Syarat CPNS Kejaksaan S1 Rahasia Lolos Jaksa Ahli Pertama yang Jarang Dibahas!

Syarat CPNS Kejaksaan S1

Syarat CPNS Kejaksaan S1 – sering dianggap “cuma formalitas”, padahal di sinilah ribuan pelamar tumbang bahkan sebelum sempat menyentuh kursi ujian SKD. Di seleksi CPNS/CASN Kejaksaan Agung, terutama untuk formasi Jaksa Ahli Pertama lulusan S1 Hukum, persaingan bukan hanya soal nilai SKD tinggi, tetapi juga soal seberapa rapi kamu memenuhi detail syarat administrasi yang kelihatannya sepele, mulai dari usia, status menikah, IPK, akreditasi kampus, sampai ukuran file pasfoto. Di tengah antusiasme penerimaan CPNS/ASN 2025-12-29T00:00:00.000+07:00 yang diprediksi makin ketat, memahami syarat cpns kejaksaan s1 secara menyeluruh adalah “modal ordal” yang sebenarnya: kamu tahu duluan mana jebakan yang bikin banyak orang gagal.

Kalau kamu lulusan S1 Hukum dan mengincar kursi Jaksa Ahli Pertama, artikel ini akan membedah tuntas syarat cpns kejaksaan s1, bedanya dengan formasi S1 lain di Kejaksaan, plus bocoran celah strategi dan kesalahan klasik yang sering menggugurkan pelamar. Bukan cuma “harus WNI dan sehat jasmani rohani”, tetapi juga hal-hal teknis seperti batas usia 27 tahun, kewajiban belum menikah, skor TOEFL/IELTS, sampai postur tubuh dan BMI yang sering luput dicek sejak awal.

Memahami “Peta Medan”: Kenapa syarat cpns kejaksaan s1 untuk Jaksa Lebih Ketat?

Syarat CPNS Kejaksaan S1

Sebelum masuk ke detail, kamu perlu paham dulu: tidak semua syarat cpns kejaksaan s1 itu sama. Ada dua lapis aturan yang berjalan bersamaan:

  • Persyaratan umum CPNS Kejaksaan (berlaku untuk hampir semua jabatan S1), dan
  • Syarat khusus untuk jabatan tertentu, terutama Jaksa Ahli Pertama (S1 Hukum/Ilmu Hukum).

Di sinilah banyak pelamar “kecolongan”. Mereka hanya baca syarat umum, merasa sudah cocok, lalu daftar Jaksa Ahli Pertama tanpa sadar ada syarat tambahan yang jauh lebih ketat.

Baca juga: Belajar Tes CPNS 2026 untuk Pejuang Gagal Berkali Kali Siap Bangkit Lagi?!

Persyaratan umum CPNS Kejaksaan untuk lulusan S1

Secara garis besar, persyaratan umum CPNS Kejaksaan untuk semua formasi S1 mencakup:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal sesuai jabatan. Untuk banyak formasi non-jaksa, batas atasnya bisa sampai 35 tahun.
  • Tidak pernah dipidana penjara 2 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
  • Sehat jasmani dan rohani, tidak cacat fisik maupun mental yang mengganggu tugas.
  • Tidak buta warna (parsial maupun total), terutama untuk jabatan yang membutuhkan ketelitian visual.
  • Tidak bertato dan tidak bertindik (khusus pria), kecuali tindik karena alasan medis atau adat tertentu yang bisa dibuktikan.
  • Berintegritas, jujur, dan berkelakuan tidak tercela.

Secara teori, ini terdengar standar. Namun, di lapangan, banyak pelamar gugur karena:

  • Tidak teliti membaca batas usia per jabatan.
  • Mengabaikan ketentuan tato/tindik.
  • Tidak menyiapkan dokumen pendukung (misalnya surat keterangan bebas narkoba, surat pernyataan integritas, dan sebagainya) dengan format yang benar saat tahap lanjutan.

Kenapa syarat cpns kejaksaan s1 untuk Jaksa Ahli Pertama jauh lebih ketat?

