar, melainkan memilih respons yang paling dekat dengan nilai ideal ASN menurut standar pemerintah.

Skor 1 sampai 5: Tidak Ada Nol, tetapi Ada “Perangkap”

Inilah ciri khas tes tkp cpns yang sering membuat bingung.

  • Setiap pilihan jawaban memiliki skor 1 sampai 5.
  • Skor 5 adalah jawaban paling ideal menurut nilai ASN.
  • Skor 1 adalah jawaban yang paling jauh dari sikap yang diharapkan.
  • Tidak ada skor 0, jadi Anda selalu mendapat poin selama menjawab.

Dari sini banyak peserta lengah. Mereka merasa “asal menjawab juga tetap dapat poin” sehingga menganggap TKP tidak berbahaya. Padahal:

  • Jika Anda konsisten memilih jawaban yang hanya bernilai 2 atau 3, total skor TKP akan jauh dari optimal.
  • Pesaing Anda yang memahami pola nilai TKP akan lebih sering menyentuh skor 4 dan 5, sehingga total SKD-nya melesat.

Kunci utamanya bukan sekadar menghindari jawaban buruk, tetapi mengarahkan pilihan ke opsi paling proaktif, paling berintegritas, dan paling berorientasi pelayanan.

Jawaban Logis Belum Tentu Skor Maksimal

Sering terjadi peserta menjawab berdasarkan:

  • apa yang sering ia lihat di kantor,
  • apa yang menurutnya “masuk akal secara dunia kerja nyata”,
  • atau apa yang terasa “aman” secara sosial.

Di sinilah letak perbedaan: TKP bukan menilai apa yang “umum terjadi”, tetapi apa yang “seharusnya dilakukan” oleh seorang ASN ideal.

Contoh sederhana:
Jika ada rekan kerja sering terlambat dan mengganggu pelayanan. Beberapa peserta mungkin memilih:

  • “Membiarkan saja karena sudah kebiasaan di kantor, yang penting pekerjaan saya selesai”,

yang bagi sebagian orang “realistis”. Tetapi bagi standar TKP, ini menunjukkan Anda tidak peduli kualitas pelayanan dan tidak punya kepedulian terhadap disiplin tim, sehingga skor bisa rendah.

Sementara jawaban ideal cenderung:

  • mengutamakan komunikasi yang baik,
  • tetap menjaga hubungan kerja,
  • tetapi tetap menjaga disiplin dan standar pelayanan,
  • serta melibatkan mekanisme organisasi jika perlu (misalnya menyampaikan ke atasan dengan cara yang tepat).

Ini yang sering menjadi pembeda antara skor 3 dan skor 5.

Struktur Soal, Sistem Skor, dan Cara Berpikir yang Tepat

Kisi-kisi TKP: Nilai Apa Saja yang Diukur?

Berdasarkan regulasi seperti Peraturan Menteri PANRB Nomor 27 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri PANRB Nomor 651 Tahun 2023, materi TKP mencakup beberapa indikator utama. Pada praktiknya bisa berkisar 6 sampai 11 indikator, tetapi benang merahnya relatif sama. Berikut penjelasan beberapa aspek yang paling sering muncul.

1. Pelayanan Publik: Mampu Hadir untuk Masyarakat, Bukan Hanya Mengisi Absen

Indikator ini mengukur seberapa jauh Anda:

  • peka terhadap kebutuhan masyarakat
  • mampu melayani dengan ramah dan efektif
  • memahami batas wewenang tetapi tetap berusaha membantu
  • tidak mempersulit, tidak memutarbalikkan prosedur

Dalam soal, bentuknya bisa seperti:

  • warga protes karena antrean panjang
  • pemohon izin kesulitan memahami prosedur
  • masyarakat terpencil tidak mengerti bahasa administrasi formal

Jawaban berskor tinggi biasanya:

  • sigap mencari solusi dalam ruang lingkup wewenang
  • menjelaskan prosedur dengan bahasa yang mudah
  • menjaga sopan santun, meski masyarakat sedang emosi
  • berusaha meningkatkan kualitas layanan, bukan sekadar “ikut arus”

Sedangkan jawaban dengan skor lebih rendah sering menunjukkan:

  • mengabaikan keluhan,
  • menyuruh warga “baca saja di papan pengumuman”,
  • atau melemparkan tanggung jawab ke unit lain tanpa usaha membantu.
2. Jejaring Kerja: Bekerja Bersama, Bukan Sendiri-sendiri

Jejaring kerja mengukur kemampuan membangun hubungan profesional yang sehat, baik di internal instansi maupun lintas unit. Dalam realitas birokrasi, banyak pekerjaan hanya bisa selesai jika koordinasi berjalan baik.

