Soal Pecahan CPNS Bikin Macet Otak? Kuasai Trik Ini!

soal pecahan cpns

Soal Pecahan CPNS adalah salah satu materi yang paling sering membuat peserta seleksi CPNS dan PPPK berhenti lama di depan layar CAT.

Di tengah waktu yang sangat terbatas dan tekanan ingin lulus passing grade TIU, soal pecahan terasa rumit, penuh angka, dan kadang membuat panik. Padahal, jika dipahami dengan konsep yang tepat dan sedikit trik, jenis soal ini justru bisa menjadi “ladang poin” yang relatif mudah dibandingkan logika cerita panjang atau deret angka.

Di seleksi CPNS dan PPPK beberapa tahun terakhir, terutama pada Tes Intelegensi Umum (TIU) bagian kemampuan numerik, soal pecahan hampir selalu hadir: mulai dari penjumlahan dan pengurangan pecahan dasar, sampai soal cerita tentang pekerjaan, waktu, pembagian tugas, bahkan bunga bank.

Artinya, penguasaan soal pecahan bukan lagi “opsional”, tetapi wajib jika Anda serius ingin lolos menjadi ASN.

Apa Itu Soal Pecahan CPNS dan Mengapa Sering Keluar di TIU?

Dalam konteks ujian CPNS, soal pecahan cpns adalah jenis soal matematika yang menguji kemampuan Anda mengolah bilangan pecahan secara cepat dan tepat.

Materi ini biasanya muncul di subtes numerik TIU SKD, berdampingan dengan operasi hitung bilangan bulat, desimal, persentase, dan perbandingan.

Secara konsep, pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk a/b, dengan:

  • a disebut pembilang,
  • b disebut penyebut, dan b ≠ 0.

Di CPNS, konsep sederhana ini dikembangkan ke berbagai tipe soal, antara lain:

  1. Operasi dasar pecahan: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian.
  2. Penyamaan penyebut dan penyederhanaan pecahan.
  3. Perbandingan dua pecahan: mana yang lebih besar atau lebih kecil.
  4. Konversi pecahan ke desimal atau persen, dan sebaliknya.
  5. Soal cerita: sisa pekerjaan, waktu kerja gabungan, pembagian tugas, pembagian beban kerja, dan lain-lain.
  6. Operasi campuran: menggabungkan pecahan, desimal, dan persen dalam satu soal.

Mengapa tipe ini sangat disukai pembuat soal?

Karena soal pecahan mampu mengukur beberapa kemampuan sekaligus:

  • Ketelitian berhitung.
  • Pemahaman konsep matematika dasar, bukan sekadar hafalan rumus.
  • Manajemen waktu, karena peserta harus cepat sekaligus akurat.

Kabar baiknya, pola soalnya relatif berulang. Jika Anda sudah menguasai konsep kunci dan latihan intensif, hampir semua variasi soal pecahan akan terasa familiar saat ujian.

Apa Itu Soal Pecahan CPNS dan Mengapa Sering Keluar di TIU?

Konsep Dasar Pecahan yang Wajib Dikuasai Peserta CPNS

Untuk menaklukkan soal pecahan cpns, Anda tidak butuh matematika tingkat tinggi. Yang Anda perlukan adalah fondasi konsep yang kokoh, lalu dilatih sampai tangan dan pikiran terbiasa.

Mari bedah konsep-konsep pentingnya secara runtut.

1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda

Inilah tipe klasik yang hampir pasti keluar. Kuncinya hanya satu: samakan penyebut lebih dulu, lalu operasikan pembilang.

Contoh dari bank soal CPNS:

Hitung 2/3 + 1/4.

Langkah cepat:

  1. Cari Kelipatan Persekutuan Kecil (KPK) dari 3 dan 4, yaitu 12.
  2. Ubah setiap pecahan menjadi penyebut 12.
    • 2/3 = 8/12 (karena 2 × 4 dan 3 × 4)
    • 1/4 = 3/12 (karena 1 × 3 dan 4 × 3)
  3. Jumlahkan pembilang: 8/12 + 3/12 = 11/12.

