Berakhlak Latsar CPNS : Rahasia Lulus dan Siap Mengabdi!

berakhlak latsar cpns

Berakhlak Latsar CPNS bukan sekadar materi pelatihan yang harus Anda hafal menjelang Diklat, tetapi merupakan pondasi karakter yang akan terus dibawa sepanjang karier sebagai ASN, baik di jalur CPNS maupun PPPK.

Di tengah persaingan ketat seleksi CASN saat ini, mulai dari seleksi administrasi, SKD, hingga SKB, pemahaman yang kuat tentang nilai BerAKHLAK menjadi pembeda penting: bukan hanya pintar menjawab soal, tetapi siap menjadi pelayan publik yang berintegritas dan profesional.

Banyak peserta seleksi hanya fokus pada nilai passing grade, lupa bahwa setelah lulus, mereka akan menghadapi Latsar CPNS yang menuntut internalisasi nilai-nilai ini dalam tugas nyata di unit kerja.

Dalam konteks rekrutmen ASN modern yang semakin transparan dan berbasis merit, BerAKHLAK telah menjadi “bahasa nilai” yang sama di seluruh instansi. Kementerian, lembaga, sampai pemda menggunakan nilai inti ini sebagai standar budaya kerja, penilaian kinerja, dan bahkan bahan evaluasi saat Latsar.

Artinya, sejak sekarang, sebelum Anda dinyatakan lulus seleksi, memahami makna dan praktik BerAKHLAK akan membuat Anda lebih siap, lebih percaya diri, dan tidak “gagap” saat memasuki masa orientasi dan habituasi di instansi tujuan Anda.

Berakhlak Latsar CPNS : Rahasia Lulus dan Siap Mengabdi!

Apa Itu BerAKHLAK Latsar CPNS dan Mengapa Wajib Dikuasai?

BerAKHLAK adalah akronim dari tujuh nilai dasar ASN: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Nilai ini ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai core values ASN Indonesia, untuk menggantikan keragaman rumusan nilai di masing-masing instansi yang sebelumnya sering berbeda-beda penafsiran.

Secara hukum, pijakan nilai ASN sebenarnya sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Namun dalam praktik, setiap instansi punya tafsir dan istilah sendiri sehingga menimbulkan ketidaksatuan budaya kerja.

BerAKHLAK lahir sebagai upaya standarisasi. Tujuannya jelas: seluruh ASN, dari pusat hingga daerah, dari kementerian sampai lembaga peradilan, memiliki satu bahasa nilai yang sama, satu arah integritas, dan satu pola perilaku kerja yang profesional.

Di lingkungan Latsar CPNS, BerAKHLAK tidak diajarkan sebagai teori kosong. Lembaga Administrasi Negara (LAN) memasukkan BerAKHLAK sebagai materi wajib di:

  1. Tahap II: Agenda Nilai Dasar PNS
    Pada fase ini, CPNS diajak memahami, mendalami, dan mendiskusikan setiap nilai BerAKHLAK: definisi, makna, indikator perilaku, serta contoh penerapannya dalam keseharian tugas. Biasanya dipadukan dengan materi lain seperti kedudukan dan peran ASN, nilai dasar Pancasila, NKRI, dan pelayanan publik.
  2. Tahap IV: Agenda Habituasi (Aktualisasi)
    Ini adalah tahap ketika nilai BerAKHLAK harus nyata terlihat dalam tindakan. Peserta diminta mengidentifikasi masalah atau tantangan di unit kerja, lalu merancang dan melaksanakan proyek aktualisasi dengan menjadikan BerAKHLAK sebagai landasan perilaku. Di akhir, peserta menyusun laporan dan mempresentasikannya, sekaligus menjadi bahan penilaian kelulusan Latsar.

Dengan pola ini, BerAKHLAK berfungsi ganda: sebagai kompas moral dan sebagai standar perilaku kerja. Bukan hanya soal “baik secara pribadi”, tetapi bagaimana Anda, sebagai ASN, melayani publik, menggunakan anggaran, berkoordinasi, menghadapi perubahan, serta menjaga kehormatan instansi dan negara.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan seleksi CPNS atau PPPK, memahami BerAKHLAK sejak sekarang memberi dua keuntungan besar.

Pertama, Anda akan lebih mudah mengikuti materi Latsar karena sudah punya kerangka pemikiran yang siap. Kedua, dalam wawancara atau tes kompetensi bidang yang menyentuh etika kerja ASN, Anda bisa menjawab dengan lebih sistematis dan sesuai arah kebijakan pemerintah terkini.