Jaksa Ahli Pertama adalah jabatan fungsional yang langsung bersentuhan dengan proses penegakan hukum: penuntutan, penanganan perkara, dan seterusnya. Karena itu, syarat cpns kejaksaan s1 untuk formasi ini dibuat sangat spesifik dan ketat, antara lain:

  • Usia maksimal 27 tahun saat mendaftar di portal SSCASN BKN.
  • Wajib belum menikah dan bersedia tidak menikah sampai diangkat sebagai PNS.
  • Lulusan S1 Hukum/Ilmu Hukum dari perguruan tinggi terakreditasi minimal B pada saat kelulusan.
  • IPK minimal 3,00 (skala 4,00).
  • Skor TOEFL minimal 450 atau IELTS minimal 5.
  • Postur tubuh: tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita, dengan BMI di rentang 18,5–25.
  • Bebas narkotika/psikotropika dan sehat secara mental.

Bandingkan dengan formasi S1 lain seperti Auditor Ahli Pertama atau formasi teknis/IT/keuangan yang umumnya:

  • Batas usia bisa sampai 35 tahun.
  • Tidak ada syarat belum menikah.
  • IPK minimal bisa 2,75 (tergantung formasi).
  • Tidak selalu mensyaratkan TOEFL/IELTS.
  • Syarat postur tubuh tidak seketat Jaksa.

Artinya, kalau kamu menargetkan Jaksa Ahli Pertama, kamu bermain di liga yang berbeda. syarat cpns kejaksaan s1 di sini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar filter awal untuk menyaring pelamar yang siap fisik, mental, dan akademik.

Bedah Detail syarat cpns kejaksaan s1 untuk Jaksa Ahli Pertama (S1 Hukum)

1. Usia: Batas 27 Tahun yang Sering Terlewat Hitung

Untuk formasi Jaksa Ahli Pertama, usia maksimal adalah 27 tahun pada saat mendaftar di portal sscasn.bkn.go.id. Ini bukan “perkiraan”, tapi dihitung sampai ke tanggal lahir.

Contoh jebakan:

  • Pengumuman menyebut pendaftaran dibuka sampai tanggal tertentu di 2025-12-29T00:00:00.000+07:00.
  • Kamu lahir sebelum tanggal itu 27 tahun lalu.
  • Kalau lewat satu hari saja dari batas usia, sistem bisa otomatis menolak, atau kamu gugur di verifikasi administrasi.

Sebelum terlalu jauh memikirkan strategi belajar SKD, cek dulu usia kamu. Kalau sudah lewat 27 tahun, mungkin kamu masih bisa daftar formasi lain di Kejaksaan (misalnya auditor, teknis, atau administrasi) yang batas usianya sampai 35 tahun, tapi bukan Jaksa Ahli Pertama.

2. Status Pernikahan: Belum Menikah dan Bersedia Tidak Menikah

Ini salah satu syarat yang paling sering bikin kaget:

  • Pelamar wajib belum menikah saat mendaftar.
  • Harus membuat surat pernyataan bersedia tidak menikah sampai diangkat sebagai PNS.

Artinya:

  • Kalau kamu sudah menikah, kamu tidak bisa mendaftar formasi Jaksa Ahli Pertama (tapi masih bisa formasi lain yang tidak mensyaratkan hal ini).
  • Kalau kamu belum menikah, kamu harus siap menunda pernikahan sampai status PNS resmi.

Banyak pelamar yang gugur karena:

  • Menganggap “tunangan” atau “nikah siri” tidak akan dicek. Jika kemudian diketahui ada ketidaksesuaian data atau pernyataan, bisa berujung pembatalan kelulusan.
  • Salah format surat pernyataan (tidak sesuai template pengumuman Kejaksaan).

Satu lembar surat pernyataan ini jangan diremehkan. Baca baik-baik contoh format di pengumuman resmi Kejaksaan sebelum mengunggah.

3. Pendidikan: S1 Hukum/Ilmu Hukum, Akreditasi B, dan IPK Minimal 3,00

Untuk Jaksa Ahli Pertama, pendidikan minimal adalah S1 Hukum atau Ilmu Hukum dengan ketentuan:

  • Perguruan tinggi terakreditasi minimal B pada saat kamu lulus.
  • IPK minimal 3,00 dari skala 4,00.
  • Jika lulusan luar negeri, ijazah harus disetarakan oleh Kemendikbudristek.