Jika muncul dalam bentuk pilihan ganda:

  • A. 5/12
  • B. 11/12
  • C. 3/7
  • D. 7/12

Maka jawabannya adalah 11/12.

Prinsip yang sama berlaku untuk pengurangan. Misalnya, jika Anda diminta menghitung 5/6 − 1/4:

  • KPK 6 dan 4 adalah 12.
  • 5/6 = 10/12, 1/4 = 3/12.
  • 10/12 − 3/12 = 7/12.

Inti strategi:

  • Jangan langsung mengurangkan pembilang dan penyebut begitu saja.
  • Langsung cari KPK, ubah semua pecahan ke penyebut yang sama, baru operasikan pembilang.
2. Perkalian Pecahan: Paling Mudah, Asal Tidak Takut

Dibanding penjumlahan dan pengurangan, perkalian pecahan sebenarnya jauh lebih sederhana. Rumus umumnya:

(a/b) × (c/d) = (a × c) / (b × d)

Contoh soal CPNS:
5/6 × 3/4

Langkah:

  1. Kalikan pembilang: 5 × 3 = 15.
  2. Kalikan penyebut: 6 × 4 = 24.
  3. Hasil awal: 15/24.
  4. Sederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan faktor yang sama.
    • 15 dan 24 sama-sama bisa dibagi 3.
    • 15/24 = (15 ÷ 3) / (24 ÷ 3) = 5/8.

Jawaban akhir: 5/8.

Tips efisiensi:

  • Saat ujian, biasakan menyederhanakan sebelum dikalikan jika memungkinkan. Misal: 5/6 × 3/4, Anda bisa coret 3 dengan 6, karena 6 ÷ 3 = 2. Hasilnya: 5/(2) × 1/4 = 5/(8) = 5/8.
  • Cara “mencoret” ini menghemat langkah dan mengurangi risiko angka besar.
3. Pembagian Pecahan: Balik dan Kalikan

Banyak peserta merasa pembagian pecahan adalah momok, padahal hanya perlu satu kalimat kunci: pembagian pecahan = perkalian dengan kebalikan.

Rumus:
(a/b) ÷ (c/d) = (a/b) × (d/c)

Contoh:
3/7 ÷ 2/5

Langkah:

  1. Balik pecahan pembagi: 2/5 menjadi 5/2.
  2. Ubah menjadi perkalian: 3/7 × 5/2.
  3. Kalikan pembilang: 3 × 5 = 15.
  4. Kalikan penyebut: 7 × 2 = 14.
  5. Hasil: 15/14.

Jika diminta menjawab dalam pecahan biasa, cukup 15/14. Jika diminta bentuk campuran, maka 1 1/14.

Baca Juga: Jenis Soal CPNS Bikin Gagal? Kuasai Strategi Ini!

Soal Cerita Pecahan: Pekerjaan, Waktu, dan Sisa Tugas

Salah satu sumber kebingungan terbesar peserta ujian bukan di hitungannya, tetapi di “membaca maksud soal”. Di TIU CPNS, soal pecahan sering muncul dalam bentuk cerita: pembagian tugas kerja, sisa pekerjaan, kecepatan menyelesaikan tugas, pembagian beban kasus, dan sebagainya.

Mari bedah beberapa pola yang sangat sering keluar.

1. Pola “Sisa Pekerjaan”: 1 Dikurangi Jumlah Pecahan

Soal tipe ini biasanya memakai kalimat: “Ali mengerjakan …, Budi mengerjakan …, sisanya dikerjakan oleh Citra” atau bentuk sejenis.

Contoh:
Ali mengerjakan 1/3 bagian suatu tugas, Budi mengerjakan 1/4 bagian, sisanya dikerjakan Citra. Berapa bagian yang dikerjakan Citra?