Apa Itu BerAKHLAK Latsar CPNS dan Mengapa Wajib Dikuasai?

Makna Setiap Nilai BerAKHLAK dan Contoh Penerapannya di Latsar CPNS

Nilai BerAKHLAK tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung dan saling menguatkan. Untuk membantu Anda benar-benar menginternalisasi, mari kita bahas satu per satu, kemudian kaitkan dengan contoh konkret di Latsar maupun kehidupan kerja sehari-hari sebagai ASN pemula.

1. Berorientasi Pelayanan: Jiwa Pelayan Publik, Bukan Penguasa

Berorientasi Pelayanan berarti setiap ASN harus memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, bersikap ramah, santun, dan memberikan solusi atas masalah publik secara profesional.

Di era transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat tidak lagi melihat ASN sebagai “pejabat” yang harus dilayani, tetapi sebagai pelayan publik yang wajib responsif dan empatik.

Dalam praktik Latsar CPNS, nilai ini sering ditekankan melalui:

  • Simulasi pelayanan publik, misalnya pelayanan loket, layanan perizinan, atau konsultasi kepada warga.
  • Studi kasus tentang keluhan masyarakat yang tidak tertangani dengan baik, lalu peserta diminta menganalisis di mana letak kegagalan nilai Berorientasi Pelayanan.
  • Penyusunan rencana perbaikan prosedur layanan di unit masing-masing ketika menyusun proyek aktualisasi.

Contoh sederhana penerapannya:
Seorang CPNS di dinas kesehatan melihat antrian panjang di loket pendaftaran pasien. Ia menginisiasi sistem pengambilan nomor antrian dan memberikan informasi yang jelas kepada pasien mengenai alur layanan, jam praktik, serta dokumen yang perlu disiapkan. Ia melakukannya dengan ramah, tidak mudah tersulut emosi meski menghadapi masyarakat yang lelah dan khawatir.

Sebelum menjadi CPNS, Anda bisa mulai melatih nilai ini dari hal kecil: melayani anggota keluarga, aktif di kegiatan sosial, atau menjadi volunteer pelayanan publik. Kebiasaan ini akan membantu Anda saat memasuki dunia ASN yang penuh interaksi dengan masyarakat.

2. Akuntabel: Jujur, Bertanggung Jawab, dan Tertib Mengelola Sumber Daya Negara

Akuntabel berarti dapat dipertanggungjawabkan. ASN dituntut jujur, disiplin, memegang teguh integritas, dan menggunakan setiap sumber daya negara secara efektif dan efisien. Setiap keputusan, penggunaan anggaran, dan keluaran pekerjaan harus bisa dijelaskan, diaudit, dan tidak melanggar etika.

Dalam materi Latsar, nilai Akuntabel biasanya:

  • Dihubungkan dengan pengelolaan anggaran, pengarsipan, dan pelaporan kinerja (LAKIP, SAKIP, dan sebagainya).
  • Muncul dalam penilaian individu: ketepatan waktu hadir, kepatuhan terhadap aturan pelatihan, serta kejujuran dalam mengerjakan tugas.
  • Dijadikan fondasi pembahasan tentang gratifikasi, korupsi, konflik kepentingan, dan maladministrasi.

Dalam proyek aktualisasi, CPNS bisa menunjukkan Akuntabel dengan:
Membuat mekanisme pencatatan yang transparan, misalnya rekapitulasi penggunaan ATK, daftar hadir rapat, atau laporan pelaksanaan kegiatan yang jelas dan mudah ditelusuri. Setiap angka dan data punya bukti yang rapi.

Jika Anda sekarang masih dalam tahap seleksi, mulai latih akuntabilitas dari kebiasaan belajar: catat jadwal, jaga konsistensi, hindari mencontek, dan bertanggung jawab penuh pada proses persiapan Anda. Sikap ini akan terbawa saat Anda menghadapi tuntutan kerja yang jauh lebih besar kelak.

3. Kompeten: Terus Belajar, Menguasai Tugas, dan Melahirkan Kinerja Berkualitas

Kompeten mengandung makna bahwa ASN tidak boleh berhenti belajar. Perubahan regulasi berjalan cepat, teknologi terus berkembang, dan kebutuhan masyarakat semakin kompleks. ASN yang kompeten adalah yang selalu meningkatkan keahlian diri, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan output kerja dengan kualitas tinggi.

