Cara membuat akun SSCASN dimulai melalui portal resmi Badan Kepegawaian Negara dengan memasukkan data kependudukan, melengkapi data sesuai ijazah, mengunggah KTP, membuat password, hingga melakukan verifikasi wajah. Pada halaman pembuatan akun SSCASN yang tersedia saat ini, BKN membagi proses registrasi menjadi lima tahap utama, yaitu cek identitas, lengkapi data, swafoto atau verifikasi wajah, konfirmasi, dan selesai.
Namun, calon peserta perlu membedakan pembuatan akun dengan pembukaan seleksi CPNS. Per 11 September 2026, halaman utama SSCASN menampilkan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, sehingga calon pelamar CPNS umum tetap perlu menunggu pengumuman pemerintah sebelum memilih formasi dan menyelesaikan pendaftaran seleksi.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Akun SSCASN
Sebelum membuka halaman registrasi, pastikan data pada KTP, Kartu Keluarga, dan ijazah sudah tersedia serta dapat dibaca dengan jelas.
Pada halaman akun SSCASN, BKN meminta beberapa data awal seperti:
- NIK 16 digit
- Nomor Kartu Keluarga
- Nama lengkap sesuai KTP
- Jenis kelamin
- Tempat lahir sesuai KTP
- Tanggal lahir sesuai KTP
- Kabupaten atau kota penerbit KTP
- Nomor handphone aktif
- Email aktif
Nomor handphone dan email sebaiknya tetap aktif selama rangkaian seleksi karena digunakan sebagai data kontak peserta.
BKN juga mengingatkan bahwa penggunaan NIK atau data pribadi milik orang lain untuk membuat akun SSCASN tidak diperbolehkan.
Baca juga Info Pembukaan CPNS 2027, Sudah Ada Jadwal Resmi? Cek Status Terbaru BKN dan SSCASN
Cara Membuat Akun SSCASN

Pembuatan akun dilakukan melalui halaman resmi:
https://daftar-sscasn.bkn.go.id/akun
Setelah halaman terbuka, peserta dapat mengikuti tahapan berikut.
- Masukkan NIK dan nomor Kartu Keluarga pada bagian data kependudukan.
- Isi nama, jenis kelamin, tempat lahir, dan tanggal lahir sesuai KTP.
- Tentukan kabupaten atau kota penerbit KTP dari daftar yang tersedia.
- Masukkan nomor handphone dan email aktif.
- Isi kode CAPTCHA.
- Lanjutkan ke tahap pelengkapan data.
- Isi data sesuai ijazah.
- Unggah KTP sesuai format yang ditentukan.
- Buat password akun.
- Lakukan verifikasi wajah sesuai instruksi.
- Periksa kembali seluruh data pada halaman konfirmasi.
- Selesaikan registrasi dan simpan informasi akun.
Alur resmi SSCASN saat ini memang menunjukkan lima tahapan, yaitu Cek Identitas → Lengkapi Data → Swafoto → Konfirmasi → Selesai.
Baca juga Upload Dokumen CPNS di SSCASN agar Tidak Gagal Administrasi, Cek Format dan Ketentuannya.
Pengisian Data KTP dan Ijazah Harus Dibedakan
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah data berdasarkan KTP dan data berdasarkan ijazah.
Pada tahap pelengkapan data, SSCASN menampilkan kolom nama sesuai KTP serta nama sesuai ijazah. Untuk data ijazah, nama harus ditulis tanpa gelar.
Contohnya, jika pada ijazah tercantum:
SUSANTO
maka nama tersebut yang digunakan, bukan ditambah gelar akademik.
Tanggal lahir dan tempat lahir pada ijazah juga harus diperiksa. SSCASN meminta tempat lahir setingkat kabupaten atau kota sebagaimana tercantum dalam ijazah, bukan lokasi penerbitan ijazah.
Kesalahan pada bagian ini perlu dihindari karena setelah proses pembuatan akun diselesaikan, sejumlah data tidak lagi dapat diubah melalui proses registrasi biasa.
Ketentuan Upload KTP dan Verifikasi Wajah
Pada halaman registrasi SSCASN yang tersedia saat ini, KTP atau bukti kependudukan resmi diunggah dalam format JPG/JPEG dengan ukuran maksimal 200 KB.
Pastikan hasil foto atau scan:
- Tidak buram
- Tidak terpotong
- Data dapat dibaca
- Menggunakan dokumen milik sendiri
Setelah data dan KTP dilengkapi, sistem juga menampilkan tahap verifikasi wajah.
Peserta perlu memastikan wajah terlihat jelas, pencahayaan cukup, dan mengikuti arahan gerakan kepala yang muncul pada sistem.
Tahap ini berbeda dengan sekadar mengunggah pasfoto karena digunakan sebagai bagian dari verifikasi pembuatan akun.
Password Akun SSCASN Harus Memenuhi Ketentuan
Password sebaiknya tidak dibuat sembarangan.
Pada halaman registrasi SSCASN saat ini, password harus terdiri dari minimal 8 karakter dan maksimal 64 karakter serta mengandung:
- Huruf kapital
- Huruf kecil
- Angka
- Karakter khusus
Peserta juga harus memasukkan ulang password sebagai konfirmasi.
Simpan password dengan aman karena login SSCASN berikutnya menggunakan NIK dan password yang telah dibuat.
Jangan memberikan password kepada pihak lain, termasuk pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan seleksi.
Periksa Semua Data Sebelum Menyelesaikan Akun
Tahap konfirmasi menjadi bagian penting karena SSCASN meminta peserta memeriksa kembali data sebelum akun diproses.
BKN memberikan peringatan bahwa setelah pendaftaran akun selesai, sejumlah informasi seperti nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan data terkait lainnya tidak dapat sembarangan diubah.