Langkah:

  1. Jumlahkan bagian yang sudah dikerjakan Ali dan Budi:
    • 1/3 + 1/4.
    • KPK 3 dan 4 adalah 12.
    • 1/3 = 4/12, 1/4 = 3/12.
    • 4/12 + 3/12 = 7/12.
  2. Sisa pekerjaan:
    • Total pekerjaan dianggap 1.
    • Sisa = 1 − 7/12.
    • 1 = 12/12.
    • 12/12 − 7/12 = 5/12.

Jadi Citra mengerjakan 5/12 bagian tugas.

Kunci mindset:

  • Jika soal memakai kalimat “sisanya”, hampir pasti Anda harus melakukan: Sisa = 1 − (jumlah pecahan yang sudah dikerjakan).
2. Pola “Kerja Bersama”: Jumlahkan Laju Kerja

Ini adalah tipe soal pecahan yang sangat identik dengan CPNS: menanyakan waktu jika dua orang bekerja bersama.

Dasarnya: jika seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan dalam T hari, maka lajunya adalah 1/T pekerjaan per hari.

Contoh soal:
A dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam 10 hari, B dalam 15 hari. Jika bekerja bersama, berapa hari yang dibutuhkan?

Langkah:

  1. Laju kerja A: 1/10 per hari.
  2. Laju kerja B: 1/15 per hari.
  3. Laju kerja bersama:
    • 1/10 + 1/15.
    • KPK 10 dan 15 adalah 30.
    • 1/10 = 3/30, 1/15 = 2/30.
    • 3/30 + 2/30 = 5/30 = 1/6.
  4. Artinya, bersama-sama mereka menyelesaikan 1/6 pekerjaan per hari.
  5. Untuk menyelesaikan 1 pekerjaan penuh, waktu yang dibutuhkan:
    • 1 ÷ (1/6) = 6 hari.

Jadi, A dan B akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam 6 hari jika bekerja bersama.

Mindset penting:

  • Jangan menjumlahkan 10 dan 15, itu hanya menjumlahkan hari, bukan laju.
  • Selalu ubah ke bentuk “per hari” atau “per jam”, lalu jumlahkan laju.
3. Pola Pembagian Beban Kerja: Dari Rata ke Tidak Rata

Ada juga soal CPNS yang menguji pemahaman pembagian beban ketika ada perubahan kondisi, misalnya satu pegawai tidak masuk.

Contoh:
Terdapat 8 kasus yang harus dikerjakan 8 pegawai. Jika 1 dari 8 pegawai tidak masuk, berapa tambahan beban kerja per pegawai yang masuk?

Interpretasi:

  • Awalnya, 8 kasus dibagi merata ke 8 pegawai, sehingga tiap pegawai mengerjakan 1 kasus.
  • Jika 1 pegawai tidak masuk, tetap ada 8 kasus, tetapi pegawainya tinggal 7 orang.
  • Tiap pegawai sekarang mengerjakan 8/7 kasus.

Tambahan beban per pegawai:

  • Beban baru: 8/7 kasus.
  • Beban lama: 1 kasus.
  • Tambahan: 8/7 − 1 = 8/7 − 7/7 = 1/7 kasus.

Jadi tiap pegawai menanggung tambahan 1/7 kasus dibanding kondisi awal.

Pola ini sering muncul dengan variasi: “berapa persen kenaikan beban kerja”, “berapa bagian tambahan tugas”, dan sejenisnya. Prinsipnya sama, Anda bandingkan kondisi baru dengan kondisi awal dalam bentuk pecahan.

4. Kombinasi Pecahan dengan Persen dan Bunga

Dalam beberapa paket latihan TIU, pecahan juga dikombinasikan dengan persen, misalnya soal bunga bank atau diskon. Walaupun tidak selalu eksplisit “pecahan”, prinsip hitung persentase dan pecahan berjalan seiring.