Dalam Latsar CPNS:

  • Materi Kompeten ditanamkan melalui tugas individu, diskusi, serta kewajiban mempelajari regulasi terkait bidang Anda.
  • Peserta diminta menguasai hal-hal teknis minimal di unit kerja masing-masing, lalu menerapkannya dalam rencana aktualisasi.
  • Ditekankan juga aspek “mengajak orang lain belajar”, bukan hanya belajar sendiri.

Contoh penerapan Kompeten dalam aktualisasi:
CPNS di unit kepegawaian menyadari bahwa banyak pegawai yang belum paham aplikasi e-Kinerja. Ia belajar dulu secara mendalam, lalu membuat panduan sederhana dan mengadakan sesi pendampingan singkat untuk rekan kerja senior. Hasilnya, proses input kinerja harian menjadi lebih lancar dan tepat waktu.

Bagi Anda yang sedang menyiapkan seleksi CASN, membangun kompetensi bisa dimulai dari penguasaan materi SKD (TWK, TIU, TKP), latihan soal, hingga pemahaman dasar tupoksi jabatan yang Anda lamar. Kebiasaan belajar terstruktur ini akan sangat membantu ketika Anda harus menyerap materi Latsar yang padat dan teknis.

4. Harmonis: Menciptakan Lingkungan Kerja yang Kondusif dan Saling Menghargai

Harmonis berarti membangun hubungan yang baik, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi semua. ASN bekerja di lingkungan yang beragam: berbeda usia, suku, agama, latar belakang pendidikan, dan karakter pribadi. Tanpa sikap harmonis, konflik kecil bisa mengganggu kinerja organisasi.

Dalam Latsar, nilai Harmonis dimunculkan melalui:

  • Kerja kelompok, diskusi kelas, dan berbagai tugas kolaboratif yang menguji kemampuan Anda berkoordinasi dengan peserta lain yang berbeda karakter.
  • Penekanan etika berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, di lingkungan birokrasi.
  • Contoh kasus tentang diskriminasi, perundungan, atau konflik antarpegawai, lalu peserta diminta merumuskan solusi berbasis nilai Harmonis.

Contoh penerapan di unit kerja:
Seorang CPNS ditempatkan di unit yang mayoritas pegawainya jauh lebih tua. Ia memilih bersikap sopan, mendengar lebih banyak sebelum berbicara, dan tidak menggurui walau mungkin lebih paham teknologi. Ia membantu ketika ada kesulitan, misalnya penggunaan aplikasi baru, tanpa merendahkan.

Di tahap pra-CPNS, Anda bisa melatih nilai Harmonis dari interaksi di komunitas belajar, grup diskusi online, atau organisasi. Kuncinya: biasakan menghargai pendapat berbeda, mengelola emosi saat tidak setuju, dan tidak membawa masalah pribadi ke ranah profesional.

Baca Juga: CPNS Kemenhub : Strategi Lolos Formasi Paling Ketat!

5. Loyal: Menjaga Marwah Instansi dan Negara di Atas Kepentingan Pribadi

Loyal dalam konteks ASN bukan sekadar setia kepada atasan, tetapi menjaga nama baik instansi, rekan kerja, dan negara, serta mematuhi peraturan yang berlaku. Loyal juga berarti menjaga rahasia jabatan dan informasi yang tidak boleh disebarluaskan.

Dalam Latsar CPNS, nilai Loyal biasanya:

  • Dikaitkan dengan materi wawasan kebangsaan, NKRI, Pancasila, dan sumpah/janji ASN.
  • Diukur melalui sikap peserta terhadap tata tertib pelatihan dan kepatuhan terhadap instruksi yang sah.
  • Disebut dalam diskusi tentang etika bermedia sosial, agar ASN tidak menyebarkan informasi internal secara sembarangan.

Penelitian yang mengukur internalisasi nilai BerAKHLAK menemukan bahwa Loyal cenderung memiliki indeks internalisasi tertinggi di kalangan ASN dan CPNS.

Ini menunjukkan bahwa sebagian besar aparat memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga nama baik negara dan institusi, meskipun masih perlu penguatan di nilai lain seperti Adaptif.

Contoh penerapan Loyal:
Seorang CPNS di instansi peradilan tidak membocorkan isi putusan sebelum waktunya kepada pihak luar, walaupun ada tekanan atau kedekatan personal. Ia juga menghindari komentar publik yang dapat merusak kepercayaan terhadap lembaga, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Sebagai calon ASN, sejak sekarang Anda dapat mulai menjaga jejak digital, memilah informasi yang layak dibagikan, dan belajar memahami batas antara opini pribadi dan posisi profesi.