Jebakan yang sering terjadi:

  • Pelamar tidak mengecek status akreditasi prodi atau kampus pada tahun kelulusan, hanya melihat akreditasi terbaru.
  • IPK di bawah 3,00 tapi tetap nekat daftar, berharap “tidak dicek detail”. Verifikasi administrasi sangat ketat.
  • Lulusan luar negeri belum mengurus penyetaraan ijazah, sehingga dokumen tidak dianggap sah.

Kalau kamu masih kuliah dan menargetkan Jaksa, bagian ini bisa jadi kompas:

  • Pastikan IPK kamu aman di atas 3,00.
  • Cek akreditasi prodi dan kampus.
  • Kalau sedang studi di luar negeri, rencanakan proses penyetaraan jauh-jauh hari.

4. Bahasa Inggris: TOEFL 450 atau IELTS 5

Ini syarat yang sering di-skip sampai mepet pendaftaran:

  • TOEFL minimal 450 atau
  • IELTS minimal 5.

Sertifikat ini wajib diunggah saat pendaftaran untuk formasi Jaksa Ahli Pertama. Tanpa ini, berkas bisa langsung tidak lolos administrasi.

Beberapa hal penting:

  • Jangan menunggu pengumuman CPNS baru mulai cari jadwal tes TOEFL/IELTS. Kuota tempat tes bisa penuh, dan hasilnya butuh waktu keluar.
  • Pastikan sertifikat masih berlaku sesuai ketentuan (cek di pengumuman resmi, biasanya ada batas masa berlaku).
  • Simpan file hasil scan dalam format dan ukuran yang diminta (biasanya PDF, maksimal sekian KB).

5. Postur Tubuh dan BMI: Bukan Sekadar Tinggi Badan

Syarat fisik untuk Jaksa mencakup:

  • Tinggi badan minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita.
  • BMI (Body Mass Index) harus berada di rentang 18,5–25.

Rumus BMI:

BMI = berat badan (kg) ÷ (tinggi badan (m))²

Contoh:

  • Tinggi 160 cm (1,6 m), berat 60 kg → BMI = 60 ÷ (1,6 × 1,6) = 23,4 → masih dalam rentang.
  • Tinggi 155 cm (1,55 m), berat 80 kg → BMI = 80 ÷ (1,55 × 1,55) ≈ 33,3 → di luar rentang.

Pemeriksaan fisik dan kesehatan dilakukan di tahap lanjutan. Kalau kamu sudah tahu dari awal bahwa tinggi badan atau BMI tidak memenuhi, kamu bisa realistis memilih formasi lain yang tidak mensyaratkan hal ini.

6. Kesehatan, Bebas Narkoba, dan Kondisi Fisik Lain

Syarat lain yang tidak kalah penting:

  • Tidak buta warna (parsial maupun total).
  • Tidak cacat fisik atau mental yang mengganggu pelaksanaan tugas.
  • Bebas narkotika dan psikotropika, biasanya dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit atau lembaga yang ditunjuk.
  • Tidak bertato dan tidak bertindik (khusus pria), kecuali alasan medis/adat yang bisa dibuktikan.

Pemeriksaan kesehatan dan tes bebas narkoba dilakukan secara langsung, dan hasilnya menjadi penentu kelulusan akhir.

syarat cpns kejaksaan s1 untuk Formasi S1 Non-Hukum: Masih Ada Banyak Peluang

Kalau kamu bukan lulusan S1 Hukum, bukan berarti pintu Kejaksaan tertutup. syarat cpns kejaksaan s1 untuk formasi lain justru bisa lebih “ramah” di beberapa aspek, terutama usia dan IPK.

1. Auditor Ahli Pertama

Untuk jabatan Auditor Ahli Pertama, misalnya:

  • Usia maksimal 35 tahun.
  • Pendidikan S1 sesuai formasi (misalnya akuntansi, manajemen, atau jurusan terkait).
  • IPK minimal 2,75.
  • Harus berasal dari perguruan tinggi terakreditasi.
  • Tidak buta warna.

Formasi ini cocok untuk kamu yang punya latar belakang keuangan, akuntansi, atau audit, dan ingin berkarier di Kejaksaan tanpa harus menjadi Jaksa.