Periksa kembali:
| Data | Yang Harus Dipastikan |
|---|---|
| NIK | Sesuai KTP |
| Nomor KK | Benar dan masih sesuai data kependudukan |
| Nama KTP | Sama dengan KTP |
| Nama ijazah | Sama dengan ijazah dan tanpa gelar |
| Tempat lahir | Sesuai dokumen |
| Tanggal lahir | Tidak salah input |
| Aktif dan dapat diakses | |
| Nomor HP | Aktif selama proses seleksi |
| KTP | File jelas dan tidak terpotong |
Jika seluruh data sudah benar, peserta dapat menyelesaikan pendaftaran akun.
Setelah berhasil, SSCASN menyediakan Kartu Informasi Akun yang dapat dicetak atau disimpan.
NIK Sudah Terdaftar Saat Membuat Akun SSCASN
Masalah lain yang dapat muncul adalah pemberitahuan bahwa NIK sudah terdaftar.
Jika peserta merasa belum pernah menggunakan NIK tersebut untuk registrasi tetapi sistem menyatakan sudah digunakan, BKN menyediakan layanan Helpdesk SSCASN dengan menu NIK Didaftarkan Orang Lain.
Pada layanan tersebut, peserta diminta mengisi informasi identitas dan melampirkan dokumen pendukung untuk proses pemeriksaan.
Jangan langsung membuat data identitas baru atau menggunakan NIK anggota keluarga lain karena satu akun harus menggunakan identitas peserta sendiri.
Data NIK atau KK Tidak Sesuai
Jika NIK, nomor KK, nama, tempat lahir, atau tanggal lahir tidak ditemukan atau tidak sesuai, permasalahannya dapat berkaitan dengan data kependudukan.
FAQ SSCASN mengarahkan peserta untuk melakukan konsolidasi data melalui Dinas Dukcapil kabupaten atau kota apabila terdapat ketidaksesuaian data kependudukan.
Setelah data diperbaiki atau dikonsolidasikan, peserta dapat mencoba kembali registrasi SSCASN.
Sebaiknya jangan menunggu hari terakhir pendaftaran untuk menyelesaikan masalah data karena proses perbaikan dapat membutuhkan waktu.
Setelah Akun SSCASN Berhasil Dibuat
Akun yang berhasil dibuat belum berarti peserta otomatis sudah mendaftar pada suatu formasi.
Pada mekanisme SSCASN sebelumnya, setelah registrasi akun selesai, peserta login menggunakan NIK dan password kemudian melanjutkan proses pendaftaran sesuai periode seleksi yang sedang dibuka.

Tahap berikutnya dapat mencakup pengisian biodata, pemilihan jenis seleksi, instansi, jabatan atau formasi, serta pengunggahan dokumen persyaratan.
Rincian tersebut harus mengikuti pengumuman seleksi yang sedang aktif karena ketentuan CPNS, PPPK, maupun Sekolah Kedinasan dapat berbeda.
Baca juga Surat Pernyataan CPNS Contoh Format, dan Ketentuan yang Perlu Diperhatikan
Mini FAQ
Bagaimana cara membuat akun SSCASN?
Akun SSCASN dibuat melalui portal resmi BKN dengan memasukkan NIK, nomor KK, data pribadi, email, nomor HP, data sesuai ijazah, mengunggah KTP, membuat password, lalu menyelesaikan verifikasi wajah dan konfirmasi akun.
Data apa saja yang diperlukan untuk membuat akun SSCASN?
Data yang perlu disiapkan antara lain NIK, nomor Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, email aktif, nomor handphone, serta data pendidikan sesuai ijazah.
Bagaimana jika NIK sudah terdaftar di SSCASN?
Jika NIK tercatat sudah digunakan padahal belum pernah membuat akun, peserta dapat menggunakan layanan Helpdesk SSCASN pada menu NIK Didaftarkan Orang Lain dan mengikuti proses verifikasi yang tersedia.
Bagaimana jika data KTP dan ijazah berbeda saat daftar SSCASN?
Data KTP dan ijazah harus diisi sesuai kolom yang tersedia. Jika terdapat masalah pada data kependudukan seperti NIK atau KK, peserta dapat melakukan pengecekan dan konsolidasi data melalui Dukcapil.
Membuat akun SSCASN berarti sudah mendaftar CPNS?
Tidak. Pembuatan akun hanya merupakan tahap registrasi SSCASN. Pelamar masih harus login, memilih seleksi dan formasi ketika periode CPNS resmi dibuka, melengkapi biodata, serta mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
Kesimpulan
Cara membuat akun SSCASN dimulai dengan mengecek identitas menggunakan NIK dan nomor KK, melengkapi data KTP serta ijazah, mengunggah dokumen identitas, membuat password, menjalani verifikasi wajah, kemudian melakukan konfirmasi akhir.
Data yang dimasukkan harus diperiksa dengan teliti sebelum akun diselesaikan. Nama sesuai ijazah ditulis tanpa gelar, nomor handphone dan email harus aktif, sementara KTP harus diunggah sesuai ketentuan sistem.
Akun SSCASN juga perlu dibedakan dari pendaftaran formasi. Per 11 September 2026, SSCASN masih menampilkan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 sehingga calon peserta CPNS umum tetap perlu menunggu pengumuman resmi sebelum melanjutkan ke pemilihan formasi.
Referensi:
- Badan Kepegawaian Negara – Pendaftaran Akun SSCASN
- Badan Kepegawaian Negara – FAQ SSCASN CPNS
- Badan Kepegawaian Negara – Helpdesk SSCASN untuk NIK Didaftarkan Orang Lain
- SSCASN BKN – Seleksi Sekolah Kedinasan 2026