6. Adaptif: Lincah Menghadapi Perubahan, Tidak Kaku pada Zona Nyaman

Adaptif adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, kebijakan baru, teknologi baru, serta kebutuhan organisasi yang dinamis.

Di era digital, banyak layanan publik beralih dari manual ke online. ASN yang tidak adaptif akan tertinggal dan menghambat pelayanan.

Beberapa hasil kajian menunjukkan bahwa nilai Adaptif cenderung memiliki indeks internalisasi lebih rendah dibanding nilai lain. Artinya, masih banyak ASN yang belum sepenuhnya nyaman dengan perubahan dan inovasi.

Di Latsar, Adaptif dikembangkan melalui:

  • Pemanfaatan platform e-learning, tugas berbasis teknologi, dan penggunaan aplikasi administrasi.
  • Diskusi tentang perubahan regulasi dan keharusan menyesuaikan cara kerja.
  • Penugasan aktualisasi yang mendorong peserta memperbaiki proses kerja dengan pendekatan baru.

Contoh penerapan Adaptif dalam aktualisasi:
CPNS di dinas pendidikan melihat proses pengumpulan laporan guru masih manual dan memakan waktu. Ia mengusulkan penggunaan formulir online sederhana, membantu menyusun petunjuk pemakaian, dan mendampingi guru-guru yang belum terbiasa. Dalam proses ini, ia sendiri belajar cepat dari masukan yang muncul di lapangan.

Untuk Anda yang tengah menyiapkan seleksi CASN, melatih Adaptif berarti: berani mengubah metode belajar ketika metode lama kurang efektif, memanfaatkan berbagai sumber (video, modul, tryout online), dan terbuka terhadap masukan mentor atau teman belajar.

Sikap fleksibel ini akan sangat berguna ketika Anda harus berpindah unit, menyesuaikan budaya instansi baru, atau berhadapan dengan sistem yang berubah.

7. Kolaboratif: Bergerak Bersama, Bukan Kerja Sendiri-sendiri

Kolaboratif menekankan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Tidak ada ASN yang bisa menyelesaikan tugas publik sendirian, karena hampir semua layanan melibatkan lintas seksi, bidang, bahkan lintas instansi.

Kolaboratif juga berarti mau berbagi informasi, menghargai kontribusi orang lain, dan aktif membangun jejaring kerja.

Dalam Latsar CPNS:

  • Tugas kelompok, presentasi bersama, hingga proyek mini seringkali menjadi media mengasah kemampuan kolaborasi.
  • Fasilitator menekankan bahwa hasil individu juga dipengaruhi oleh bagaimana peserta mendukung dan didukung rekan lainnya.
  • Di agenda habituasi, proyek aktualisasi yang melibatkan pihak lain seperti atasan, rekan satu tim, atau unit berbeda akan dinilai sebagai bentuk kolaborasi yang baik.

Contoh penerapan Kolaboratif:
Seorang CPNS di kantor wilayah kementerian hukum dan HAM merancang ide perbaikan layanan konsultasi hukum. Ia tidak bekerja sendiri, tetapi mengajak pegawai lain, termasuk staf IT dan resepsionis, untuk menyusun alur layanan yang lebih efektif. Setiap pihak diberi ruang pendapat, lalu solusi disepakati bersama.

Dalam persiapan seleksi, Anda dapat melatih kolaboratif melalui kelompok belajar: berbagi bank soal, membagi topik untuk diperdalam lalu saling mengajarkan, dan saling memotivasi ketika ada yang mengalami penurunan semangat.

Tahap yang sering menjadi “ujian sesungguhnya” dari pemahaman BerAKHLAK adalah Agenda Habituasi atau aktualisasi. Di sini, CPNS:

  1. Mengidentifikasi masalah aktual di unit kerja.
  2. Menganalisis akar masalah dengan kacamata BerAKHLAK.
  3. Menyusun rencana tindakan perbaikan yang realistis.
  4. Melaksanakan dan memantau perubahan yang terjadi.
  5. Menyusun laporan dan mempresentasikan hasil kepada penguji.

BerAKHLAK menjadi landasan ketika peserta merumuskan tujuan:
– Apakah langkah ini meningkatkan kualitas pelayanan publik?
– Apakah penggunaan sumber daya sudah akuntabel?
– Apakah saya cukup kompeten mengelola perubahan ini?
– Apakah hubungan dengan rekan tetap harmonis dan saling menghargai?
– Apakah tindakan saya mencerminkan loyalitas terhadap instansi dan negara?
– Apakah saya cukup adaptif memanfaatkan teknologi atau prosedur baru?
– Apakah saya melibatkan pihak terkait secara kolaboratif?