2. Formasi Teknik, IT, Keuangan, dan Administrasi

Kejaksaan juga membuka formasi untuk:

  • Teknik (sipil, elektro, dan lain-lain).
  • Teknologi Informasi (IT).
  • Keuangan.
  • Administrasi dan jabatan pendukung lainnya.

Beberapa ciri umum:

  • Usia maksimal bisa sampai 35 tahun.
  • IPK minimal bervariasi, umumnya di kisaran 2,75–3,00.
  • Diutamakan yang punya pengalaman profesi terkait.

Ini bisa jadi jalur alternatif yang sering tidak dilirik pelamar yang terlalu fokus pada Jaksa, padahal peluang lolos bisa lebih besar karena syarat khususnya tidak seketat Jaksa (misalnya tidak ada kewajiban TOEFL/IELTS untuk semua formasi).

3. PPPK Medis dan Formasi Khusus

Selain CPNS, Kejaksaan juga membuka PPPK untuk tenaga medis, misalnya:

  • Lulusan S1 Biokimia, Biologi, atau jurusan kesehatan lain yang spesifik.

Formasi ini biasanya punya syarat teknis sendiri, tetapi tetap mengikuti pola umum:

  • Pendidikan sesuai formasi.
  • Kualifikasi profesi tertentu (misalnya STR, sertifikasi profesi).

Kalau kamu bukan S1 Hukum, jangan langsung mundur. syarat cpns kejaksaan s1 untuk formasi non-jaksa bisa jadi lebih cocok dengan profilmu.

Dokumen Wajib Pendaftaran: Jebakan Administrasi yang Menggugurkan Ribuan Pelamar

Bagian yang paling sering jadi “pembunuh massal” pelamar adalah dokumen pendaftaran via SSCASN BKN. Banyak yang sudah memenuhi syarat dari sisi usia, IPK, dan pendidikan, tapi tetap gugur karena salah unggah dokumen.

Dokumen yang umumnya wajib disiapkan:

  • Pasfoto latar merah
    • Format: JPEG.
    • Ukuran maksimal: sekitar 200 KB.
    • Sering gugur karena ukuran file terlalu besar, latar belakang bukan merah, atau kualitas foto buram.
  • Swafoto (selfie) dengan KTP dan kartu informasi akun SSCASN
    • Wajah, KTP, dan kartu SSCASN harus terlihat jelas.
    • Banyak yang gagal karena KTP tertutup jari, tulisan tidak terbaca, atau file terlalu besar.
  • KTP asli
    • Di-scan atau difoto dengan jelas.
    • Format JPEG, ukuran maksimal sekitar 200 KB.
    • Pastikan NIK terbaca dan sesuai dengan data di SSCASN.
  • Ijazah dan transkrip nilai
    • Format PDF, ukuran maksimal sekitar 800 KB.
    • Pastikan nama, NIM, IPK, dan gelar terbaca jelas.
    • Untuk lulusan luar negeri, sertakan juga surat penyetaraan.
  • Sertifikat TOEFL/IELTS (khusus Jaksa Ahli Pertama)
    • Diunggah dalam format PDF.
    • Pastikan skor dan tanggal tes terlihat jelas.
  • Surat pernyataan tidak menikah (khusus Jaksa Ahli Pertama)
    • Mengikuti format yang ditentukan di pengumuman resmi.
    • Ditandatangani, biasanya di atas materai (cek ketentuan tahun berjalan).

Kesalahan klasik yang sering terjadi:

  • File melebihi batas ukuran, lalu dikompres asal-asalan sampai tulisannya tidak terbaca.
  • Salah memilih jenis dokumen di portal (misalnya sertifikat TOEFL diunggah di kolom yang salah).
  • Nama file tidak sesuai ketentuan (kalau ada aturan khusus).
  • Mengunggah dokumen yang belum ditandatangani atau tanpa materai.

Banyak pelamar yang sebenarnya memenuhi semua syarat, tapi gugur karena kurang teliti pada tahap ini. Menghindarinya bisa dengan:

  • Menyiapkan semua dokumen jauh sebelum pendaftaran dibuka.
  • Mengecek ulang ukuran dan keterbacaan file.
  • Membaca pengumuman resmi Kejaksaan dan SSCASN sampai tuntas.