Contoh pola:

  • Tabungan sebesar X rupiah dikenai bunga 5% per tahun.
  • Di sisi lain, ada pembagian barang dalam rasio seperti 8:5 = M:30, yang sebenarnya juga bisa dipahami sebagai pecahan perbandingan.

Untuk menaklukkan pola ini:

  • Pahami bahwa persen adalah pecahan dengan penyebut 100.
  • 5% = 5/100 = 0,05.
  • Rasio 8:5 berarti untuk setiap 13 bagian total, 8 bagian milik A, 5 bagian milik B, dan seterusnya.

Semakin nyaman Anda berpindah antara pecahan, persen, dan perbandingan, semakin mudah menghadapi variasi soal seperti ini.

Soal Cerita Pecahan: Pekerjaan, Waktu, dan Sisa Tugas

Strategi Cepat dan Trik Aman Mengerjakan Soal Pecahan di Ujian CAT

Menguasai konsep saja belum cukup, Anda juga membutuhkan strategi praktis saat duduk di depan komputer CAT. Berikut beberapa panduan yang bisa langsung Anda terapkan saat latihan maupun saat ujian resmi.

1. Selalu Utamakan Ketepatan, Baru Kecepatan

Banyak peserta gagal bukan karena tidak tahu konsep, tetapi karena terburu-buru sehingga salah menyalin angka atau salah menempatkan pembilang dan penyebut. Untuk meminimalkan kesalahan:

  • Biasakan menuliskan langkah inti di kertas coret, meskipun ringkas.
  • Saat menjawab soal pecahan campuran, cek sekali lagi apakah Anda sudah menyederhanakan dengan benar.
  • Jangan tergoda menebak cepat untuk soal pecahan yang sebenarnya bisa diselesaikan dalam 30–45 detik dengan cara yang rapi.
2. Hafalkan Pecahan “Istimewa” yang Sering Muncul

Tanpa perlu menghafal semua, cukup beberapa yang paling sering:

  • 1/2, 1/3, 2/3, 1/4, 3/4, 1/5, 1/8, 1/10, dan konversinya ke desimal serta persen.

Manfaatnya:

  • Saat melihat pilihan jawaban dalam bentuk persen, Anda bisa segera mengeliminasi opsi yang tidak mungkin.
  • Untuk perbandingan pecahan sederhana, Anda tidak perlu hitung panjang di kertas.
3. Gunakan Perkalian Silang untuk Perbandingan dan Pemeriksaan

Jika diminta membandingkan dua pecahan atau memeriksa kebenaran jawaban, perkalian silang adalah cara yang sangat hemat waktu.

Contoh:
Mana yang lebih besar, 7/12 atau 5/8?

Tanpa menyamakan penyebut secara formal, cukup:

  • 7 × 8 = 56.
  • 5 × 12 = 60.

Karena 56 < 60, maka 7/12 < 5/8.

Perkalian silang juga bisa menjadi alat cek cepat terhadap jawaban Anda sendiri.

4. Pahami Pola Soal, Bukan Hanya Rumus

Jika Anda memperhatikan kumpulan soal pecahan cpns dari berbagai sumber, polanya berulang:

  • Penjumlahan/pengurangan dengan penyebut berbeda.
  • Perkalian dan pembagian murni.
  • Soal cerita “sisa pekerjaan”.
  • Soal kerja bersama.
  • Perbandingan pecahan.
  • Konversi dengan desimal dan persen.
  • Operasi campuran pecahan dan desimal seperti 7,7 ÷ 2,5 − (2/4 × 3/4).

Dengan mengenali pola, begitu membaca 1–2 kalimat pertama soal, otak Anda sudah otomatis mengelompokkan:
“Oh, ini soal sisa pekerjaan,” atau “Ini soal kerja gabungan.”

Hasilnya, waktu berpikir jauh lebih singkat karena Anda tidak mulai dari nol setiap kali soal baru muncul.