Meski demikian, ada tantangan serius di lapangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa alat ukur penilaian Latsar belum sepenuhnya spesifik mengukur perubahan perilaku berbasis BerAKHLAK di lingkungan kerja.

Penilaian kadang lebih fokus pada kelengkapan dokumen dan presentasi, bukan secara mendalam pada dampak perubahan perilaku.

Hal ini menuntut inisiatif pribadi CPNS. Jangan menunggu sistem penilaian sempurna. Jadikan Latsar sebagai momen membentuk karakter profesional Anda.

Bila proyek aktualisasi Anda benar-benar berangkat dari kebutuhan unit, memberi manfaat nyata, dan didasari nilai BerAKHLAK, maka dampaknya akan terasa bahkan setelah periode Latsar berakhir.

Pada akhirnya, implementasi BerAKHLAK di Latsar CPNS terhubung dengan upaya besar memperkuat budaya kerja positif ASN melalui konsep employer branding “#banggamelayanibangsa”.

Pemerintah ingin membangun generasi ASN yang bukan hanya bekerja demi gaji, melainkan bangga menjadi pelayan publik yang memberi dampak nyata.

Untuk Anda yang masih berada di gerbang seleksi, memahami dinamika ini sejak awal akan membuat perjalanan karier Anda lebih terarah. Lulus SKD dan SKB hanyalah pintu masuk. Yang membuat Anda bertahan dan berkembang adalah kualitas karakter yang sejalan dengan BerAKHLAK.

Menjadi bagian dari ASN berarti menyiapkan diri untuk lebih dari sekadar lolos passing grade. Anda sedang memutuskan untuk mengabdi pada negara dengan standar integritas dan profesionalitas yang jelas.

Nilai BerAKHLAK memberi peta jalan bagi perjalanan tersebut: bagaimana Anda bersikap, melayani, belajar, beradaptasi, dan bekerja bersama orang lain.

Jika saat ini Anda merasa cemas menghadapi seleksi atau bayangan Latsar terasa menakutkan, tarik napas sejenak. Setiap ASN yang Anda lihat hari ini juga pernah berada di posisi Anda: khawatir, ragu, dan bertanya-tanya apakah mereka mampu. Bedanya, mereka memilih untuk terus belajar, membentuk karakter, dan membuka diri pada perubahan.

Anda pun bisa melakukan hal yang sama. Mulailah dari memahami BerAKHLAK, lalu terapkan pelan-pelan dalam kehidupan sehari-hari: lebih sabar melayani, lebih jujur dan tertib dalam hal kecil, lebih rajin mengasah kompetensi, lebih menghargai perbedaan, lebih menjaga nama baik institusi, lebih berani menghadapi perubahan, dan lebih siap bekerja sama.

Saat nama Anda nanti diumumkan sebagai peserta Latsar, Anda tidak akan datang sebagai sosok yang kosong. Anda datang sebagai calon ASN yang sudah menyiapkan diri, baik dari sisi kemampuan teknis maupun karakter, siap menjadi bagian dari gerakan besar: bangga melayani bangsa.

Sumber Referensi
  • YOUTUBE.COM – BerAKHLAK Core Values ASN
  • NTB.KEMENKUM.GO.ID – Kanwil Kemenkum NTB Tanamkan Core Values ASN BerAKHLAK Kepada CPNS
  • BPPKAD.GRESIKKAB.GO.ID – Nilai-Nilai ASN BerAKHLAK
  • ID.SCRIBD.COM – Bahan Tugas Individu Latsar CPNS Nilai Dasar PNS
  • PA-NUNUKAN.GO.ID – Refleksi Nilai Core Values ASN BerAKHLAK
  • JOURNAL.UNPAR.AC.ID – Internalization of BerAKHLAK Values in ASN
  • EDUKASIPUBLIK.COM – Penjelasan Aktualisasi Nilai Dasar PNS di Latsar CPNS

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover Slider
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Yuk, Susun Strategi Belajarmu

Dapatkan arahan belajar sesuai target CPNS yang ingin kamu tuju.

Journey JadiASN - Gratis!

Coba gratis Journey JadiASN untuk strategi lolos SKD CPNS 2026 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang CPNS

Mulai Perjalanan Belajar CPNS-mu Sekarang