Tahapan Seleksi: Dari SSCASN sampai Tes Kesehatan dan Wawancara

Syarat CPNS Kejaksaan S1

Selain memahami syarat, kamu juga perlu tahu alur seleksi supaya bisa mengatur strategi.

1. Pendaftaran Online via SSCASN BKN

Dilakukan melalui portal sscasn.bkn.go.id. Kamu membuat akun, mengisi data diri, memilih instansi (Kejaksaan Agung), dan memilih formasi sesuai kualifikasi. Di sini semua dokumen diunggah.

Tips:

  • Jangan daftar di hari terakhir. Server sering padat, dan kalau ada kesalahan dokumen, kamu tidak punya waktu memperbaiki.
  • Baca pengumuman Kejaksaan dan BKN secara paralel, karena ada detail teknis yang hanya muncul di salah satunya.

2. Seleksi Administrasi

Panitia akan memverifikasi apakah kamu memenuhi syarat dan apakah dokumen yang diunggah sesuai. Hasilnya diumumkan di portal SSCASN dan/atau situs resmi Kejaksaan.

Di sinilah banyak pelamar gugur karena:

  • Salah jurusan (misalnya bukan S1 Hukum tapi daftar Jaksa).
  • IPK atau akreditasi tidak memenuhi.
  • Dokumen tidak jelas atau tidak lengkap.

3. Tes Akademik / SKD (Seleksi Kompetensi Dasar)

Secara garis besar kamu akan menghadapi:

  • TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
  • TIU (Tes Intelegensi Umum)
  • TKP (Tes Karakteristik Pribadi)

Nilai SKD dibandingkan dengan passing grade nasional dan diperingkat untuk menentukan siapa yang lolos ke tahap berikutnya (biasanya 3 kali jumlah formasi). Untuk formasi Jaksa yang sangat diminati, nilai aman SKD cenderung lebih tinggi karena persaingan ketat.

4. Tes Lanjutan: Kesehatan, Bebas Narkoba, Psikotes, Wawancara, dan Keterampilan

Setelah SKD, kamu akan masuk ke rangkaian tes lanjutan, yang bisa meliputi:

  • Pemeriksaan kesehatan menyeluruh (termasuk cek BMI, buta warna, dan kondisi fisik lain).
  • Tes bebas narkoba.
  • Psikotes untuk mengukur kepribadian, stabilitas emosi, dan kecocokan dengan tugas.
  • Wawancara untuk menggali motivasi, integritas, dan pemahaman tentang tugas jabatan.
  • Tes keterampilan/komputer untuk beberapa formasi non-jaksa.

Di tahap ini, syarat yang bersifat fisik dan mental benar-benar diuji. Kalau sejak awal kamu sudah tahu batasan dan kelebihan diri, kamu bisa mempersiapkan diri lebih matang, baik secara fisik maupun mental.

5. Formasi 2025: Potensi Penambahan Kuota, Tapi Persaingan Tetap Ketat

Informasi dari pengumuman dan pemberitaan menunjukkan bahwa formasi 2025 diperkirakan bertambah untuk penguatan SDM Kejaksaan, terutama di bidang:

  • Hukum (Jaksa dan jabatan fungsional hukum lainnya).
  • Pendukung seperti TI, keuangan, dan administrasi.
Baca juga: Jurusan CPNS Polri yang Jarang Dilirik Ternyata Peluangnya Gede!

Namun, bertambahnya formasi tidak otomatis membuat persaingan longgar. Semakin banyak orang yang tertarik mendaftar karena melihat peluang lebih besar. Di sinilah pemahaman detail syarat cpns kejaksaan s1 dan strategi memilih formasi (Jaksa vs non-Jaksa, pusat vs daerah) bisa jadi pembeda.

Pada akhirnya, syarat cpns kejaksaan s1 bukan dibuat untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan bahwa yang lolos benar-benar siap secara akademik, fisik, mental, dan integritas. Tugas kamu sekarang adalah jujur menilai: di mana posisi kamu terhadap semua syarat ini, dan langkah apa yang bisa kamu ambil mulai hari ini apakah itu mengejar TOEFL, memperbaiki BMI, menyiapkan dokumen, atau mulai latihan intensif SKD dan SKB dengan jadwal yang terstruktur.