5. Latihan Terstruktur: Dari Dasar ke Soal Ujian

Agar persiapan Anda efektif:

  1. Mulai dari dasar:
    • Latih penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut kecil: 2, 3, 4, 5, 6.
    • Kuasai perkalian dan pembagian pecahan sederhana.
  2. Naik ke kombinasi:
    • Campur pecahan dengan desimal.
    • Latih perbandingan dengan perkalian silang.
  3. Masuk ke soal cerita:
    • Sisa pekerjaan.
    • Kerja gabungan.
    • Pembagian beban.
  4. Gunakan sumber latihan yang menyerupai soal TIU asli:
    • Latihan dari platform belajar, bank soal, maupun modul khusus TIU pecahan.
    • Tonton video pembahasan jika Anda tipe pembelajar visual.

Saat berlatih, gunakan stopwatch. Biasakan mengerjakan 1 soal pecahan dalam rentang 30–60 detik. Di awal, mungkin perlu lebih lama, tetapi seiring jam terbang, otak Anda akan lebih otomatis.

6. Manajemen Waktu Saat Ujian: Kunci Lolos Passing Grade

Dalam ujian SKD CPNS, Anda tidak hanya menghadapi TIU, tetapi juga TWK dan TKP. Pada bagian TIU sendiri, waktu sangat terbatas. Karena itu, strategi waktu sangat penting.

Untuk soal pecahan:

  • Jika dalam 40–45 detik Anda masih “buntu total”, tandai soal tersebut dan lanjut ke yang lain.
  • Utamakan soal dengan hitungan langsung dan jelas. Soal pecahan cerita yang terlalu panjang bisa Anda kerjakan setelah soal-soal yang lebih singkat selesai.
  • Jangan terpaku pada 1 soal hingga mengorbankan 5–6 soal lainnya yang sebenarnya bisa Anda selesaikan dengan lebih mudah.

Ingat, tujuan Anda bukan menjawab semua soal sempurna, tetapi mengumpulkan skor setinggi mungkin secara strategis.

Pada akhirnya, soal pecahan cpns bukanlah tembok yang mustahil dilewati. Ia hanya tampak menakutkan jika dilihat dari jauh dan tanpa persiapan.

Begitu Anda mendekat dengan konsep yang benar, trik-trik sederhana, dan latihan rutin, Anda akan menyadari bahwa tipe soal ini justru bisa menjadi penyumbang poin besar untuk melampaui passing grade TIU.

Jadikan setiap latihan pecahan sebagai simulasi kecil dari hari ujian. Biasakan diri menuliskan langkah hitung, membaca soal cerita dengan cermat, dan mengenali pola.

Saat nanti duduk di ruang CAT, Anda tidak lagi terkejut, karena yang muncul di layar hanyalah “versi lain” dari soal-soal yang sudah Anda jinakkan sebelumnya.

Tetap tenang, bertahap, dan konsisten. Setiap lembar coretan pecahan hari ini adalah investasi nyata menuju satu hal: nama Anda tercantum sebagai peserta lulus seleksi CPNS atau PPPK. Anda tidak perlu sempurna, Anda hanya perlu terus maju dan tidak berhenti belajar.

Sumber Referensi
  • STMIKKOMPUTAMA.AC.ID – Trik Pembahasan Soal TKA CPNS tentang Hitung Pecahan
  • KUMPARAN.COM – 10 Contoh Soal Pecahan CPNS 2024
  • BELAJARBRO.ID – Soal Bilangan Pecahan TIU SKD CPNS
  • WAYGROUND.COM – Soal TIU Pecahan CPNS

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover Slider
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

>

Bagikan :

Artikel CPNS Lainnya :

Yuk, Susun Strategi Belajarmu

Dapatkan arahan belajar sesuai target CPNS yang ingin kamu tuju.

Journey JadiASN - Gratis!

Coba gratis Journey JadiASN untuk strategi lolos SKD CPNS 2026 yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pejuang CPNS

Mulai Perjalanan Belajar CPNS-mu Sekarang