Soal dalam indikator ini biasanya menggambarkan:

  • kebutuhan koordinasi antarbagian
  • ajakan kolaborasi dari instansi lain
  • peluang berbagi informasi penting untuk menyelesaikan tugas publik

Jawaban yang bernilai tinggi cenderung:

  • terbuka bekerja sama,
  • aktif membangun komunikasi,
  • mau berbagi informasi dan sumber daya sesuai aturan,
  • berorientasi pada hasil organisasi, bukan nama pribadi.

Jawaban yang bernilai rendah umumnya:

  • terlalu individualis,
  • menolak diajak kerja sama karena merasa itu “bukan tugas saya”,
  • atau menyimpan informasi demi keuntungan pribadi.
3. Profesionalisme: Taat Tugas, Standar, dan Etika Kerja

Profesionalisme tidak sekadar datang tepat waktu, tetapi juga mencakup:

  • menjalankan tugas sesuai standar jabatan
  • disiplin waktu dan hasil kerja
  • menjaga kerahasiaan data dan informasi yang seharusnya dilindungi
  • mampu mengelola konflik kepentingan
  • tidak mencampurkan urusan pribadi dengan tugas pelayanan publik

Dalam bentuk soal, Anda akan menjumpai situasi seperti:

  • diminta atasan “mempercepat” urusan pihak tertentu di luar prosedur
  • diminta mengakses data yang sifatnya sensitif untuk kepentingan pribadi orang lain
  • menghadapi teman yang mengajak “mengurangi beban kerja” dengan cara-cara menyimpang

Jawaban profesional adalah:

  • tetap mematuhi peraturan dan SOP
  • menolak permintaan yang bertentangan dengan aturan
  • menjelaskan risiko dan dasar hukumnya dengan cara yang sopan
  • mengutamakan kepentingan organisasi dan publik, bukan pribadi atau kelompok

Jika Anda cenderung “ikut saja supaya tidak dicap tidak kompak”, skor profesionalisme Anda berpotensi rendah.

4. Anti-radikalisme: Menjaga NKRI dan Menolak Ekstremisme

Dalam konteks ASN, sikap anti-radikalisme berarti:

  • menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan atau perpecahan bangsa
  • tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian atas dasar SARA
  • cermat menyikapi informasi yang belum jelas kebenarannya
  • melaporkan indikasi radikalisme melalui jalur yang tepat

Bentukk soal biasanya:

  • ajakan mengikuti kelompok dengan paham yang menentang ideologi negara
  • pesan berantai yang mengandung provokasi
  • rekan kerja yang terang-terangan menunjukkan sikap intoleran

Jawaban dengan skor tinggi:

  • tidak ikut menyebarkan atau mendukung
  • mengklarifikasi informasi dari sumber resmi
  • menjaga sikap toleran
  • dan dalam kasus yang serius, melaporkan ke atasannya sesuai prosedur.

Jawaban bernilai rendah misalnya:

  • ikut menyebarkan tanpa verifikasi
  • diam tapi tetap mendukung di belakang
  • atau mengabaikan meski tahu ada potensi ancaman serius.
5. Sosial Budaya: Mampu Beradaptasi dalam Masyarakat Majemuk

Indonesia sangat majemuk, sehingga ASN dituntut:

  • menghormati perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa
  • tidak memaksakan pandangan pribadi
  • peka terhadap norma lokal tanpa melanggar hukum nasional
  • mampu berkomunikasi dengan cara yang mudah diterima berbagai kelompok

Soal biasanya menggambarkan:

  • kerja di daerah dengan bahasa lokal yang dominan
  • rekan kerja dari latar belakang budaya berbeda
  • perayaan hari besar keagamaan di lingkungan kantor
  • kebijakan layanan yang menyentuh komunitas tertentu

Jawaban berskor tinggi:

  • menunjukkan sikap terbuka dan menghargai perbedaan
  • berusaha menyesuaikan cara komunikasi dengan tetap berpegang pada aturan
  • menjaga suasana kerja yang inklusif

Sebaliknya, jawaban bernilai rendah sering:

  • menilai kelompok lain dengan stereotip negatif
  • memaksakan cara pandang pribadi
  • atau menolak bekerja sama hanya karena perbedaan identitas.
6. Integritas, Orientasi Pelayanan, dan Kerja Tim

Selain lima indikator di atas, tes tkp cpns umumnya juga menilai:

  • Integritas: jujur, tidak korup, tidak menyalahgunakan kewenangan.
  • Orientasi pelayanan: menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.
  • Kerja tim: mampu berkontribusi, tidak mendominasi atau pasif, dan mau bertanggung jawab.