Kalau kamu bisa menggabungkan pemahaman detail syarat cpns kejaksaan s1 dengan persiapan belajar yang konsisten dan simulasi tryout yang mirip ujian asli, peluangmu untuk duduk di kursi formasi Kejaksaan akan jauh lebih besar daripada mereka yang hanya “ikut arus” tanpa strategi.

Sumber Referensi

  • JADIASN.ID – Syarat CPNS Kejaksaan 2025: Ini Ketentuan yang Harus Dipenuhi
  • DEALLS.COM – Syarat CPNS Kejaksaan: Ini Syarat, Formasi, dan Tahapan Seleksinya
  • BIROPEG.KEJAKSAAN.GO.ID – PENGUMUMAN CPNS 2024
  • HUKUMONLINE.COM – Syarat dan Prosedur Menjadi Jaksa
  • TRYOUT.ID – Formasi CPNS Kejaksaan Agung 2025: Syarat, Jumlah Formasi, dan Jurusan yang Dibutuhkan
  • REKRUTMEN.KEJAKSAAN.GO.ID – PENG-4_2025_Pengumuman_PPPK_TA_2025_signed_250701_171628
  • SSCASN.BKN.GO.ID – Portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara

Program Value Jadi ASN 2026

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Salinan dari Slider_JadiASN
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui Website App.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiASN Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BELAJARCPNS” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal CPNS 2026!!!

  • Dapatkan ribuan soal CPNS dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi CPNS terupdate
  • Ratusan Latsol CPNS terupdate
  • Puluhan paket Simulasi CPNS terupdate
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Cocok banget untuk yang ingin jadi PNS, Berlatih dengan cepat hanya pakai buku-buku CPNS 2026 Terpercaya

BUKU CPNS 2026
BUKU CPNS 2026

📋 Keuntungan Buku CPNS 2026

  1. Tersedia ribuan soal Tes CPNS (sudah sesuai sistem terbaru)
  2. ✅Materi materi SKD sudah sesuai FR CPNS
  3. ✅Tersedia Video pembahasan tiap soalnya

Selain ini Kalian akan mendapatkan Keuntungan

1. Program Premium Gratis selama 7 Hari

Kamu bisa mengakses premium di Aplikasi JadiASN secara gratis selama 7 hari pastinya akan membantu kamu memaksimalkan sistem pembelajaran karena mengkolaborasikam online dan offline lewat buku.

2. 20x live class zoom materi dan bahas soal CPNS

Dilakukan setiap hari senin-jumat pukul 19.00 – 20.00 WIB dimana link zoom tersedia di aplikasi jadiasn menu live class

3. 5 Paket simulasi CPNS

Simulasi yang disesuaikan dengan ujian aslinya dari jumlah soalnya, waktu pengerjaannya, kisi-kisi materi sesuai dengan pemerintah dengan fitur sebagai berikut :
 ✅Terdapat Analisis peluang kelolosan dengan nilai ambang batas
 ✅Terdapat Analisis Kecepatan jawab soal
 ✅Terdapat Analisis salah dan benar
 ✅Bisa diakses via laptop/PC lewat web
 ✅Grafik perkembangan skor simulasi
 ✅Ranking nasional, provinsi, kabupaten
 ✅Pembahasan teks bisa didownload dan diprint
 ✅Simulasi berwaktu sesuai format Ujian Tesnya
 ✅Skor keluar real time
 ✅Soal bisa didownload dan diprint
 ✅Video pembahasan dan teks pembahasan
 ✅Zoom out/ in tampilan soal

4. 20 Paket Latihan soal CPNS

Fitur untuk berlatih soal-soal CPNS dengan sistem 10 soal 10 menit yang memiliki fitur yang sama dengan fitur simulasi CPNS

✅buku cpns 2023 2024
✅buku cpns terlengkap 2024
✅buku cpns 2022 recommended
✅buku cpns terupdate 2024
✅buku cpns bumn 2024
✅buku cpns kemenkumham
✅buku cpns perawat 2024
✅buku cpns kemenkumham 2024
✅buku cpns kejaksaan 2024

Pendapatmu sangat berarti bagi kami! Klik link berikut untuk memberikan feedback dan bantu kami menjadi lebih baik lagi https://bit.ly/FeedbackArtikelJadiASN

More To Explore