Dalam soal-soal tersebut, Anda akan dihadapkan pada:

  • godaan gratifikasi
  • kesempatan mengambil jalan pintas yang menguntungkan diri sendiri
  • konflik internal tim yang bisa mengganggu pelayanan
  • pilihan antara kenyamanan pribadi dan kebutuhan organisasi

Jawaban bernilai tinggi selalu berpihak pada:

  • kejujuran
  • transparansi
  • kepentingan masyarakat luas
  • serta penyelesaian masalah secara konstruktif, bukan melarikan diri atau mencari kambing hitam.

Baca Juga: CPNS Kominfo untuk SMA, Jangan Cuma Nunggu Info Hoaks!

Strategi Menjawab TKP: Dari Pola Pikir sampai Latihan Soal

Menghadapi tes tkp cpns bukan tentang “menebak kepribadian ideal” secara acak, tetapi membangun cara berpikir sistematis yang sejalan dengan nilai ASN. Berikut pendekatan yang bisa Anda gunakan.

1. Pahami Prinsip Umum Penilaian: Proaktif, Melayani, Berintegritas

Sebelum membuka soal, tanamkan tiga prinsip dasar ini di kepala:

  1. Proaktif: tidak menunggu disuruh, tetapi bergerak mencari solusi dalam koridor aturan.
  2. Melayani: kepentingan masyarakat dan organisasi lebih diutamakan daripada kenyamanan pribadi.
  3. Berintegritas: jujur, berani menolak penyimpangan, dan konsisten memegang aturan.

Setiap kali Anda bingung memilih jawaban, tanyakan:

  • “Di antara kelima opsi ini, mana yang paling proaktif?”
  • “Mana yang paling jelas berpihak pada pelayanan publik?”
  • “Mana yang paling tegas menjaga aturan dan integritas?”

Jawaban yang memenuhi ketiga kriteria tersebut hampir selalu mendekati skor 4 atau 5.

2. Baca Pertanyaan dengan Tenang, Fokus pada Inti Masalah

Banyak peserta terjebak karena terburu-buru:

  • terlalu fokus pada detail kecil,
  • atau justru teralihkan oleh emosi di dalam skenario.

Biasakan:

  • Identifikasi inti masalah: apakah ini soal pelayanan, integritas, kerja sama, atau adaptasi sosial budaya?
  • Perhatikan peran Anda di situasi tersebut: bawahan, atasan, atau rekan sejajar. Cara merespons bisa berbeda.
  • Amati batas wewenang: jangan memilih jawaban yang melampaui kewenangan jabatan dalam studi kasus.

Contoh: jika Anda digambarkan sebagai staf biasa, pilihan “langsung mengubah kebijakan instansi” tidak realistis, sehingga skornya cenderung rendah meski terlihat heroik.

3. Hindari Dua Ekstrem: Terlalu Kaku atau Terlalu “Cari Aman”

Dalam TKP, jawaban paling tinggi biasanya bukan:

  • jawaban yang terlalu kaku dan konfrontatif,
  • maupun jawaban yang terlalu pasif dan menghindar konflik.

Misalnya, ketika melihat rekan kerja menyimpang:

  • Menegur dengan kasar di depan publik biasanya tidak ideal.
  • Diam saja demi “menjaga hubungan baik” juga bukan pilihan terbaik.

Jawaban bernilai tinggi cenderung:

  • mengusahakan komunikasi yang asertif,
  • memilih waktu dan tempat yang tepat,
  • bila perlu melibatkan atasan atau mekanisme formal setelah upaya personal tidak berhasil,
  • dan tetap menjaga martabat semua pihak.
4. Manajemen Waktu: Jangan Terjebak Terlalu Lama di Satu Soal

Karena seluruh sesi SKD memiliki durasi terbatas, TKP menuntut:

  • kemampuan membaca cepat,
  • pengambilan keputusan yang mantap,
  • tanpa terlalu lama ragu di satu kasus.

Strateginya:

  • Jika bimbang antara dua jawaban, pilih yang lebih proaktif dan lebih berpihak pada pelayanan publik.
  • Jangan kembali mengubah jawaban berkali-kali hanya karena ragu tanpa alasan kuat.
  • Latihan rutin akan membuat Anda lebih cepat mengenali pola jawaban skor tinggi.
5. Latihan Soal dan Review Pola Jawaban

Soal latihan TKP gratis untuk CPNS 2024 sudah banyak tersedia, termasuk yang diadaptasi dan dibahas di platform seperti JadiASN. Cara memanfaatkannya secara maksimal:

  1. Kerjakan simulasi dengan batas waktu nyata, seolah-olah ujian sesungguhnya.
  2. Setelah selesai, jangan hanya melihat skor, tetapi juga telaah:
    • Mengapa jawaban tertentu dianggap lebih ideal?
    • Aspek nilai apa yang ditekankan di setiap soal?
  3. Catat pola: jenis respons seperti apa yang cenderung bernilai 4 – 5 dalam berbagai tema (pelayanan, integritas, jejaring kerja, dan seterusnya).

Semakin sering Anda berlatih, semakin otomatis Anda akan menemukan jawaban yang sejalan dengan nilai ASN ideal.

6. Menjaga Keseimbangan Kecepatan dan Kedalaman

Tes TKP memang menguji kecepatan, tetapi tetap menilai kedalaman cara berpikir. Agar seimbang:

  • Jangan membaca terlalu cepat sampai melewatkan detail penting (misalnya siapa yang menjadi tokoh dalam kasus).
  • Jangan terlalu detail hingga lupa mengatur waktu.
  • Biasakan membuat keputusan dalam 1 sampai 2 menit per soal TKP saat latihan.

Ingat, tes tkp cpns lebih butuh konsistensi sikap daripada “jawaban jenius”. Konsistensi inilah yang harus Anda latih dari sekarang.

Menjadi ASN bukanlah tentang “sekadar lulus CPNS”, tetapi tentang memegang amanah pelayanan publik yang panjang dan penuh tantangan.

Tes TKP dirancang untuk menyaring mereka yang siap memikul amanah tersebut dengan karakter yang matang, integritas kuat, dan orientasi pelayanan yang tulus.

Setiap soal yang Anda jawab bukan hanya angka di lembar nilai, tetapi cerminan sikap yang akan Anda bawa ketika nanti sudah duduk di kursi ASN.

Jika selama ini Anda merasa TKP “abu-abu” dan membingungkan, anggaplah sekarang lembaran baru sudah dibuka. Anda sudah memahami bahwa tidak ada jawaban benar mutlak, namun selalu ada jawaban yang paling ideal dari kacamata nilai ASN.

Anda sudah mengenal indikatornya, pola soalnya, hingga strategi berpikir yang tepat. Tinggal satu hal yang perlu dilakukan: berlatih rutin dan jujur pada diri sendiri untuk terus memperbaiki cara berpikir dan bersikap.

Jangan biarkan keraguan atau pengalaman gagal sebelumnya membuat Anda berhenti. Banyak pejuang NIP yang akhirnya lolos setelah mereka serius mempelajari pola TKP dan mengubah cara pandang terhadap profesi ASN.

Jika mereka bisa, Anda pun sangat mungkin bisa. Mulailah dari satu set latihan hari ini, evaluasi, lalu ulangi besok dengan lebih baik. Sedikit demi sedikit, karakter dan pola jawaban Anda akan terbentuk mendekati sosok ASN yang diharapkan negara.

Pada akhirnya, nilai TKP bukan hanya tiket menuju tahap selanjutnya, tetapi juga cermin kesiapan Anda untuk mengabdi. Jadikan setiap soal sebagai latihan menjadi pelayan publik yang masyarakat dambakan.

Teruskan langkah Anda, persiapkan diri dengan cerdas, dan percayai proses. Kursi ASN yang Anda impikan mungkin lebih dekat dari yang Anda bayangkan.

Sumber Referensi
  • IDNTIMES.COM – Apa Itu TKP dalam Seleksi CPNS
  • STUDIKU.ID – TKP Adalah Tes Karakteristik Pribadi: Pengertian, Materi, Tips
  • QUIPPER.COM – TKP: Tes Karakteristik Kepribadian
  • GLINTS.COM – Tes Karakteristik Pribadi: Pengertian dan Contoh Soal
  • SKULING.ID – Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover Slider
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Yuk, Susun Strategi Belajarmu

Dapatkan arahan belajar sesuai target CPNS yang ingin kamu tuju.

Journey JadiASN - Gratis!

Coba gratis Journey JadiASN untuk strategi lolos SKD CPNS 2026 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang CPNS

Mulai Perjalanan Belajar CPNS-mu Sekarang